alexametrics

Harga PCX 160 di Indonesia-Thailand Selisih Jauh, Beda di Manakah?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Harga PCX 160 di Indonesia-Thailand Selisih Jauh, Beda di Manakah?
All New Honda PCX 160 warna putih [PT AHM].

Harga bervariatif, apakah spesifikasi sama?

Suara.com - PT Astra Honda Motor (AHM) resmi memasarkan All-New Honda PCX 160 untuk pasar Indonesia. Namun seperti diketahui, salah satu produk skutik andalan Honda ini sebelumnya lebih dahulu dipasarkan di Thailand.

Tapi mengapa harga dari skutik bongsor Honda ini bisa lebih murah di Indonesia? Apakah yang menjadi pembeda dari produk yang dipasarkan di masing-masing negara?

"Honda PCX ini sama dengan yang diluncurkan di negara luar. Kemasannya juga sama, di global sama. Jadi tidak ada perubahan ibaratnya," tutur Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT AHM saat saat peluncuran All New Honda PCX 160, baru-baru ini.

Perbedaan antara Indonesia dan Thailand dalam pemasaran produk ini:

Baca Juga: PT Astra Honda Motor Buka Peluang Ekspor All-New PCX 160

All New Honda PCX 160 dilucurkan di Thailand. Kapan tiba di Indonesia? [Honda Thailand]
All New Honda PCX 160 diluncurkan di Thailand [Honda Thailand]

Honda PCX 160 di Indonesia

  • Dijual dalam tiga varian: CBS, ABS, dan e:HEV
  • All New Honda PCX 160 dipasarkan dengan harga on the road (OTR) DKI Jakarta Rp30,350 juta (CBS), Rp33,950 (ABS), dan Rp43,550 (e:HEV).

Honda PCX 160 di Thailand

  • All New Honda PCX 160 tersedia dalam dua varian, Standar dan ABS.
  • Harga All New Honda PCX 160 Standar dibanderol mulai THB 85.900 atau Rp39,8 jutaan (THB 1 = Rp 464). Sedangkan harga All New Honda PCX 160 ABS dibanderol THB 91.900 atau Rp42,6 jutaan.

Lebih lanjut, dijelaskan Thomas Wijaya bahwa tiap negara punya strategi masing-masing dalam penetapan harga, utamanya melihat pasar dan daya beli masyarakat di tiap wilayahnya.  PT AHM fokus agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia.

"Kami set harganya di Rp30 jutaan, kemudian di Rp33 juta ABS, dan Rp43 juta yang tipe hybrid. Kalau di negara lain tentu punya strategi yang berbeda, kemudian ada beberapa perbedaan mungkin di masalah kurs, kami tidak tahu di negara lain." tutup Thomas Wijaya.

Baca Juga: Tesla Investasi dalam Bentuk Lain, Mata Uang Kripto Melesat

Komentar