Orang Kaya Gabut, Puluhan Motor Lawas Dijadikan Bahan untuk BIkin Pagar Rumah

Arendya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:42 WIB
Orang Kaya Gabut, Puluhan Motor Lawas Dijadikan Bahan untuk BIkin Pagar Rumah
Motor dijadikan bahan untuk membuat pagar rumah (Youtube)

Suara.com - Pagar rumah adalah hal yang cukup penting dalam sebuah bangunan rumah karena memiliki fungsi untuk meningkatkan keamanan rumah, baik penghuni maupun harta benda di dalamnya. Dalam proses pembuatan pagar rumah memang memerlukan material dengan kualitas yang baik dan juga memiliki daya tahan yang kuat.

Biasanya bahan baku yang digunakan berupa perpaduan besi dan kayu yang kokoh. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk salah seorang pemilik rumah yang satu ini.

Dalam sebuah unggahan akun Youtube @Mohd irwan, terlihat pemilik rumah membuat pagar dengan bahan yang cukup antimainstream. Pria bernama Mr. Than membuat pagar menggunakan motor Yamaha RX-Z. Puluhan motor tersebut ditata rapi layaknya barikade rumah.

Motor dijadikan bahan untuk membuat pagar rumah (Youtube)
Motor dijadikan bahan untuk membuat pagar rumah (Youtube)

"Pemilik rumah ini adalah Mister Tan, seorang pemilik workshop, dan juga peminat motor dalam skala besar," ungkap Eirwan dalam video yang diketahui seorang bike enthusiast asal Malaysia.

Ia kemudian bercerita ternyata tidak hanya di Indonesia motor Yamaha RX-Z jadi buruan kolektor, Malaysia sendiri pun demikian. Bahkan ia menyebut di Malaysia harganya mencapai 12 ribu ringgit atau sekitar Rp 39 jutaan.

Namun di Tanah Air sendiri harganya bervariasi tergantung tahun, pajak, dan kondisi fisik kendaraan. Jika menelusuri dari beberapa situs jual beli online, motor ini dibanderol di kisaran Rp 15-20 jutaan.

Sekadar informasi mengenai Yamaha RX-Z. Motor ini hadir pertama di tahun 1985 di Malaysia dan Singapura. Generasi awal Yamaha RX-Z menggunakan mesin 2-tak 135 cc dan gearbox-nya masih 5 percepatan.

Lalu di tahun 1987, motor ini masuk ke Indonesia. Perubahan pertama Yamaha RX-Z ini dilakukan pada tahun 1990 dengan transmisi 6 percepatan.

Motor ini pun tak bertahan lama di Indonesia karena beberapa pihak menyebut produk gagal. Namun di Malaysia, motor ini masih bertahan. Hingga pada tahun 2004 model facelift hadir.

baca juga

Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Punya Rumah Dekat Sekolah, Halaman Depan Jadi Lahan Parkir Motor hingga Tutup Akses Keluar Masuk

Derita Punya Rumah Dekat Sekolah, Halaman Depan Jadi Lahan Parkir Motor hingga Tutup Akses Keluar Masuk

Otomotif | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:24 WIB

Minerva Electron Ramaikan Pasar Motor Listrik Indonesia

Minerva Electron Ramaikan Pasar Motor Listrik Indonesia

Otomotif | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:43 WIB

Hijabers Cantik Berfoto Bareng Motor Klasik, Malah Kena Tilang, Kok Bisa?

Hijabers Cantik Berfoto Bareng Motor Klasik, Malah Kena Tilang, Kok Bisa?

Otomotif | Kamis, 18 Maret 2021 | 19:34 WIB

Terkini

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:15 WIB

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:25 WIB

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:52 WIB

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:12 WIB

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:35 WIB

×