Suara.com - Daimler secara resmi mengumumkan berganti nama menjadi Mercedes-Benz Group AG sejak 1 Februari 2022.
Perubahan penamaan ini menjadi langkah perusahaan untuk melakukan perombakan struktural. Perusahaan mengumumkan bahwa bisnis truk dan bus akan dipisahkan dan terdaftar secara terpisah sebagai Daimler Truck.
Dengan demikian, perusahaan akan memiliki manajemen tersendiri. Sedangkan penggantian nama Daimler, dirancang untuk membuka pertumbuhan dan potensi bisnis masa depan yang digerakkan oleh perangkat lunak tanpa emisi.
![Mercedes-Benz eActros, truk listrik yang siap mengaspal di Eropa dan Nordic mulai musim gugur 2021 [Mercedes-Benz eActros world premiere 2021 via ANTARA].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/01/44029-mercedes-benz-eactros-1.jpg)
"Kami memiliki peluang nyata untuk meningkatkannya," kata Ola Kaellenius, CEO Daimler, dikutip dari Paultan.
Pihak Mercedes-Benz tidak menyatakan target penilaian spesifik untuk perusahaan, yang sekarang bernilai hanya di bawah 77 miliar euro.
Namun, analis mengatakan bila pembuat mobil masih akan bertarung di pasar mobil premium dengan segmen terbatas. Hanya, segmen ini dinilai tidak akan tumbuh begitu banyak.
![Tampilan perdana Lucid Air, sedan listrik yang tampil di New York International Auto Show, Javits Center, Amerika Serikat (13/4/2017) [AFP/Timotius A. Clary].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/12/28195-lucid-air-1.jpg)
"Investor mulai melihat Mercedes sebagai brand senada Lucid Motors atau Tesla, karena kami memasukkan EV (kendaraan listrik) ke pasar elektrifikasi," kata Tom Naraya, analis mobil Eropa di RBC Capital Markets.
"Tapi Lucid dan Tesla memulai dengan 100 persen EV. Sementara akan halnya Mercedes-Benz, kami harus mengubah bisnis mesin pembakaran internal yang ada menjadi EV," pungkasnya.