Suara.com - Clive Palmer, seorang crazy rich asal Australia baru-baru ini menjadi sorotan usai dua pembelian mobil koleksi miliknya yang bikin tercengang. Dilansir dari Autoevolution (3/2/2022), Palmer telah menyelesaikan kesepakatan terpisah pada dua kendaraan vintage, Rolls-Royce milik Raja Edward VIII, dan Mercedes-Benz 770K Grosser Offener Tourenwagen milik Adolf Hitler tahun 1939, alias Super Mercedes.
Tidak ada informasi tentang berapa banyak Palmer harus membayar untuk Mercedes ini, tetapi terakhir kali ditawarkan di lelang publik, kendaraan ini berada di angka 7 juta dolar atau sekitar Rp 100 miliar, namun gagal laku karena terdapat kendala administrasi.
Laporan itu mengklaim bahwa Palmer mendapatkannya dari seorang kolektor Rusia setelah dua tahun negosiasi dan bahwa ia berencana untuk menjadikannya pusat dari museum wahana vintage yang akan datang. Museum ini akan menampung 600 item, dengan limusin lapis baja yang signifikan secara historis ini di jantungnya.
Segera setelah kabar tentang akuisisi ini tersebar, Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews meminta penyelidikan ke dalamnya, dan apakah Palmer telah atau berencana untuk membawa kendaraan ke negara tetangga New Zealand ini.

Andrews mengisyaratkan bahwa Palmer telah melanggar peraturan impor dan khusus, yang melarang impor kendaraan tua dengan asbes di dalamnya.
Asbes banyak digunakan dalam rem dan bagian mesin, dan mereka yang membawa mobil klasik tanpa mengganti bagian-bagian ini menghadapi denda besar.
Selain itu, keberatan lain terhadap akuisisi ini adalah 'sakralnya' kepemilikan memorabilia Nazi, khususnya perihal tampilan salah satu item tersebut dalam koleksi pribadi, bahkan jika itu adalah museum.
Media lokal juga menyebutkan bahwa Palmer bisa saja melanggar sanksi transaksi terhadap Rusia, lantaran ia membeli limusin Mercedes dari seorang kolektor Negeri Beruang Merah tersebut.
Saat dimintai keterangan oleh media, kuasa hukum Palmer menepis kasus ini, namun enggan mengungkap fakta lebih lanjut.