26 Tahun Berpulangnya Ayrton Senna: Ia Tetap Melegenda

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 01 Mei 2020 | 06:00 WIB
26 Tahun Berpulangnya Ayrton Senna: Ia Tetap Melegenda
Ayrton Senna, driver F1 asal Brasil tersenyum usai merebut pole position menjelang F1 GP Portugal di Sirkuit Estoril. Balapan berlangsung 23 September, 1989 [AFP/Pascal Pavani, Jean-Loup Gautreau].

Suara.com - Usai balap Grand Prix (GP) Formula One (F1) Brasil 1991. Ayrton Senna, masih dalam balutan race suits tim McLaren-Honda, menerima seorang jurnalis senegara dan melangsungkan obrolan hangat dalam bahasa nasional mereka, Portugis.

"Menjadi pembalap yang memenangi balapan di rumah sendiri adalah sebuah kebanggaan, dan tidak semua orang bisa melakukannya. Bagaimana rasanya?"

Ayrton Senna, dalam kondisi wajah masih terlihat lelah, mendengarkan pertanyaan itu dengan senyum khasnya, lantas memberikan jawaban, "Ini kemenangan buat kita semua, bagi rakyat Brasil, dan bagi negeri kita. Sulit dicapai, namun saya berhasil."

Kenangan Gerhard Berger dan Ayrton Senna memenangi balap F1 GP San Marino 1991 di tim McLaren-Honda dengan posisi juara satu (Senna) dan dua (Berger) [Instagram @oficialayrtonsenna].
Kenangan Gerhard Berger dan Ayrton Senna memenangi balap F1 GP San Marino 1991 di tim McLaren-Honda dengan posisi juara satu (Senna) dan dua (Berger) [Instagram @oficialayrtonsenna].

Selanjutnya, driver kelahiran São Paulo, Brasil, 21 Maret 1960 itu berbagi pengalaman, "Saya ada di depan dan memimpin. Namun masih kurang puluhan lap, tiba-tiba gigi ke-lima tidak berfungsi. Ini membuat tubuh saya mesti menerima kelelahan dari yang seharusnya. Terutama bagian tangan, mulai telapak, pergelangan, bahkan sampai kedua bahu. Tidak sampai di sini, gigi ke-empat, ke-tiga, dan, ke-dua juga pada akhirnya tidak berfungsi. Sehingga saya mesti bertahan hanya dengan gigi ke-enam. Dari puluhan, belasan, akhirnya tersisa hanya beberapa lap. Saya mesti menang. Dan berkat Yang Di Atas (gesturnya menunjuk dan mendongak sejenak ke langit), saya berhasil hari ini. Meraih juara pertama."

Ayrton Senna's inspiring words [Instagram: Formula1].
Ayrton Senna's inspiring words [Instagram: Formula1].

Tahun itu pula, Ayrton Senna menjadi juara dunia F1 ketiga kalinya (1988, 1990, 1991). Sebuah pengorbanan besar, terlebih bila menyaksikan kondisinya setelah menjuarai GP F1 Brasil 1991 yang mengandalkan satu gigi saja. Tak heran, ketika menyentuh garis finish, ia hanya mampu berteriak memanggil ayahnya, Milton da Silva. Dengan emosional, keduanya berpelukan, dan Ayrton Senna mesti dipapah keluar kokpit karena kelelahan, seperti yang disebutnya tadi: lebih dari seharusnya.

Namun itulah sosok driver pernah berlaga di tim Toleman (1984), Lotus (1985-1987), McLaren (1988-1993), dan Williams (1994). Ayrton Senna dikenal gigih, pantang menyerah, serta penuh tekad atau determinasi. Seperti pernah ia kemukakan dalam sebuah wawancara dan tetap dikenang hingga kini, "Dengan kekuatan pikiran, tekad, insting, juga pengalaman, kamu bakal bisa terbang begitu tinggi."

Laman berikutnya: apa pendapat driver F1 dari Class of 2020 tentang senior mereka, Ayrton Senna da Silva?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerhard Berger: Detik Terakhir Kontak Ayrton Senna, dan Imbas Covid-19

Gerhard Berger: Detik Terakhir Kontak Ayrton Senna, dan Imbas Covid-19

Otomotif | Kamis, 30 April 2020 | 06:00 WIB

Kenalkan: Dua Jagoan dari Senna Day Festival 2019

Kenalkan: Dua Jagoan dari Senna Day Festival 2019

Otomotif | Jum'at, 10 Mei 2019 | 15:25 WIB

Sepenggal Kisah, Mengapa Honda NSX Identik dengan Ayrton Senna

Sepenggal Kisah, Mengapa Honda NSX Identik dengan Ayrton Senna

Otomotif | Senin, 25 Maret 2019 | 08:58 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×