alexametrics

Pasokan BBM Semakin Langka, Minat Konsumen Beli Mobil Listrik Meningkat

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pasokan BBM Semakin Langka, Minat Konsumen Beli Mobil Listrik Meningkat
Jaguar I-Pace EV400 AWD, sebagai contoh produk Britania Raya bertenaga listrik [Suara.com/ukirsari Ingram].

Selain mobil listrik baru, ada pula yang memilih versi bekas.

Suara.com - Volkswagen Financial Services melakukan studi terhadap 2.000 pengemudi di Inggris, dan menghasilkan temuan bahwa 35 persen pemilik mobil cenderung akan menggunakan mobil listrik.

Bukan tanpa alasan, hal ini merujuk pada kasus kekurangan pasokan bahan bakar yang baru-baru ini terjadi di Britania Raya. Awalnya karena kurangnya tenaga pengemudi Heavy Goods Vehicle atau HGV akibat Britain Exit atau Brexit.

Sebagaimana dilansir dari Motor1, kekurangan pasokan BBM yang terjadi pada akhir September dan awal Oktober tahun ini menyebabkan antrean di SPBU dan melahirkan panic buying terhadap para pemilik kendaraan.

Akibatnya, beberapa SPBU membatasi jumlah yang dapat dibeli pelanggan, sementara yang lain harus menutup tempat penjualan karena kehabisan bahan bakar.

Baca Juga: Tesla Luncurkan Perangkat Pengisi Daya Rumahan untuk Semua Jenis Mobil Listrik

Suasana lalu lintas Kota London dengan landmark Big Ben, Portcullis House, dan monumen Sir Winston Churchill [Suara.com/ukirsari-Nicholas Ingram].
Suasana lalu lintas Kota London dengan landmark Big Ben, Portcullis House, dan monumen Sir Winston Churchill. Kendaraan berbahan bakar minyak bumi, gas, dan listrik bisa dijumpai. Sebagai ilustrasi  [Suara.com/ukirsari-Nicholas Ingram].

Studi Volkswagen Financial Services menemukan 30 persen dari responden berusia 18-24 tahun dan 31 persen dari 25-34 tahun menyatakan panik membeli bahan bakar. Sebagai perbandingan, hanya tujuh persen dari responden berusia 55-64 tahun membuat pernyataan yang sama.

"Kendaraan listrik tidak pernah sepopuler sekarang ini dan jelas dari penelitian kami bahwa krisis bahan bakar baru-baru ini mempercepat lonjakan permintaan mobil listrik dan teknologi baru mereka," kata Rebecca Whitmore, pemilik produk senior kendaraan listrik di Layanan Keuangan Volkswagen Inggris.

Namun, lanjut Rebecca, untuk memenuhi target dekarbonisasi pemerintah, dibutuhkan penggunaan kendaraan listrik yang jauh lebih tinggi.

Rata-rata panjang setiap perjalanan mobil di Inggris kurang dari 16 km, jadi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengubah persepsi masyarakat luas tentang kebiasaan mengemudi mereka, karena mobil listrik akan masuk ke dalam kehidupan sehari-hari," terangnya.

Secara keseluruhan, survei yang dilakukan Volkswagen Financial Services menunjukkan dampak dari kekurangan BBM membuat minat orang membeli mobil listrik semakin meningkat.

Baca Juga: Indonesia Ajak Amerika Serikat Investasi Energi, Mobil Listrik dan Baterai Lithium

Tercatat lebih dari sepertiga mengatakan mereka lebih cenderung memilih mobil listrik ketika mereka berniat mengganti mobil mereka. Demikian pula, 32 persen orang Inggris mengatakan mereka cenderung akan membeli kendaraan listrik bekas ketika saatnya untuk mengganti mobil mereka.

Komentar