Ambulans Motor, Terobosan Unik dari SMKN Sumatera Selatan

RR Ukirsari Manggalani
Ambulans Motor, Terobosan Unik dari SMKN Sumatera Selatan
Motor ambulans berdaya tampung tiga orang: satu pengemudi, satu perawat atau pendamping dan satu pasien [ANTARA Foto].

Bila sebelumnya ambulans yang familiar adalah kendaraan roda empat, kini ada terobosan roda dua buatan siswa SMKN.

Suara.com - Sekilas mirip becak motor, namun memiliki kegunaan berbeda. Yaitu menjemput dan mengantar pasien ke rumah sakit, dengan fasilitas tempat tidur serta pengobatan untuk pertolongan pertama. Sebutannya adalah ambulans roda dua.

Dikutip dari kantor berita Antara, dimensi ambulans roda dua adalah 2 m panjang, lebar 1 m, dilengkapi satu matras untuk pasien dewasa, kipas angin, tabung oksigen, tabung gas kebakaran, kotak P3K, sirene, alat komunikasi, tandu, kotak sampah, serta mampu memuat tiga orang.

Motor ambulans serupa becak motor, karya para siswa SMKN Sumatera Selatan [ANTARA Foto].
Motor ambulans serupa becak motor, karya para siswa SMKN Sumatera Selatan [ANTARA Foto].

"Satu orang mengemudikan motor, satu orang korban dan satu orang menjaga di dalam," demikian jelas Riyo Dzulkarnain, Ketua tim pembuatan motor ambulans dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri atau SMKN Sumatera Selatan.

Ditambahkan oleh Rafli, Kepala SMKN Sumatera Selatan, bahwa motor ambulans karya murid-murid di sekolah yang dipimpinnya itu dikerjakan oleh siswa dari empat jurusan, yaitu teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, teknik mekatronika, serta teknik listrik.

"Sebetulnya proses pembuatan dilakukan bergantian oleh para siswa, tetapi memang tim intinya ada delapan orang yang mengerjakan setiap hari dan didampingi guru masing-masing jurusan," jelas Rafli.

Menurutnya, ide pembuatan motor ambulans ini berasal dari kebutuhan sekolah untuk antisipasi insiden kecelakaan. Diharapkan bahwa motor ambulans lebih efisien dibandingkan harus mengandalkan mobil ambulans. Sementara itu, sebagai sebuah sekolah kejuruan tersedia bengkel kerja. Dikerjakan dengan biaya Rp 35 juta, ambulans motor selesai dalam dua bulan dan cara kerja gotong royong.

"Kami menggunakan motor sekolah yang masih layak pakai, jadi lumayan untuk menghemat modal," tambah Riyo Dzulkarnain, siswa kelas 12 jurusan otomotif SMKN Sumsel.

Menurutnya proses perakitan hingga melengkapi komponen dikerjakan setiap hari pada waktu pulang sekolah maupun saat praktek kelas. Dalam pengerjaannya para siswa juga didampingi para guru.

Riyo Dzulkarnain mengaku bagian tersulit adalah merakit badan ambulans yang membutuhkan waktu hingga tiga minggu, sedangkan perakitan mesin dan lainnya tidak menemui kendala apapun.

"Kami harus membuat badan motor ambulans kokoh, kuat dan presisi walaupun prosesnya serba manual," kata Riyo Dzulkarnain.

Selesai dikerjakan, karya motor ambulans ini terus dievaluasi kelayakannya termasuk kondisi siap pakai. Dan nantinya akan dilaporkan kepada Pemprov Sumsel agar dapat dibuat secara massal.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS