Inspirasi Motor Perang, BMW R18 Siap Mengadang Harley-Davidson

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 06 April 2020 | 14:10 WIB
Inspirasi Motor Perang, BMW R18 Siap Mengadang Harley-Davidson
Tampilan BMW R18 di Berlin, Jerman 2020 [Shutterstock].

Suara.com - BMW Motorrad baru saja merilis BMW R18 yang disebut-sebut siap mengadang laju dari Harley-Davidson. Dikutip dari Cycleworld, tampilan R18 terlihat memiliki gaya klasik namun memiliki sentuhan modern.

Nantinya, versi produksi dihadirkan tidak jauh berbeda dari model konsep yang telah dipamaerkan pembuat motor asal Jerman ini. Rencananya, BMW akan merilis dua varian untuk model R18. Yaitu R18 First Edition dengan stripe ganda dan krom, serta R18 versi standar berbalut warna Black Storm Metallic.

Selain itu, motor teranyar dari BMW itu juga dilengkapi perangkat BMW boxer klasik, kopling kering single-disc besar dan girboks 6-percepatan.

Konsep BMW R18. (YouTube/BMW Motorrad)
  BMW R18  dalam versi konsep (YouTube/BMW Motorrad)

Dan yang menarik adalah keputusan pabrikan untuk membiarkan poros motornya terbuka alais telanjang begitu saja. Hal ini rupanya dilakukan sebagai penghormatan Beemers (sebutan penggemar BMW) kepada model motor produk perusahaan ini yang dibuat sebelum masa perang, seperti BMW R5 dan BMW R51.

Bisa disebutkan pula bahwa kehadiran bmw R18 banyak terinspirasi dari kedua model ini. Sementara opsi gigi mundur ala Honda Goldwing juga ikut diaplikasikan.

Uniknya, cara operasional BMW R18 memiliki beberapa mode dengan nama Rock, Roll, dan Rain. Rock menjadi mode pengendaraan paling agresif, dengan akses tenaga penuh dan torsi. Mode Roll merupakan mode pengendaraan standar yang umum digunakan, sementara Rain menawarkan respons throttle lebih lembut dan tenaga dan torsi lebih terbatas.

Sementara bagian suspensi motor terlihat sangat mirip hardtail, seolah tidak menggunakan suspensi belakang. Namun sebenarnya BMW tetap menggunakannya, hanya tersimpan rapi di bagian buritan. Kaki garpu depan masing-masing berdiameter 49 mm dan terlihat seperti dua model pendahulunya.

Untuk urusan tenaga, motor ini dibekali mesin boxer berkapasitas 1.802cc dua silinder penghasil daya 91 daya kuda pada 4.750 rpm dan torsi 157 Nm pada 3.000 rpm.

Mesinnya sendiri diklaim sebagai mesin terbesar dari keluarga mesin boxer yang pernah digunakan BMW sejak 1923. Ada empat katup per silinder dengan camshafts overhead ganda pada setiap silinder.

baca juga

Sesuai informasi di situs resmi BMW Motorrad, mereka sudah mulai membuka pemesanan untuk model ini dengan harga mulai 17.495 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 291,1 juta (dengan catatan Rp 16.644 per dolar) untuk tipe standar dan 19.870 dolar AS atau setara Rp 330,7 juta untuk tipe First Edition.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Corona Timbulkan Bencana Bagi Industri Sepeda Motor Global

Corona Timbulkan Bencana Bagi Industri Sepeda Motor Global

Otomotif | Rabu, 01 April 2020 | 14:00 WIB

Best 5 Otomotif Pagi: Harley-Davidson Sepuh Emas, Ari Wibowo Naik Ducati

Best 5 Otomotif Pagi: Harley-Davidson Sepuh Emas, Ari Wibowo Naik Ducati

Otomotif | Senin, 16 Maret 2020 | 08:08 WIB

Harley-Davidson Blue Edition, Berlapis Emas Tembus Rp 27,8 Miliar

Harley-Davidson Blue Edition, Berlapis Emas Tembus Rp 27,8 Miliar

Otomotif | Minggu, 15 Maret 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×