Soal Produknya Berpotensi Jadi Mata-mata, Ini Janji Elon Musk

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 22 Maret 2021 | 09:16 WIB
Soal Produknya Berpotensi Jadi Mata-mata, Ini Janji Elon Musk
Sebuah mobil Tesla Model X dipamerkan di Polandia pada Juni 2017. [Shutterstock]

Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation, Elon Musk berjanji tidak akan membocorkan data yang dihimpun dari kendaraan listrik buatannya kepada pihak pemerintah di China, Amerika Serikat, atau negara mana pun. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Ada tuntutan yang sangat kuat bagi kami dalam menjaga kerahasiaan informasi apa pun. Jika Tesla menggunakan mobil untuk melakukan kegiatan mata-mata di China atau di mana pun, kami akan menutup si pabrik," ujarnya dalam Forum Pembangunan China (CDF) yang digelar melalui saluran video, Sabtu (20/3/2021).

CDF adalah pertemuan bisnis tingkat atas yang digelar oleh Dewan Negara di Beijing, ibu kota China, pada 18-20 Maret 2021. Dan dalam kesempatan itu, Elon Musk juga memberikan pandangan bahwa kendaraan yang bisa beroperasi secara mandiri akan segera mengubah tatanan transportasi global.

CEO Tesla Elon Musk (tengah) dalam satu acara peletakan batu pertama pabrik mobil listrik barunya di Shanghai, China, pada 2019. [Xinhua/mii via ANTARA].
CEO Tesla Elon Musk (tengah) dalam satu acara peletakan batu pertama pabrik mobil listrik barunya di Shanghai, China, pada 2019. [Xinhua/mii via ANTARA].

"Ketika kita memikirkan teknologi, kita menemukan AI, RNA dan DNA sintetis. Kita juga melihat teknologi yang digunakan untuk mengembangkan vaksin. Sama seperti kedokteran digital, ini akan menjadi revolusi besar dalam perawatan medis dan pengembangan vaksin. Tentu saja, mobil tanpa pengemudi yang segera hadir akan mengubah wajah transportasi secara dramatis," paparnya.

Elon Musk memberikan pernyataan tentang kerahasiaan data yang dihimpun mobil-mobil produksinya itu hanya berselang beberapa jam setelah pihak militer China melarang mobil merek Tesla memasuki kawasan militer. Alasan mereka untuk mencegah ancaman keamanan karena mobil Tesla dilengkapi kamera dan sensor ultrasonik yang bisa mengeskpose lokasi target.

Dalam mengutamakan faktor keamanan penggunanya dengan menerapkan teknologi dan industri masa depan, Elon Musk menekankan pentingnya mematuhi regulasi.

Ia menyebutkan bahwa kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) adalah tantangan tersendiri.

"Meskipun manusia dan AI memiliki banyak kesamaan, AI memiliki bandwidth yang tidak terbatas, jadi AI akan jauh lebih bertenaga," paparnya seperti dikutip kantor berita Antara dari beberapa media di China dan Hong Kong.

Sebagai catatan, Tesla adalah salah satu perusahaan asing yang membangun pabrik di China--negara pemilik pasar otomotif terbesar di dunia.

baca juga

Dengan bantuan otoritas Kota Shanghai dan sejumlah bank milik pemerintah China, Tesla telah menjadi perusahaan otomotif asing pertama yang mendirikan pabrik tanpa bermitra dengan perusahaan lokal.

Tahun lalu, Tesla mampu menjual mobil listrik kelas premium di China hingga mencapai 147.445 unit atau sekitar 30 persen dari total penjualan globalnya yang mencapai 500.000 unit.

Meskipun di China terdapat beberapa pabrik mobil listrik kelas premium, kekinian Tesla tetap memimpin pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sanksi Ekonomi AS Cengkeram 5 Sektor Vital Iran Demi Lumpuhkan Jalur Keuangan

Sanksi Ekonomi AS Cengkeram 5 Sektor Vital Iran Demi Lumpuhkan Jalur Keuangan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Bagaimana Strategi Sanksi AS ke Iran Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia?

Bagaimana Strategi Sanksi AS ke Iran Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Purbaya Klaim Amerika Tiru Indonesia soal Strategi Buyback Obligasi

Purbaya Klaim Amerika Tiru Indonesia soal Strategi Buyback Obligasi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China

Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Terkini

Dosen UGM Sebut Sistem Desil Bansos Hanya Alibi Pemerintah Kurangi Bantuan Akibat Defisit Fiskal

Dosen UGM Sebut Sistem Desil Bansos Hanya Alibi Pemerintah Kurangi Bantuan Akibat Defisit Fiskal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:21 WIB

Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo

Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:19 WIB

55 Warga Malaysia Hilang Kontak di Tengah Banjir Bandang Nepal

55 Warga Malaysia Hilang Kontak di Tengah Banjir Bandang Nepal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:17 WIB

Nike Pegasus Vs Adidas Ultraboost, Mana yang Lebih Mantap untuk Lari?

Nike Pegasus Vs Adidas Ultraboost, Mana yang Lebih Mantap untuk Lari?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Transaksi Digital via BRImo di Modinity WHS 2026, Dapatkan Cashback hingga Tas Mewah

Transaksi Digital via BRImo di Modinity WHS 2026, Dapatkan Cashback hingga Tas Mewah

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Tok! Sardjito Resmi Jadi Bos Bursa Mineral OJK

Tok! Sardjito Resmi Jadi Bos Bursa Mineral OJK

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Nutrisi Keluarga Harus Tetap Optimal: Tips Bijak Belanja di Tengah Tekanan Ekonomi

Nutrisi Keluarga Harus Tetap Optimal: Tips Bijak Belanja di Tengah Tekanan Ekonomi

Health | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:13 WIB

6 HP untuk Live Streaming TikTok dan Shopee, RAM 8GB dan Baterai 5.000 mAh ke Atas

6 HP untuk Live Streaming TikTok dan Shopee, RAM 8GB dan Baterai 5.000 mAh ke Atas

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Akibat Desil Tak Akurat, Hati-hati Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Akibat Desil Tak Akurat, Hati-hati Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Sentil Fasilitas Mewah DPR, Aktivis Pati: Bapak Tetap Kaya Meski Ada Korupsi

Sentil Fasilitas Mewah DPR, Aktivis Pati: Bapak Tetap Kaya Meski Ada Korupsi

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:11 WIB

×