Perawatan Mobil Manual Lebih Repot Dibandingkan Matik?

Rabu, 29 September 2021 | 18:07 WIB
Perawatan Mobil Manual Lebih Repot Dibandingkan Matik?
Layanan bengkel resmi Mitsubishi di masa PPKM. Sebagai ilustrasi selain merawat mobil di rumah, bisa pula manfaatkan jasa bengkel resmi [PT MMKSI via ANTARA].

Suara.com - Melakukan perawatan mobil secara mandiri menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan saat pengguna berada di kediaman masing-masing untuk waktu cukup lama.

Akan tetapi, mungkin saja timbul keraguan bagi pemilik mobil bertransmisi manual bila ingin merawat mobil manual di rumah. Pasalnya ada anggapan bahwa merawat kendaraan kategori ini lebih sulit dilakukan ketimbang mobil transmisi otomatis atau matik. Pasalnya mobil manual perlu melakukan banyak penggantian pelumas.

Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia mengatakan bahwa dalam merawat mobil manual versus matik memang ada perbedaan, yaitu waktu penggantian oli transmisi.

Clutch disc alias piringan kopling yang perlu diperiksa berkala termasuk bagian pegas untuk kaki [Shutterstock].
Clutch disc alias piringan kopling yang perlu diperiksa berkala dan diberi pelumas [Shutterstock].

"Untuk manual harus ganti oli semua. Bedanya kalau mobil matik terdapat oli girboks dan oli cadangan. Jadi untuk penggantian oli mobil otomatis butuh dua kali dan tiga kali flushing. Ganti oli sparenya baru ganti oli secara keseluruhan," jelas Rifat Sungkar, dalam sesi tanya jawab virtual bersama Mitsubishi Motors, Rabu (29/9/2021).

Mengenai mobil manual, lanjut Rifat, persoalan kopling habis tidak bisa diketahui pasti saatnya. Yang jelas setelah kopling habis wajib diganti.

Yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan berkendara, karena akan menentukan awet atau tidaknya kopling.

"Pengalaman saya, saat menginjak 50.000 kilometer sudah waktunya untuk peremajaan," kata Rifat Sungkar.

Tetapi perlu diingat, mobil manual yang sering membawa beban banyak dan sering melewati tanjakan variabelnya juga berbeda. Karena pasti kopling akan lebih cepat habis.

Sedangkan transmisi otomatis punya converter. Bongkaran besar sebaiknya dilakukan setelah mobil matik melahap trek sejauh 100.000 km.

"Jadi untuk memeliharanya, kuncinya ada di oli spare. Jadi penggantiannya lebih ke literan kecil," tutup Rifat Sungkar.

Baca Juga: Pentingnya Penggunaan Oli Mesin yang Tepat untuk Sepeda Motor

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI