alexametrics

Siap Hadir di Indonesia, Ini Harga New Rolls-Royce Ghost di Britania Raya

RR Ukirsari Manggalani
Siap Hadir di Indonesia, Ini Harga New Rolls-Royce Ghost di Britania Raya
Interior New Rolls-Royce Ghost sangat mewadahi kenikmatan berkendara dan dapat dipesan khusus atau bespoke [Rolls-Royce Press Club].

Bila tiba di Tanah Air, ini perkiraan angka yang disodorkan New Rolls-Royce Ghost. Berkali lipat dari harga di negerinya.

Suara.com - Resmi meluncur lewat World Premiere of the New Rolls-Royce Ghost yang berlangsung kemarin (1/9/2020), kehadiran langsung atau sosok fisik produk baru ini pun ditunggu di Tanah Air. Hal Serudin, Asia Pacific Corporate Communications Manager at Rolls-Royce Motor Cars yang mengadakan teleconference dari Singapura menyatakan bahwa tahun depan, sekitar Oktober, New Rolls-Royce Ghost sudah bisa dijumpai di Indonesia.

Antusiasme customer negeri kita untuk Rolls-Royce yang baru saja berulang tahun ke-116 itu disebutnya bagus.

"Our customer getting younger dan Indonesia adalah market yang sangat penting, dengan profil banyak konsumen berusia lebih muda dan menggunakan produk kami untuk bepergian sampai koleksi. Makin lama, profil konsumen makin muda," jelas Hal Serudin.

Harga New Rolls-Royce Ghost untuk pasar Indonesia disebutkan dalam aplikasi, namun sebagai perbandingan bisa disimak informasi dari BBC News pada Rabu (2/9/2020) yang menyebutkan harga retail adalah GBP250 ribu atau sekitar Rp4.918.830.000.

Baca Juga: Bukan Senyap Total, Begini Rancangan Kabin New Rolls-Royce Ghost

Tentu saja harga bakal jauh berbeda bila masuk ke Indonesia, karena unsur bespoke atau mesti dipesan terlebih dahulu. Juga proses dikapalkan setelah selesai digarap secara detail untuk memberikan nilai personal atau pribadi bagi setiap pemiliknya.

Sebagai catatan, harga Rolls-Royce Ghost lansiran 2010 yang ditawarkan via online oleh ID Priceprice dengan produk berada di Jakarta adalah senilai Rp18 miliar.

Soal pembuatan produk bespoke New Rolls-Royce Ghost, disebutkan bahwa para pekerja sudah kembali bekerja, setelah sebelumnya pabrik msti ditutup karena terjadinya pandemi.

Torsten Müller-Ötvös, Chief Executive Officer (CEO) Rolls-Royce Motor Cars kepada BBC News menyatakan, "Bisnis kini kembali ke kondisi yang bisa saya sebutkan sebagai lebih normal."

Baca Juga: Launching New Rolls-Royce Ghost: Market Lebih Muda, Tanpa Tuxedo

Dan ditambahkannya bahwa meskipun Amerika Serikat adalah pasar Rolls-Royce terbesar, dan China adalah pasar penting, namun Britania Raya sebagai asal brand ini juga memiliki demand yang kuat. Yaitu mencapai 10 persen dari seluruh penjualan.

Komentar