Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Kantor Purbaya Tanggapi Penilaian Fitch usai Turunkan Rating Indonesia ke Negatif

Dicky Prastya

Rabu, 04 Maret 2026 | 17:36 WIB
Kantor Purbaya Tanggapi Penilaian Fitch usai Turunkan Rating Indonesia ke Negatif
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Kemenkeu menanggapi penurunan *outlook* Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings pasca diskusi pada Februari 2026.
  • Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, dan reformasi struktural untuk meningkatkan ketahanan ekonomi.
  • Fitch mempertahankan peringkat BBB Indonesia, mengapresiasi pertumbuhan ekonomi dan perbaikan signifikan kinerja fiskal awal 2026.

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara soal penilaian lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings yang menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro menyatakan bahwa review ini muncul usai Fitch melakukan diskusi dengan beberapa kementerian lembaga (K/L) pada 23-26 Februari 2026.

Mereka adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danantara, hingga Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi, melanjutkan disiplin fiskal sebagaimana dimandatkan dalam undang-undang,  memperbaiki iklim usaha antara lain dengan langkah debottlenecking dan deregulasi untuk peningkatan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat reformasi struktural untuk meningkatkan ketahanan ekonomi," katanya, dikutip dari siaran pers, Rabu (4/3/2026).

Deni memaparkan, berbagai upaya yang sudah dilakukan telah menunjukkan perbaikan. Pertama yakni  pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen pada triwulan IV (Q4) 2025.

Selain itu berbagai leading indicator aktivitas ekonomi di awal tahun 2026 seperti indeks kepercayaan konsumsi, purchasing manager’s index (PMI), konsumsi listrik (bisnis dan industri), penjualan kendaraan (mobil dan motor) terus menunjukkan momentum perbaikan. 

Sedangkan dari aspek fiskal, perbaikan juga terjadi signifikan. Ia mengutip pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 20926 kemarin.

"Pendapatan Negara di awal tahun 2026 menunjukkan kinerja yang sangat baik, Januari tumbuh 9,5% (yoy) dan Februari tumbuh 12,8% (yoy), terutama didukung oleh Penerimaan Pajak yang tumbuh tinggi 30,7% (yoy)  pada Januari dan 30,4% (yoy) pada Februari. Belanja Negara pun tumbuh signifikan yaitu 25,7% (yoy) pada Januari dan 41,9% (yoy) pada Februari.” 

"Percepatan belanja dan stimulus ekonomi dilakukan secara terukur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang terus meningkat, dengan tetap memastikan APBN sehat dan disiplin fiskal terjaga," papar Deni.

baca juga

Lebih lanjut ia menyebut, Pemerintah terus meningkatkan koordinasi lintas sektor agar momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam jangka menengah dengan tetap mempertahankan stabilitas. 

Menurutnya, koordinasi kebijakan fiskal-moneter terus menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan akuntabel.  

Tak hanya itu, kolaborasi dengan Danantara semakin diperkuat, sebagai mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN namun tetap fokus pada profit berkelanjutan, termasuk terus mengungkit investasi swasta bernilai tambah tinggi. 

"Tata kelola dan operasional Danantara dijaga kredibilitasnya dengan risiko yang terukur, sehingga Danantara menjadi instrumen investasi strategis yang kredibel, terkelola dengan baik, dan selaras dengan stabilitas makrofiskal jangka panjang," jelasnya.

Fitch turunkan outlook Indonesia ke Negatif

Diketahui lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Mereka mencatat bahwa outlook akan kembali ke stabil jika stabilitas makroekonomi terwujud melalui konsistensi disiplin kebijakan. 

Dengan fondasi ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang terjaga, dan reformasi struktural yang terus berlanjut, Indonesia tetap berada di jalur yang positif untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi jangka menengah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran

Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:55 WIB

Alasan Revisi Outlook Negatif Ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings

Alasan Revisi Outlook Negatif Ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:55 WIB

Fitch Ratings Turunkan Peringkat Outlook Indonesia dari Stabil ke Negatif

Fitch Ratings Turunkan Peringkat Outlook Indonesia dari Stabil ke Negatif

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:23 WIB

Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:03 WIB

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:28 WIB

Bintang Lima Tapi Boong? Rahasia Psikologis di Balik Hobi Kita Nyari Komplain Orang

Bintang Lima Tapi Boong? Rahasia Psikologis di Balik Hobi Kita Nyari Komplain Orang

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:42 WIB

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:40 WIB

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:38 WIB

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:36 WIB

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:35 WIB

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:31 WIB

Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z

Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:30 WIB

Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22 WIB

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:21 WIB

Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua

Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:20 WIB

×