New Normal, Masyarakat Belum Yakin Gunakan Ojol

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
New Normal, Masyarakat Belum Yakin Gunakan Ojol
Ojek online membawa penumpang melintas di kawasan Palmerah, Jakarta. Sebagai ilustraso [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Belum yakin gunakan ojol untuk sarana transportasi di era new normal, tersedia layanannya untuk antar barang dan makanan.

Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak para aplikator dan para pengemudi ojek online (ojol) dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan dalam berkendara di masa adaptasi new normal.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar bisa menggunakan transportasi ojol maupun ASK di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Diskusi virtual GoJek dalam menghadapi New Normal (Istimewa)
Diskusi virtual GoJek dalam menghadapi New Normal. Sebagai ilustrasi (Istimewa)

"Saat ini masyarakat masih belum yakin untuk bertransportasi menggunakan ojol dan ASK. Tetapi untuk layanan antar barang dan makanan, permintaannya cukup tinggi. Bisa menjadi opportunity agar bisnis ini tetap eksis di masa pandemi," kata Menteri Perhubungan dalam keterangan tertulisnya.

Beliau menjelaskan, aturan pengendalian transportasi yang dibuat di masa pandemi COVID-19 ini bukan untuk membuat susah para pengemudi, justru sebuah upaya Pemerintah agar kegiatan mereka tetap berjalan dengan syarat-syarat protokol kesehatan yang harus dipenuhi.

"Saat ini kesehatan sebagai panglima, karena kita harus mengutamakan kesehatan bagi penumpang maupun pengemudi dari penularan COVID-19. Pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, menjaga kebersihan kendaraan menjadi keharusan untuk dilakukan," jelas Budi Karya Sumadi.

Menhub mengajak para pengemudi ojol dan ASK agar tetap semangat dalam bekerja di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Juga meminta kepada aplikator agar mengoptimalkan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk bisa berbagi dan membantu mitra-mitra pengemudinya.

"Kita semua berharap pandemi COVID-19 bisa segera berakhir. Untuk itu, saat ini dibutuhkan kerja sama yang erat dan sama-sama mencari solusi yang terbaik agar transportasi ini bisa tetap eksis melayani masyarakat," pungkasnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS