Pembajakan Bus di Ukraina Mencekam, Ingatkan pada Film Speed?

RR Ukirsari Manggalani
Pembajakan Bus di Ukraina Mencekam, Ingatkan pada Film Speed?
Demonstrasi penanganan pembajakan bus yang ditunjukkan polisi satuan khusus dari Republik Ceko dan Slovakia di hari peringatan NATO. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Sebuah pembajakan bus di Ukraina mengingatkan pada film laga zaman old. Presiden negara itu menyatakan situasi kini terkendali.

Suara.com - Film "Speed" (1994) yang dibintangi duet keren Keanu Reeves dan Sandra Bullock menuai acungan jempol. Bayangkan saja, formulasi ketegangan bom, penyanderaan dalam bus yang harus terus berjalan--tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat--serta artis keren, masuk dalam sebuah paket otomotif lengkap. Namun bila dikomparasi dalam dunia nyata, seperti penyanderaan bus di Ukraina ini tentu berbeda. Ini bukan lokasi shooting dan kejadiannya menyeramkan benar.

Drama pembajakan bus dalam film "Speed" (1994) dibintangi Keanu Reeves dan Sandra Bullock [screenshot 20th Century Fox].
Drama pembajakan bus dalam film "Speed" (1994) dibintangi Keanu Reeves dan Sandra Bullock [screenshot 20th Century Fox].

Dikutip dari kantor berita Antara, pada Selasa (21/7/2020) terjadi penyanderaan sebuah bus di Kota Lutsk, Ukraina bagian barat. Berisi penumpang sekitar 20 orang, pejabat setempat menyatakan bahwa tiga sandera dibebaskan setelah negosiasi selama lebih dari 11 jam.

Awalnya, seorang lelaki yang mengaku memiliki senjata api dan bahan peledak melakukan penyanderaan ini. Polisi terus melakukan negosiasi dengannya, dan mengidentifikasi sebagai Maksym Kryvosh, usia 44 tahun dan dilahirkan di Rusia.

Dalam "posting" di media sosial, ia menuntut agar pejabat senior Ukraina menerbitkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka adalah teroris. Dia juga mengancam akan meledakkan bom lain di tempat yang ramai.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko mengatakan Maksym Kryvosh pernah dihukum dua kali dan menghabiskan sekitar 10 tahun di penjara.

Antisipasi penyanderaan bus itu, jalan-jalan di Lutsk ditutup personel berseragam, mobil polisi dan pengangkut personel lapis baja.

"Tembakan terdengar, dan bus rusak. Polisi memblokir pusat kota," jelas Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan dalam rilis pers.

"Kami sepenuhnya mengendalikan situasi. Saya tahu semua detailnya. Saya berbicara dengan spesialis kami yang berada di Lutsk. Para profesional bekerja, melakukan segalanya untuk membebaskan sandera kami," lanjutnya.

Sejumlah foto menunjukkan sebuah bus kecil diparkir di tengah jalan kosong. Dua jendela bus hancur dan jendela-jendela lain ditutup dengan tirai. Doa untuk para korban semoga semuanya selamat, tidak kekurangan apapun.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS