Modifikasi Knalpot Motor Ternyata Sumbang Lebih Banyak Polusi Udara

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 29 Februari 2020 | 16:00 WIB
Modifikasi Knalpot Motor Ternyata Sumbang Lebih Banyak Polusi Udara
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta. Sebagai ilustrasi polusi udara [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Melakukan modifikasi sepeda motor biasanya menjadi salah satu cara dari pemiliknya agar tampilan kendaraan semakin menarik. Dan salah satu sasaran modifikasi adalah bagian knalpot.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyarankan unutk tidak melakukan modifikasi knalpot. Menurutnya hal ini hanya akan menambah polusi udara.

"Meski mesinnya kecil, faktanya polusi yang dihasilkan besar. Karena itu juga sebaiknya jangan memodifikasi kendaraan yang bisa membuat polusi bertambah lebih parah," ujarnya di Jakarta.

Ilustrasi knalpot sepeda motor. [Shutterstock]
Ilustrasi knalpot sepeda motor. [Shutterstock]

Ahmad Safrudin menambahkan, memodifikasi knalpot sepeda motor sebenarnya kesalahan luar biasa. Karena untuk mobil harga catalityc coverter-nya bisa mencapai Rp 13 jutaan, bila sepeda motor sekitar Rp 4 jutan.

"Kalau diganti dengan knalpot racing ya itu kebodohan. Konsumen tahu itu harganya mahal," kata Ahmad Safrudin.

Sebelumnya Ahmad Safrudin mengatakan, motor memang memiliki kubikasi mesin atau cc yang kecil, hanya satu silinder. Tetapi secara prinsip, setiap pembakaran menghasilkan gas buang yang berbahaya.

"Catalytic converter yang digunakan pada sepeda motor jauh di bawah standar mobil, sehingga polusi yang dihasilkan lebih besar. Jadi sejauh ini sebenarnya catalytic converter di sepeda motor itu masih sekadar ada," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balap Liar dan Knalpot Brong, Dua Hal yang Bikin Gemas lagi Geram

Balap Liar dan Knalpot Brong, Dua Hal yang Bikin Gemas lagi Geram

Otomotif | Rabu, 22 Januari 2020 | 12:00 WIB

Cara Keren Kota di Prancis Tindak Tegas Pengguna Knalpot Racing

Cara Keren Kota di Prancis Tindak Tegas Pengguna Knalpot Racing

Otomotif | Minggu, 15 September 2019 | 09:05 WIB

Keren, Pemerintah Inggris Uji Coba Kamera Pemantau Knalpot Berisik

Keren, Pemerintah Inggris Uji Coba Kamera Pemantau Knalpot Berisik

Otomotif | Selasa, 11 Juni 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×