alexametrics

Mobil Respons Cepat Vaksin Keliling di Kota Surabaya Beroperasi di 22 Titik

RR Ukirsari Manggalani
Mobil Respons Cepat Vaksin Keliling di Kota Surabaya Beroperasi di 22 Titik
Mobil Respons Cepat Vaksin Keliling di Kota Surabaya (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Saat ini tersedia sekitar 22 unit mobil vaksin keliling dan akan ditambah lagi.

Suara.com - Mobil Respons Cepat Vaksin Keliling di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (16/8/2021) telah diluncurkan. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Mobil vaksin keliling beroperasi di 22 titik mulai hari ini," jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah acara peluncuran Mobil Respons Cepat Vaksin Keliling di Tugu Pahlawan, Surabaya, Senin (16/8/2021).

Mobil vaksin keliling itu adalah program yang dimotori Polrestabes Surabaya dan didukung Pemkot Surabaya. Setidaknya ada 22 mobil bantuan dari berbagai pemangku kepentingan yang siap digunakan untuk melakukan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

Mobil respons cepat vaksin keliling diparkir di halaman Mapolrestabes Surabaya (15/8/2021) [ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya].
Mobil respons cepat vaksin keliling diparkir di halaman Mapolrestabes Surabaya (15/8/2021) [ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya].

Disebutkan pula oleh Wali Kota Surabaya, bahwa setiap kendaraan vaksin keliling ini mampu melakukan vaksinasi hingga 500 dosis per hati.

Baca Juga: Perkuat Perlindungan Data, China Pastikan Industri Otomotif Perhatikan Privasi Pengguna

"Kami kumpulkan warga yang akan divaksinasi, per RW, per puskesmas, 500 orang, berganti-ganti," tukasnya.

Dan Pemkot Surabaya bakal menambahkan 10 unit mobil untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Totalnya nanti akan menjadi 32 unit mobil.

Kekinian, seperti disebutkan oleh Eri Cahyadi dalam acara streaming bersama Suara.com di YouTube yang berlangsung hari ini, tentang vaksinasi di Kota Surabaya, penerima vaksinasi pertama telah mencapai 70 persen. Sedangkan penerima vaksinasi kedua sampai pada sekitar 50 persen.

Harapannya, dengan kehadiran Mobil Vaksin Keliling maka target bisa tercapai karena platform mobile bisa menjangkau para calon penerima vaksin yang karena satu dan lain hal tidak bisa hadir.

Baca Juga: Produk Otomotif Indonesia Kembali Bebas Bea Masuk di Filipina, Peluang Ekspor Terbuka

Komentar