Mulai Menggurita, Ini Bukti Industri Otomotif India Siap Duel Lawan Jepang

Angga Roni Priambodo, Cesar Uji Tawakal

Kamis, 31 Oktober 2019 | 14:10 WIB
Mulai Menggurita, Ini Bukti Industri Otomotif India Siap Duel Lawan Jepang
Bajaj Chetak. [Bajaj]

Suara.com - Sudah bukan rahasia lagi bahwa pemain utama yang mendominasi pasaran otomotif dunia kebanyakan berasal dari negara Jepang.

Termasuk di industri roda dua di mana penjualan motor didominasi oleh empat merek asal Jepang, yakni Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.

Namun selain itu, belakangan kerap terjadi pencaplokan brand-brand strategis dari Eropa oleh perusahaan-perusahaan India.

Hal itu bisa menjadi tanda bahwa perlahan tapi pasti, industri otomotif India siap bersaing melawan Jepang. Siapa saja mereka?

1. Bajaj

KTM Super Duke. [Shutterstock]
KTM Super Duke. [Shutterstock]

Bajaj merupakan salah satu produsen motor ternama asal India yang sempat meluncurkan produknya di Indonesia beberapa tahun silam.

Walaupun namanya kini kurang terdengar pasca hengkangnya brand tersebut dari tanah air, namun di kancah internasional mereka menggeliat menjadi pemain besar.

Bajaj sempat membeli saham kepemilikan KTM, dan saat ini KTM tengah memegang dua produsen motor Eropa lainnya, Husqvarna dan Gasgas, menjadikan empat produsen ini memiliki jaringan penjualan yang luas di kancah internasional.

Belum lagi, belum lama ini mereka dikabarkan menjalin kerja sama dengan Triumph untuk memroduksi motor dengan kubikasi kecil.

baca juga

2. TVS

TVS Akula 310. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]
TVS Akula 310. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Berbeda dengan Bajaj, TVS 'hanya' menjalin kerja sama dengan brand asal Jerman, BMW. Salah satu produk hasil kerja sama mereka adalah TVS Akula 310, BMW G310 R dan BMW G 310 GS.

3. Mahindra

Dua varian baru dan satu penyegaran dari line up Peugeot Django [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Dua varian baru dan satu penyegaran dari line up Peugeot Django [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Mahindra, produsen mobil asal India juga melakukan hal serupa seperti Bajaj, yakni dengan mengakuisisi sejumlah produsen strategis.

Tak tanggung-tanggung, mereka 'menghidupkan' dua brand klasik yang kembang kempis, BSA dan Jawa serta yang terbaru mereka mencaplok produsen motor asal Prancis Peugeot Motorcycles.

4. Royal Enfield

Royal Enfield  Continental GT 650 'The 30' (Suara.com/Cesar Uji Tawakal)
Royal Enfield Continental GT 650 'The 30' (Suara.com/Cesar Uji Tawakal)

Berbeda dengan tiga produsen sebelumnya, Royal Enfield mulanya adalah produsen asal Inggris yang juga memiliki pabrik di India.

Namun pabrik mereka di Inggris ditutup, menjadikan India sebagai markas produksi mereka.

Perlahan tapi pasti tahun 1991 mereka diakuisisi oleh Eicher Motor, nama mereka pun sempat diubah sebelum akhirnya dikembalikan lagi seperti semula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Spakbor Plug and Play, Copot Spakbor Ternyata Menyalahi Hukum

Musim Spakbor Plug and Play, Copot Spakbor Ternyata Menyalahi Hukum

Otomotif | Kamis, 31 Oktober 2019 | 13:11 WIB

Sabotase Motor Parkir, Modus Baru Ini Bikin Orang Awam Rawan Kena Tipu

Sabotase Motor Parkir, Modus Baru Ini Bikin Orang Awam Rawan Kena Tipu

Otomotif | Rabu, 30 Oktober 2019 | 15:27 WIB

Peugeot Dibeli Secara Penuh oleh Mahindra, Tanda Kejayaan India?

Peugeot Dibeli Secara Penuh oleh Mahindra, Tanda Kejayaan India?

Otomotif | Rabu, 30 Oktober 2019 | 10:51 WIB

Terkini

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:37 WIB

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

×