alexametrics

PLN Jamin Suplai untuk Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Liberty Jemadu
PLN Jamin Suplai untuk Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang
Presiden Joko Widodo (kanan) menyimak penjelasan proses pembuatan baterai sel saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). [Antara/Biro Pers Media Setpres/Laily Rachev]

PLN telah menyiapkan sejumlah gardu induk guna memenuhi kebutuhan pabrik baterai mobil listrik HKML Battery Indonesia di Karawang.

Suara.com - PT PLN (Persero) berkomitmen akan menyediakan keandalan pasokan daya listrik kepada konsorsium pabrik baterai mobil listrik LG dan Hyundai bernama HKML Battery Indonesia yang akan menjadi produsen baterai pertama di Indonesia.

"Kami siap menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan, aman, dan stabil sesuai dengan timeline dan kebutuhan investasi," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2021).

PLN telah menyiapkan sejumlah gardu induk guna memenuhi kebutuhan listrik pabrik baterai mobil tersebut. Perseroan juga telah melakukan pembahasan perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Karawang New Industy City (KNIC) sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia.

Menurut Zulkifli, hilirisasi industri nikel menjadi modal untuk Indonesia bersaing di kancah mancanegara mengingat Indonesia memiliki 24 persen cadangan nikel di dunia yang merupakan mineral penting dalam bahan baku pengembangan kendaraan listrik.

Baca Juga: Pabrik di Indonesia Segera Rampung, Hyundai Optimis Penjualan Bakal Naik

"PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant di KNIC khususnya contohnya green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya," ucap Zulkifli.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menginvestasikan dana senilai 1,1 miliar dolar AS ke dalam perusahaan patungan untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Jawa Barat.

Dalam konsorsium itu, industri asal Korea Selatan bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation yang beranggotakan Inalum, Antam, Pertamina, PLN, dan Contemporary Amperex Technology.

Pembangunan pabrik ditargetkan selesai pada paruh pertama tahun 2023. Adapun produksi massal sel baterai akan dilakukan setahun setelahnya pada 2024. [Antara]

Baca Juga: Pabrik Hyundai di Cikarang Siap Beroperasi Akhir Tahun, Saat Ini Trial Production

Komentar