Cara Sederhana Merawat Ban Mobil Agar Tetap Prima

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Cara Sederhana Merawat Ban Mobil Agar Tetap Prima
Proses pengetesan kondisi balancing pada mobil di bengkel secara computerized [Shutterstock].

Bila selama ini kosmetik mobil jadi perhatian utama, silakan luangkan waktu periksa ban.

Suara.com - Ban mobil mungkin menjadi bagian dari kendaraan yang sering luput dari pengecekan. Padahal komponen ini memiliki peran vital, baik soal kelangsungan perjalanan maupun segi safety atau keselamatan.

Paling sering, ban baru mendapatkan perhatian bila dalam kondisi bocor atau kempis, itu sebabnya dibutuhkan pengecekan secara berkala oleh pemilik mobil agar tetap aman saat berkendara.

Boediarto, Head of After Sales & CS Operation PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan pentingnya peran ban mobil dalam memastikan kondisi berkendara aman dan nyaman.

"Sebagai komponen mobil yang bergerak, dan secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, ban memiliki peranan penting dan membutuhkan pengecekan, serta perawatan secara berkala. Pengecekan dan perawatan dapat dilakukan dengan melakukan rotasi ban, memeriksa tekanan udara, melakukan spooring dan balancing, serta mempersiapkan kondisi ban cadangan," jelas Boediarto, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Bikin Pusing Lihatnya, Viral Pemotor Angkut 4 Ban Mobil dengan Cara Ekstrem

Ban Mobil Pirelli. (Unsplash)
Ban Mobil Pirelli.  Sebagai ilustrasi ban [Unsplash].

Berikut adalah poin utama yang diperlukan dalam pengecekan ban mobil:

1. Cek tekanan udara

  • Poin ini adalah poin pertama yang sangat mendasar dari rutinitas pengecekan ban. BIsa dengan mudah melihat sekeliling mobil, apakah ada ban yang kempis atau tekanan udaranya berkurang.
  • Selain demi keamanan dan kenyamanan, tekanan udara yang sesuai dengan spesifikasi akan membuat usia ban lebih panjang dan juga hemat bahan bakar.
  • Jika tekanan udara di ban kurang, maka risiko mengalami pecah ban lebih besar. Karena dinding samping ban akan dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan, akhirnya menjadi aus atau tipis sehingga tidak akan kuat menahan bobot mobil

2. Ukuran standar tekanan udara

  • Untuk melihat ukuran tekanan udara sesuai standar pabrikan, bisa melihat stiker yang biasanya terdapat di pilar B bagian kanan pintu depan mobil, di sisi pengemudi. Juga tersedia informasinya di buku manual kendaraan.
  • Tekanan udara maksimum yang direkomendasikan pabrikan ban juga biasanya tercetak di dinding ban, jangan melampaui batas ini.

3. Melakukan rotasi ban

  • Pada jarak waktu tertentu, melakukan rotasi atau perpindahan posisi keempat ban mobil memang diperlukan. Gunanya, agar tingkat keausan ban akan menyebar secara merata, sehingga mempengaruhi kenyamanan berkendara.
  • Ada banyak cara melakukan rotasi ban, disesuaikan jenis ban yang digunakan. Rotasi ban ini direkomendasikan agar dilakukan tiap kelipatan 10.000 km.

4. Lakukan spooring – balancing

Baca Juga: New Normal Bakal Dimulai, Ini Cara Mudah Periksa Ban Mobil

  • Selain rotasi ban, setiap kendaraan juga diharuskan melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi kelurusan ban. Mungkin lebih dikenal sebagai spooring dan balancing. Idealnya perawatan ini dilakukan setiap 10.000 km, bersamaan rotasi ban.

5. Perhatikan muatan beban kendaraan

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS