Jelek! Lagu Resmi Piala Dunia 2026 Dihujat Fans: Gak Ada Greget, Lebih Mirip Sound WWE

Galih Prasetyo

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:47 WIB
Jelek! Lagu Resmi Piala Dunia 2026 Dihujat Fans: Gak Ada Greget, Lebih Mirip Sound WWE
Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
baca 10 detik
  • Lagu resmi pertama Piala Dunia 2026 berjudul "Lighter" adalah kolaborasi Jelly Roll dan Carín León.
  • Lagu tersebut memadukan musik country Amerika dengan nuansa Meksiko untuk mencerminkan tuan rumah multikultural.
  • Publik sepak bola banyak mengecam lagu "Lighter" di media sosial karena dianggap kurang berenergi dan mengecewakan.

Suara.com - Lagu resmi pertama untuk ajang Piala Dunia 2026 resmi dirilis, namun reaksi publik justru jauh dari harapan.

Banyak penggemar sepak bola di media sosial mengecam lagu berjudul Lighter, bahkan ada yang bercanda meminta turnamen dibatalkan setelah mendengarnya.

Menjelang kick off Piala Dunia 2026, FIFA mulai merilis berbagai pengumuman, termasuk album musik resmi Piala Dunia.

Lagu pertama yang diperkenalkan berjudul Lighter, hasil kolaborasi antara Jelly Roll dan Carín Leon.

Lagu tersebut memadukan musik country khas Amerika dengan nuansa musik Meksiko untuk mencerminkan semangat multikultural tuan rumah.

Produksi lagu juga melibatkan produser asal Kanada, Cirkut, yang sebelumnya memenangkan Grammy sebagai Producer of the Year.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menjanjikan proyek musik yang spektakuler untuk menyambut turnamen terbesar sepak bola dunia.

“Bintang besar dan talenta baru dari berbagai budaya akan bersatu menciptakan satu irama global untuk merayakan permainan indah ini,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari Sportbible.

Namun respons fans justru berbanding terbalik. Banyak pengguna media sosial mengaku kecewa dan menilai lagu tersebut tidak memiliki energi seperti lagu-lagu Piala Dunia sebelumnya.

baca juga

Salah satu pengguna X menulis, “Batalkan saja seluruh turnamennya.”

Komentar lain membandingkan lagu terbaru dengan lagu legendaris milik Shakira yang pernah menjadi soundtrack Piala Dunia 2002.

“Lagu Piala Dunia sekarang menurun. Dulu kita punya mahakarya dari Shakira, sekarang malah lagu dari seseorang bernama Jelly Roll.”

Ada juga yang menyindir bahwa lagu tersebut terdengar seperti musik acara gulat.

“Rasanya lebih seperti lagu tema WWE daripada lagu Piala Dunia.”

Seorang fans lain menilai lagu itu kurang emosional dan tidak meninggalkan kesan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bintang Bulgaria Pede Tatap FIFA Series 2026 di Indonesia: Kami Punya Kualitas!

Bintang Bulgaria Pede Tatap FIFA Series 2026 di Indonesia: Kami Punya Kualitas!

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:31 WIB

Deretan Fakta Menarik Jelang Potensi Duel Timnas Indonesia Vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Deretan Fakta Menarik Jelang Potensi Duel Timnas Indonesia Vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:22 WIB

Bongkar Taktik John Herdman: Prediksi Formasi 3 Bek Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Bongkar Taktik John Herdman: Prediksi Formasi 3 Bek Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11 WIB

FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026 dari AS ke Meksiko

FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026 dari AS ke Meksiko

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:49 WIB

Selandia Baru Tetap Lakukan Persiapan Melawan Iran Jelang Piala Dunia 2026

Selandia Baru Tetap Lakukan Persiapan Melawan Iran Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:01 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×