facebook

Bursa Saham Wall Street Menguat, Tesla Tampil Perkasa di Hari Perdagangan Pertama 2022

RR Ukirsari Manggalani
Bursa Saham Wall Street Menguat, Tesla Tampil Perkasa di Hari Perdagangan Pertama 2022
Produk Tesla dikirim keluar dari pabriknya, Tesla Gigafactory Shanghai [Reuters/Aly Song via ANTARA Foto].

Tesla ikut berperan dalam naiknya nilai bursa saham Wall Street.

Suara.com - Bursa saham Wall Street terpantau menguat di akhir transaksi Senin (1/1/2022) atau Selasa pagi waktu Indonesia. Dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average membukukan rekor penutupan tertinggi di hari perdagangan pertama tahun ini, dibantu oleh kenaikan saham perusahaan mobil listrik Tesla Incorporation dan perbankan.

Dikutip dari kantor berita Antara, saham Tesla melonjak 13,5 persen setelah pengiriman kuartalan pembuat mobil listrik itu mengalahkan perkiraan analis. Selain itu perusahaan milik Elon Musk ini mampu mengatasi kekurangan chip global karena meningkatkan produksi di China.

Pendiri dan CEO Tesla Elon Musk saat memperkenalkan Tesla Cybertruck bertenaga baterai dalam launching di Tesla Design Center di Hawthorne, California, Amerika Serikat beberapa tahun lalu [AFP/Frederic J. Brown].
Pendiri dan CEO Tesla Elon Musk saat memperkenalkan Tesla Cybertruck bertenaga baterai dalam launching di Tesla Design Center di Hawthorne, California, Amerika Serikat beberapa tahun lalu [AFP/Frederic J. Brown].

Sementara itu, Apple Inc menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 3 triliun dolar Amerika Serikat (AS) tetapi mengakhiri transaksi sedikit di bawah angka ini. Sahamnya berakhir terdongkrak 2,5 persen pada 182,01 dolar AS setelah naik setinggi 182,88 dolar AS selama sesi.

Kedua saham ini memberikan dorongan terbesar pada S&P 500, tetapi pengamat pasar mengatakan meredanya kekhawatiran investor tentang dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron juga membantu sentimen pasar, bahkan dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19.

Baca Juga: Goodyear ElectricDrive GT, Ban Khusus Mobil Listrik

"Berita sebenarnya adalah orang-orang merasa putaran terakhir COVID-19 ini sepertinya tidak akan melemahkan ekonomi ketika banyak pembatasan dan lockdown dilakukan," jelas Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.

Di antara perkembangan terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengesahkan dosis ketiga vaksin Pfizer Inc dan BioNTech untuk anak-anak berusia 12 tahun hingga 15 tahun.

Ribuan sekolah di Amerika Serikat telah menunda jadwal kembali ke ruang kelas minggu ini setelah liburan atau beralih ke pembelajaran jarak jauh karena varian Omicron mendorong tingkat rekor COVID-19.

Sementara itu, dikutip dari Hindustan Times beberapa waktu lalu, di akun Twitter pribadinya, Elon Musk mengatakan bahwa dia telah mencapai target mengurangi sahamnya di Tesla Incorporation. Yaitu sebesar 10 persen.

"Saya menjual saham Tesla kira-kira 10 persen," kata Elon Musk, dikutip dari Hindustan Times.

Baca Juga: Tahun Ini, China Siap Pangkas Subsidi Mobil Listrik 30 Persen

Komentar Elon Musk ini membantu mendorong saham Tesla sejak 1 November 2021. Sahamnya naik 7,5 persen minggu lalu dan nilai perusahaan naik kembali di atas 1 triliun dolar AS.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar