alexametrics

Pajak 0 Persen Mobil Baru Ditolak Sri Mulyani, Honda Buka Suara

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pajak 0 Persen Mobil Baru Ditolak Sri Mulyani, Honda Buka Suara
Diler Honda di Cijantung, Jakarta Timur. (Dok Honda Prospect Motor/Suara.com)

Honda yakin relaksasi pajak hingga 0 persen bisa mendorong pasar otomotif yang terpuruk.

Suara.com - PT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia, menerima keputusan Kementerian Keuangan yang menolak usulan untuk memangkas pajak mobil baru hingga nol persen.

Business Inovation and Marketing & Sales Director PT HPM, Yusak Billy, mengatakan, relaksasi pajak bisa mendongkrak penjualan otomotif pada umumnya. Tapi karena sudah diputuskan, pihaknya bisa menerima.

"Apa yang diputuskan pemerintah untuk perbaikan ekonomi. Menkeu sepertinya beri stimulus fiskal untuk sektor yang terdampak dan diharapkan ekonomi busa bergerak cepat, selanjutnya pasar otomotif akan mengikutinya," ujar Billy pada Senin (13/10/2020).

Ia menambahkan, untuk saat ini Honda akan fokuskan ke program penjualan yang sesuai untuk kebutuhan konsumen di kondisi terkini.

Baca Juga: Sri Mulyani Tolak Usul Kemenperin untuk Pangkas Pajak Mobil Baru

"Fokus yang kami lakukan adalah fokus untuk kemudahan konsumen dalam membeli kendaraan," katanya.

Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengaku saat ini pihaknya tidak berencana menerapkan pajak nol persen untuk mobil baru karena sudah ada insentif yang akan diberikan kepada industri keseluruhan.

“Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian,” katanya dalam jumpa pers virtual APBN edisi Oktober di Jakarta, Senin.

Menurut dia, setiap insentif yang diberikan akan dievaluasi lengkap agar pemberian insentif tidak memberi dampak negatif kepada kegiatan ekonomi lainnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan wacana tersebut untuk mendongkrak pasar industri otomotif yang terdampak pandemi COVID-19. Jika wacana itu direalisasikan, ia berharap harga kendaraan roda empat baru akan jauh lebih murah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Tutup Kuartal Ketga, Penjualan Honda Masih Ditopang Brio

Usulan Agus ini juga didukung oleh industri otomotif Indonesia. Para pemegang merek yakin bahwa penghapusan pajak sementara akan bisa membangkitkan pasar otomotif Indonesia yang terpuruk sejak April kemarin.

Komentar