Toyota Mulai Khawatir Dampak COVID-19 pada Produksinya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Toyota Mulai Khawatir Dampak COVID-19 pada Produksinya
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19 [Shutterstock].

Pasokan komponen dari China terhambat akibat COVID-19, Toyota khawatir bakal merembet untuk produksi di Jepang.

Suara.com - Toyota Motor Corporation pada Rabu (26/2/2020) mengungkapkan rasa khawatir terhadap dampak Virus Corona atau COVID-19 yang bakal berpengaruh terhadap pasokan suku cadang di Jepang. Terlebih, wabah global ini belum mampu ditangani sepenuhnya, dan penyebarannya begitu cepat.

"Kami menerima suku cadang dari China seperti biasa untuk saat ini, tetapi kami akan menilai situasinya setelah 2 Maret," demikian papar juru bicara Toyota kepada Reuters.

Toyota Alphard facelift yang dirilis pada 2020 [Dok PT Toyota Astra Motor].
Toyota Alphard facelift yang dirilis pada 2020. Sebagai ilustrasi produk Toyota [Dok PT Toyota Astra Motor].

Pabrik mungkin akan terpengaruh karena gangguan pasokan potensial dari China. Pasalnya, beberapa pabrik komponen yang berada di episentrum wabah virus tetap tidak bisa memproduksi dan mengangkut barang. Sedangkan beberapa manufaktur masih belum beroperasi karena berkait keputusan pemerintah setempat.

Seperti diketahui, Jepang adalah lokasi pabrik produksi utama bagi Toyota. Tercatat, setengah dari 10,7 juta unit mobil Negeri Matahari Terbit yang dijual secara global pada 2019 dibuat di Jepang.

Saat ini, perusahaan mengoperasikan sebanyak 16 lokasi pabrik perakitan kendaraan dan pembuatan komponen di Jepang. Sejauh ini, belum ada keputusan resmi dari perusahaan untuk melanjutkan operasi di pabrik domestiknya setelah menjaga produksi tetap berjalan hingga 2 Maret 2020.

Toyota juga mengatakan akan menghentikan sementara perjalanan dinas karyawan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS