Pakar Sebutkan: Setelah Kelangkaan Chip, Mungkin Akan Terjadi Kekurangan Baterai Listrik

Senin, 02 Agustus 2021 | 21:20 WIB
Pakar Sebutkan: Setelah Kelangkaan Chip, Mungkin Akan Terjadi Kekurangan Baterai Listrik
Nissan Ariya, crossover all-electric atau tenaga listrik murni dengan logo "Nissan" baru. Sebagai ilustrasi produk [Nissan].

Suara.com - Para produsen kendaraan roda empat menyatakan bahwa langkanya pasokan chip semikonduktor membuat perlambatan kinerja pabrik mereka. Terjadi berlarut-larut  sejak tahun kemarin, dan solusi masih diupayakan. Termasuk beberapa langkah terobosan.

Antara lain seperti keputusanTesla Incorporation menggunakan chip alternatif serta setting ulang software. Sementara Bosch, perusahaan komponen pendukung industri otomotif mengupayakan pembuatan chip substitusi.

Dikutip kantor berita Antara dari AFP pada Senin (2/8/2021), Jaguar Land Rover menyebutkan bahwa kekurangan semikonduktor bisa memangkas setengah produksi kuartal ketiganya.

Ilustrasi chipset. [Shutterstock]
Ilustrasi chip semikonduktor [Shutterstock]

Senada, Volkswagen mengatakan dampak rawan pasokan ini kemungkinan akan lebih jelas pada kuartal ketiga karena menurunkan perkiraan produksi tahunannya sekitar 450.000 kendaraan.

Jumlah adalah lima persen dari tingkat produksi tahun lalu atau sepertiga dari peningkatan output yang diharapkan perusahaan yang menjadi payung banyak brand kendaraan itu, di awal tahun ini.

"Risiko kemacetan dan gangguan dalam pasokan komponen chip semikonduktor telah meningkat di seluruh industri," jelas juru bicara perusahaan mobil asal Jerman itu.

Bahkan, gangguan chip semikonduktor tadi mampu memaksa Nissan untuk menunda peluncuran crossover tenaga listrik produksinya, Nissan Ariya.

"Kita telah mencapai puncak krisis," kata kepala Pusat Penelitian Otomotif di Jerman, Ferdinand Dudenhoeffer.

Pakar ini menyatakan bahwa kondisi industri otomotif tanpa pasokan chip semikonduktor kemungkinan sudah hampir berada dalam kondisi terburuk.

Baca Juga: Akan Dipasarkan Segera di Tanah Air, All-New Nissan LEAF Siap Diorder Mulai Rp649 Juta

"Situasi akan membaik ketika kapasitas produksi baru tersedia, tetapi masalahnya tidak akan selesai pada akhir 2021 dan dapat berlanjut hingga 2023," lanjutnya.

Ia memperkirakan kekurangan chip semikonduktor akan mengakibatkan kerugian keseluruhan dalam produksi 5,2 juta unit kendaraan tahun ini.

Ferdinand Dudenhoeffer mengatakan jika produsen mobil telah mampu mengatasi kekurangan semikonduktor, masalah lain akan menunggu. Yaitu kekurangan pasokan baterai mobil listrik mungkin akan muncul pada 2023, seiring dengan peningkatan produksi kendaraan listrik dengan cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI