Langkah Awal Yamaha untuk Bikin Motor Hydrogen: Mulai dari Meracik Mesin Mobil untuk Lexus

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 25 Februari 2022 | 15:59 WIB
Langkah Awal Yamaha untuk Bikin Motor Hydrogen: Mulai dari Meracik Mesin Mobil untuk Lexus
Logo Yamaha [Shutterstock].

Suara.com - Yamaha telah meluncurkan mesin mobil bertenaga hidrogen V8 yang bakal menjadi rencana awal untuk pengembangan mesin roda dua.

Dilansir dari MCN, prototipe ini didasarkan pada mesin 5 liter dari Lexus RC F dengan Yamaha memodifikasi injektor, kepala silinder, intake manifold dan banyak lagi untuk menciptakan mesin yang memberikan lebih dari 400bhp sambil menembakkan sedikit lebih dari air sebagai emisi.

"Mesin hidrogen memiliki potensi untuk menjadi netral karbon sambil menjaga semangat kami untuk pembakaran internal tetap hidup," kata Presiden Yamaha Hidaka.

"Bekerja sama dengan perusahaan dengan berbagai bidang keahlian serta meningkatkan jumlah mitra adalah bagaimana kami ingin memimpin."

Akhir tahun lalu Yamaha mengumumkan bahwa bersama dengan Kawasaki mereka sedang mengeksplorasi cara untuk mengembangkan mesin hidrogen untuk aplikasi roda dua.

Sekarang Yamaha telah membuktikan bahwa mereka dapat mengubah desain bensin yang ada menjadi hidrogen, semua mata akan melihat apa yang akan mereka lakukan pada motor.

Diasumsikan bahwa contoh pertama kemungkinan akan menjadi salah satu unit supercharged Kawasaki, karena mereka sudah menjembatani kesenjangan lain yakni injeksi langsung.

Tentu saja, membuat mesin pembakaran bertenaga hidrogen tidak sesederhana menyuntikkan hidrogen ke dalam desain bensin normal.

Salah satu perubahan besar yang harus dilakukan adalah adopsi injeksi langsung, yang melibatkan menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar.

baca juga
Ilustrasi mesin hidrogen buatan Yamaha. (MCN)
Ilustrasi mesin hidrogen buatan Yamaha. (MCN)

Karena ruangan bertekanan, ini tak mudah dilakukan, dibutuhkan sistem injeksi yang kompleks dan kuat. Kawasaki telah menyelesaikannya dengan versi injeksi langsung bensin (PDI) dari H2 mereka.

H2 ditempatkan dengan baik untuk membuat sepeda bertenaga hidrogen, karena induksi paksa merupakan faktor penting lainnya.

Karena kebutuhan akan rasio bahan bakar / udara yang berbeda, mesin hidrogen membutuhkan lebih banyak udara daripada bensin, hampir tiga kali lebih banyak.

Mesin supercharged mencapai ini dengan mengompresi udara sebelum diumpankan ke silinder.

Sebelum Anda terlalu khawatir tentang target ramah lingkungan yang merusak sensasi berkendara pakai motor, Yamaha menekankan bahwa mereka tidak lupa betapa pentingnya hal ini.

"Saya mulai melihat bahwa mesin yang hanya menggunakan hidrogen untuk bahan bakar benar-benar memiliki karakteristik kinerja yang sangat menyenangkan dan mudah digunakan," tambah Hidaka.

"Mesin hidrogen memiliki nuansa ramah bawaan yang membuatnya mudah digunakan bahkan tanpa menggunakan alat bantu mengemudi elektronik."

"Semua orang yang datang ke test-drive muncul dengan senyum lebar di wajah mereka di akhir. Ketika saya menyaksikan ini, saya mulai percaya bahwa sebenarnya ada potensi besar dalam karakteristik yang unik untuk mesin hidrogen daripada hanya memperlakukannya sebagai pengganti bensin," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Fitur Penting untuk Keselamatan Berkendara, Begini Cara Merawat Traction Control System

Jadi Fitur Penting untuk Keselamatan Berkendara, Begini Cara Merawat Traction Control System

Otomotif | Jum'at, 25 Februari 2022 | 13:18 WIB

Terapkan Prokes Ketat, Daihatsu Skill Contest Berlangsung ke-30 Kalinya

Terapkan Prokes Ketat, Daihatsu Skill Contest Berlangsung ke-30 Kalinya

Otomotif | Jum'at, 25 Februari 2022 | 10:00 WIB

5 Rekomendasi Motor Trail Murah: Ada yang Dibanderol Jauh Lebih Miring dari Kawasaki KLX, Simak Daftarnya

5 Rekomendasi Motor Trail Murah: Ada yang Dibanderol Jauh Lebih Miring dari Kawasaki KLX, Simak Daftarnya

Otomotif | Jum'at, 25 Februari 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

×