Ramai Gerakan Reduksi Emisi di Eropa, Ternyata Warganya Masih Cinta Motor 'Peminum' BBM

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 21 September 2021 | 15:25 WIB
Ramai Gerakan Reduksi Emisi di Eropa, Ternyata Warganya Masih Cinta Motor 'Peminum' BBM
Ilustrasi motor elektrik. (pixabay.com)

Suara.com - Beberapa tahun belakangan, sejumlah negara-negara di Eropa gencar melakukan perombakan infrastruktur guna mengurangi polusi, termasuk dengan menggunakan pembangkit listrik ramah lingkungan dan elektrifikasi kendaraan.

Walau gencar, rupanya mayoritas warga di benua tersebut enggan beralih untuk menggunakan motor elektrik.

Dilansir dari RideApart, hasil survei yang dilakukan oleh FEMA (Federation of European Motorcyclists Associations) mengungkap bahwa 92,91 warga Eropa menolak pelarangan penjualan motor baru berbahan bakar minyak.

Survei tersebut dilakukan pada 23,768 responden yang terdiri dari 1,188 pemotor wanita dan 22,580 pemotor laki-laki.

Survei tersebut juga mengungkap beberapa hal menarik lainnya terkait denyut nadi pengendara motor di Eropa saat ini.

Misalnya, jika sepeda pra-2006 dilarang memasuki kota-kota tertentu karena emisi, sekitar 55,46 persen pengendara yang disurvei akan mempertimbangkan untuk membeli sepeda baru.

Namun, lebih dari 44 persen akan mempertimbangkan untuk beralih ke moda transportasi lain sepenuhnya.

Motor elektrik Harley-Davidson LiveWire. (visordown.com)
Motor elektrik Harley-Davidson LiveWire. (visordown.com)

Dari pengendara yang disurvei, 53,38 persen mengatakan mereka akan berhenti berkendara sama sekali jika penjualan sepeda motor bakar baru dilarang, alih-alih beralih ke sepeda motor tanpa emisi.

38,96 persen pengendara mengatakan mereka akan membeli sepeda tanpa emisi dan terus bersepeda, dan hanya 7,67 persen pengendara mengatakan mereka akan memilih sepeda tanpa emisi daripada sepeda bertenaga pembakaran jika diberi pilihan.

baca juga

Selain itu, di antara pengendara yang mengatakan mereka akan senang untuk beralih ke sepeda tanpa emisi, 88,75 persen mengatakan mereka tidak bersedia membayar lebih untuk sepeda tanpa emisi daripada untuk sepeda pembakaran yang sebanding.

Menariknya, meskipun hasil survei juga dibagi ke dalam kelompok usia, tidak ada perbedaan pendapat yang besar antara usia 16 hingga 30 tahun, 31 hingga 45 tahun, 46 hingga 60 tahun, dan pengendara berusia 61 tahun atau lebih pada semua masalah yang disurvei.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warung Ayam Penyet Diduga Diserang Geng Motor, Polisi Turun Tangan

Warung Ayam Penyet Diduga Diserang Geng Motor, Polisi Turun Tangan

Sumut | Selasa, 21 September 2021 | 14:14 WIB

Mengintip si Kencang Yamaha R15 Terbaru, Makin Canggih dengan Traction Control Plus ABS!

Mengintip si Kencang Yamaha R15 Terbaru, Makin Canggih dengan Traction Control Plus ABS!

Otomotif | Selasa, 21 September 2021 | 12:03 WIB

Penyelidikan NHTSA: Inflator Airbag Takata Bermasalah di 30 Juta Kendaraan

Penyelidikan NHTSA: Inflator Airbag Takata Bermasalah di 30 Juta Kendaraan

Otomotif | Selasa, 21 September 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Health | Minggu, 06 September 2026 | 00:17 WIB

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

News | Sabtu, 05 September 2026 | 23:05 WIB

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 22:35 WIB

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:21 WIB

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 22:15 WIB

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:10 WIB

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:06 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 22:04 WIB

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 22:01 WIB

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:00 WIB

×