Pakai Kampas Rem Non-Asbestos, Ikut Kurangi Polusi Lingkungan

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 28 Maret 2022 | 16:25 WIB
Pakai Kampas Rem Non-Asbestos, Ikut Kurangi Polusi Lingkungan
Ilustrasi rem motor termasuk kampas rem [Shutterstock]

Suara.com - Bila langkah-langkah "mengamankan lingkungan" atau menjaga polusi udara sudah diambil para produsen kendaraan dengan produksi mobil listrik serta sepeda motor listrik, perusahaan komponen atau suku cadang alias spareparts juga bisa memberikan kontribusi senada. Antara lain seperti penggunaan kampas rem non-asbestos.

Dikutip dari EPA, United States Environmental Agency, disebutkan bahwa sebagai serat mineral yang terdapat di batuan dan tanah, asbestos memiliki kekuatan serat dan ketahanan panas. Sehingga bisa digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan untuk insulasi dan sebagai penahan api, hingga industri otomotif. Khususnya sebagai material unit-unit yang senantiasa bergesekan. Antara lain kopling mobil, rem mobil, serta bagian transmisi.

Sayangnya, peningkatan konsentrasi asbestos di udara karena gesekan antarkomponen bisa melepaskan serat ke udara dan membahayakan.

Sementara itu, dikutip dari kantor berita Antara, produsen kampas rem asal Vietnam, VTC mengenalkan produk kampas rem non-asbestos.

Kampas rem non-asbestos buatan VTC yang diedarkan PT Mega Elig Indonesia [ANTARA/HO].
Kampas rem non-asbestos buatan VTC yang diedarkan PT Mega Elig Indonesia [ANTARA/HO].

"VTC dibuat dari bahan 100 persen non-asbestos. VTC menggunakan bahan keramik organik yang ramah lingkungan, mudah dipasang (plug and play). Material yang digunakan untuk produksi disc pad dan brake shoe semua menggunakan bahan standar OEM," jelas Tri Satria Budi, Direktur PT Mega Elig Indonesia, perusahaan yang membawahi VTC di Tanah Air, dalam keterangan resmi tertulis yang dikutip Senin (28/3/2022).

Ia memaparkan, polusi udara di sektor otomotif tidak hanya berasal dari knalpot mobil, dan sepeda motor. Namun debu kampas rem.

"Harga jual kampas rem cukup murah,pembuatannya dilakukan dengan cara mencampurkan bahan asbestos. Dampaknya tidak baik bagi lingkungan dan sepeda motor kita sendiri, utamanya bagian sistem pengereman," tandas Tri Satria Budi.

Untuk itu, kampas rem dari VTC yang berada di bawah PT Mega Elig Indonesia, disebut memiliki berbagai kelebihan, mulai pemasangan mudah, harga terjangkau dan material untuk produksi disc pad atau brake shoe sudah disesuaikan bahan standar OEM.

Selain itu, kampas rem ini dilengkapi teknologi Elig Friction Technology (EFT) berkemampuan meningkatkan kualitas bahan friksi dengan formulasi khusus untuk menciptakan material berkualitas dari hasil integrasi tiga negara yakni Jepang, Amerika Serikat, dan Taiwan.

baca juga

"Titik pengereman lebih dekat, responsif, tidak berisik, dan anti selip di segala cuaca," ungkap Tri Satria Budi.

VTC di Indonesia untuk memberikan solusi kepada mereka yang sering mengeluhkan bahwa piringan cakram memiliki masa berlaku cukup singkat karena hasil gesekan dari kampas rem yang tidak baik.

Kampas rem VTC dirancang untuk tidak memakan piringan, jadi jauh lebih irit dan panjang masa pakainya.

Kampas rem VTC dibanderol mulai Rp 50.000 - Rp 80.000-an, dan bisa didapatkan di berbagai toko suku cadang otomotif serta platform e-Commerce di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Naturalisasi Taisei Marukawa Selangkah Lagi Beres, Vietnam Mulai Ketar-ketir

Naturalisasi Taisei Marukawa Selangkah Lagi Beres, Vietnam Mulai Ketar-ketir

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Cepat, Singgung RI Pernah Tolak Industri Elektronik

Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Cepat, Singgung RI Pernah Tolak Industri Elektronik

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Pemain Laos Ditangkap Kasus Match Fixing Piala AFF 2026: Terlibat Sindikat Judi Negara Tetangga

Pemain Laos Ditangkap Kasus Match Fixing Piala AFF 2026: Terlibat Sindikat Judi Negara Tetangga

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Gagal ke Final Gegara Indonesia, Malaysia Akhirnya Rebut Peringkat Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026

Gagal ke Final Gegara Indonesia, Malaysia Akhirnya Rebut Peringkat Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis

Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:30 WIB

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Media Vietnam Tak Ragu Timnas Indonesia Bisa Bantai Bangladesh 3-0

Media Vietnam Tak Ragu Timnas Indonesia Bisa Bantai Bangladesh 3-0

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×