Truk Trailer Angkut Migran Lintasi Rute Populer Penyelundupan Manusia, Puluhan Penumpang Ditemukan Tak Bernyawa

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:50 WIB
Truk Trailer Angkut Migran Lintasi Rute Populer Penyelundupan Manusia, Puluhan Penumpang Ditemukan Tak Bernyawa
Ilustrasi truk trailer [Pixabay]

Suara.com - Pada Senin (27/6/2022) dalam sebuah truk trailer maut di San Antonio, Texas, Amerika Serikat ditemukan begitu banyak jasad manusia. Sedikitnya mencapai 51 korban jiwa.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, kemungkinan truk membawa sekitar 100 migran, tetapi angka pastinya masih belum jelas. Demikian menurut seorang penegak hukum serta pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) yang ikut dalam penyidikan truk trailer maut Texas itu.

Tampaknya para migran ini baru saja menyeberangi perbatasan dan dijemput truk untuk dibawa ke lokasi mereka bekerja, kata para pejabat Amerika Serikat dan Meksiko anonim.

Aparat penegak hukum bekerja di lokasi penemuan manusia ditemukan tewas di dalam truk trailer di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (27/6/2022) [Reuters/Kaylee Greenlee Beal/as via ANTARA].
Aparat penegak hukum bekerja di lokasi penemuan manusia ditemukan tewas di dalam truk trailer di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (27/6/2022) [Reuters/Kaylee Greenlee Beal/as via ANTARA].

Awalnya, pihak berwenang diberi tahu soal keberadaan truk trailer maut lewat panggilan darurat 911 dari seorang pelintas yang dimintai bantuan oleh seorang migran yang melarikan diri dari truk.

Kepala kepolisian San Antonio, William McManus, pada Senin (27/6/2022) menjawab permintaan lewat 911 itu.

Truk trailer diparkir di pinggiran San Antonio. Di kawasan itu, suhu udara mencapai 39,4 derajat Celsius.

Jalan tol I-35, yang berada di dekat lokasi penemuan truk, melintasi San Antonio dari perbatasan Meksiko dan menjadi rute populer penyelundupan karena tingginya lalu lintas truk berukuran besar, demikian menurut Jack Staton, mantan petinggi di unit penyelidikan Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat.

Saat pintu belakang trailer dibuka, terdapat tumpukan jasad di dalamnya, dan tubuh beberapa migran terasa panas saat disentuh, demikian disebutkan seorang penegak hukum setempat, Selasa (28/6/2022).

Pihak berwenang mengatakan tidak ditemukan persediaan air atau alat pengatur suhu di dalam truk itu.

baca juga

"Ini adalah tragedi yang sulit dijelaskan," kata Ron Nirenberg, Wali Kota San Antonio, kepada MSNBC.

Disebutkannya bahwa masyarakat di San Antonio bergantung pada migran karena kekurangan pekerja.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden di hari yang sama menyatakan bahwa kejadian truk trailer maut Texas adalah "mengerikan dan memilukan".

"Mengeksploitasi orang-orang yang rentan demi keuntungan adalah hal yang tercela," tegas Joe Biden.

Menurut para pejabat anonim, para korban ditemukan dalam kondisi tubuh yang dilumuri zat beraroma tajam. Modus ini biasa dipakai para penyelundup untuk menutupi bau manusia, dan agar terhindar dari endusan anjing pelacak.

Sedikitnya ada 27 warga Meksiko, tiga Guatemala, dan empat Honduras menjadi korban tewas dalam insiden, demikian disebutkan para pejabat dari ketiga negara.

Sementara itu, belum ada informasi tentang kewarganegaraan para korban yang lain.

Belasan orang yang selamat, empat di antaranya anak-anak, dilarikan ke rumah-rumah sakit terdekat karena sengatan panas dan kelelahan.

Para migran yang selamat kemungkinan akan dibebaskan ke Amerika Serikat untuk mendapatkan suaka atau bantuan kemanusiaan lainnya, kata para pejabat.

Sebelumnya, para penyintas dari kasus-kasus penyelundupan manusia itu akan ditahan untuk dijadikan saksi.

Dua warga Meksiko menjadi tersangka dalam kasus kematian truk trailer maut itu.

Kedua tersangka yang bernama Juan Francisco D'Luna-Bilbao dan Juan Claudio D'Luna-Mendez pernah didakwa atas kepemilikan senjata api ketika tinggal di Amerika Serikat secara ilegal, menurut dokumen pengadilan dan pihak berwenang.

Para penyidik melacak STNK truk itu ke sebuah alamat di San Antonio, lantas dilakuan pengawasan lokasi. Kedua tersangka ditangkap secara terpisah ketika keluar dari tempat itu.

Tersangka ketiga, seorang warga Amerika Serikat yang mengemudikan truk trailer maut juga dibawa ke tempat tahanan dan akan diseret ke pengadilan. Namun kekinian masih dirawat di rumah sakit hingga Selasa malam, kata seorang pejabat Meksiko.

Presiden Joe Biden bersumpah akan menindak perusahaan-perusahaan penyelundup bernilai miliaran dolar, yang telah ikut memicu rekor jumlah migran menyeberangi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko sejak ia menjabat pada Januari 2021.

Kejadian ini bukan yang perdana. Pada Juli 2017, 10 migran tewas dalam trailer yang ditemukan oleh polisi San Antonio di tempat parkir Walmart.

Si pengemudi dihukum seumur hidup atas keterlibatannya dalam upaya penyelundupan itu.

"Ini cuma masalah waktu sebelum tragedi seperti ini terjadi lagi," pungkas Jack Staton, mantan petinggi di unit penyelidikan Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

LRT Kelapa GadingManggarai Sedot 100 Ribu Penumpang dalam Sembilan Hari

LRT Kelapa GadingManggarai Sedot 100 Ribu Penumpang dalam Sembilan Hari

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:59 WIB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Penumpang Melahirkan di Dalam KRL, Perjalanan Sempat Dihentikan di Stasiun Rawabuntu

Penumpang Melahirkan di Dalam KRL, Perjalanan Sempat Dihentikan di Stasiun Rawabuntu

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:37 WIB

Terkini

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Health | Minggu, 27 September 2026 | 17:45 WIB

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:43 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:28 WIB

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 17:25 WIB

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

×