facebook

Kali Perdana, Hyundai Motor Bangun Fasilitas Listrik Mandiri Skala Besar di Dalam Pabrik

RR Ukirsari Manggalani
Kali Perdana, Hyundai Motor Bangun Fasilitas Listrik Mandiri Skala Besar di Dalam Pabrik
Presiden Joko Widodo meninjau proses perakitan mobil di Pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022). Ini merupakan pabrik Hyundai pertama di Asia Tenggara. Sebagai ilustrasi pabrik Hyundai [Antara/Setpres]

Konstruksi LNG akan dimulai akhir 2022, dan ditargetkan selesai pada 2025.

Suara.com - Hyundai Motor Group bakal membangun fasilitas kogenerasi gas alam cair (LNG) di dalam pabrik kendaraannya di Ulsan, Korea Selatan. Tujuannya adalah menyediakan pasokan listrik yang stabil sekaligus mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca.

Dikutip kantor berita Antara dari Korea Herald, Senin (9/5/2022), carmaker ini berencana untuk mencerna lebih dari 70 persen listrik tahunan yang digunakan di pabrik otomotif terbesar di Korea Selatan melalui fasilitas tenaga LNG baru.

Adapun fasilitas baru, yang terdiri dari dua turbin gas dan satu turbin uap, akan memiliki kapasitas pembangkitan 184 megawatt. Atau sanggup menggantikan sekitar 72 persen listrik yang diterima dari Korea Electric Power Corporation dan 59 persen dari uap yang dihasilkan 15 boiler.

Perayaan produksi pertama Hyundai Creta di di pabrik manufaktur Hyundai Motor Cikarang, Jawa Barat, Senin (17/1/2022). [Dok Hyundai Motor Manufacturing Indonesia]
Perayaan produksi pertama Hyundai Creta di di pabrik manufaktur Hyundai Motor Cikarang, Jawa Barat, Senin (17/1/2022). [Dok Hyundai Motor Manufacturing Indonesia]

Setiap tahun, pabrik Hyundai di Ulsan mengkonsumsi 1,29 juta megawatt-jam listrik dan 710.000 metrik ton uap untuk manufaktur.

Baca Juga: Hyundai dan Kia Motors Berbisnis Mobil Bekas Bersertifikat, Konsentrasi pada Brand Sendiri

Ini adalah pertama kalinya bagi Hyundai Motor untuk membangun fasilitas listrik mandiri berskala besar di dalam pabrik.

Pabrik Ulsan memproduksi sekitar 1,5 juta mobil per tahun, volume produksi terbesar di antara pabrik pembuat mobil di seluruh dunia.

“Sejalan dengan arah kebijakan energi pemerintah, pengenalan fasilitas kogenerasi swasta akan mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan stabilitas permintaan dan pasokan, dan juga mengamankan kelayakan ekonomi,” jelas Hyundai dalam pernyataannya.

Pembangunan fasilitas tenaga LNG oleh pembuat mobil Korea itu juga sejalan dengan tujuan bisnis Kepala Hyundai Chung Euisun yang diumumkan September 2021 terkait netralitas karbon.

Saat itu disebutkannya bahwa bahwa perusahaan akan menghasilkan nol emisi karbon pada seluruh proses pembuatan kendaraan pada 2045.

Baca Juga: Hyundai Siapkan Layanan Mudik Lebaran 2022, Bagi Mobil Listrik Tersedia V2V Fast Charging

Pakar pasar mengatakan bahwa Hyundai diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen lagi, serta mengurangi tagihan listriknya berkat fasilitas kogenerasi LNG yang baru.

“Karena Hyundai Motor mengkonsumsi ribuan gigawatt listrik setiap tahun, lebih menguntungkan dalam perspektif jangka panjang bagi pembuat mobil untuk menghasilkan energi sendiri,” kata pengamat itu.

Konstruksi LNG akan dimulai akhir 2022, dan ditargetkan selesai pada 2025.

Produsen mobil itu mengatakan proyek akan dimulai segera setelah prosedur penilaian dampak lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan selesai.

Selain Hyundai Motor Group, afiliasi pembuat chip SK Group, SK hynix, tahun lalu telah memulai pembangunan fasilitas kogenerasi berbasis LNG dengan kapasitas 585 megawatt per jam di Cheongju, Provinsi Chungcheong Utara.

Komentar