Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia Punya 122 Stasiun Recharging

Kamis, 22 April 2021 | 17:00 WIB
Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia Punya 122 Stasiun Recharging
Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) komersial pertama milik PT Pertamina (Persero) di SPBU Fatmawati, Jakarta, mulai beroperasi, Kamis (10/12/2020). Sebagai ilustrasi [Pertamina via ANTARA/HO]

Suara.com - Dalam acara peluncuran Grab Langkah Hijau yang berlangsung secara virtual, Kamis (22/4/2021), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan bahwa sampai April 2021 pemerintah telah membangun 122 stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik yang tersebar di 83 lokasi.

Dikutip dari kantor berita Antara, Arifin Tasrif menyatakn bahwa stasiun pengisian daya itu tersebar di beberapa lokasi seperti:

  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
  • Komplek perkantoran
  • Perhotelan
  • Pusat perbelanjaan
  • Area parkir
  • Area istirahat sementara di sepanjang jalur tol.

Sesuai road map yang telah disusun, pada 2025 diharapkan sudah dibangun 3.860 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan jumlah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebanyak 39.627 unit.

Mobile charging Hyundai Kona dan IONIQ yang ditunjukkan di Sirkuit Sentul Bogor [ANTARA/Fathur Rochman].
Mobile charging Hyundai Kona dan IONIQ yang ditunjukkan di Sirkuit Sentul Bogor. Sebagai ilustrasi proses charging di luar SPKLU [ANTARA/Fathur Rochman].

"Untuk SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) sendiri diharapkan dapat terbangun 17 ribu unit di tahun 2025," ucap Arifin Tasrif.

Dalam kesempatan jumpa virtual ini, Menteri ESDM turut berbicara mengenai tarif isi daya kendaraan listrik. Disebutkan biaya isi daya kendaraan listrik di Indonesia termasuk salah satu yang termurah di dunia.

Tarif isi daya kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mengacu pada kategori layanan khusus yakni Rp1.644,5 sampai dengan Rp2.466,7 rupiah per kWh.

Hanya China yang tarifnya lebih rendah daripada Indonesia, demikian disampaikan Menteri ESDM.

Ia menambahkan bahwa berbagai regulasi dan insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah bertujuan agar masyarakat segera beralih ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Indonesia terus bergerak menuju era KBLBB. Komitmen ini diwujudnyatakan dengan mulai digunakannya kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional di beberapa Kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah," papar Arifin Tasrif.

Baca Juga: SK IE Technology Investasi di Eropa, Garap Separator Baterai Mobil Listrik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI