Menyimak Kampung Berseri Astra Suntenjaya Bertani Pakai Pupuk Bekas Cacing

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Minggu, 27 November 2022 | 06:20 WIB
Menyimak Kampung Berseri Astra Suntenjaya Bertani Pakai Pupuk Bekas Cacing
Peserta diajak mengenal lebih jauh berbagai upaya nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan yang diterapkan warga KBA Suntenjaya, di kaki Gunung Bukit Tunggul, dipandu Gunawan Azhari [PT Astra International Tbk].

Suara.com - PT Astra International Tbk, salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, terdiri dari 245 anak perusahaan antara lain sektor industri otomotif memiliki sederet program Corporate Social Responsibility (CSR). Antara lain Kampung Berseri Astra atau KBA.

KBA adalah program yang mengajak masyarakat secara kolektif untuk berinisiatif melakukan perubahan bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Baik dalam bidang pendidikan berupa meningkatnya kesadaran untuk bersekolah, bidang kesehatan berupa perilaku untuk hidup lebih sehat. Juga kesadaran menjaga lingkungan agar bersih dan hijau, hingga peningkatan standar kesejahteraan.

Dikutip dari rilis resmi sebagaimana diterima Suara.com, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup, pada Sabtu (26/11/2022) Astra mengadakan kegiatan Workshop Lingkungan 2022. Yaitu mengunjungi Kampung Berseri Astra (KBA) Suntenjaya, Jawa Barat bersama jurnalis, blogger, dan tim Corporate Communications Grup Astra.

Astra mengadakan kegiatan Workshop Lingkungan 2022 mengunjungi Kampung Berseri Astra (KBA) Suntenjaya, Jawa Barat [PT Astra International Tbk].
Astra mengadakan kegiatan Workshop Lingkungan 2022, mengunjungi Kampung Berseri Astra (KBA) Suntenjaya, Jawa Barat [PT Astra International Tbk].

"Menjadi salah satu Kampung Berseri Astra Hijau atau sering juga disebut sebagai Program Kampung Iklim (Proklim), KBA Suntenjaya menjadi kampung dengan pengembangan program dalam bidang kelestarian lingkungan yang bertujuan untuk menciptakan kampung yang asri, sehat, dan tangguh terhadap perubahan iklim yang dewasa ini menjadi penyebab permasalahan lingkungan dalam kehidupan masyarakat," jelas Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah.

 Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak untuk mengenal lebih jauh berbagai upaya nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan yang diterapkan warga serta merasakan pengalaman berkebun secara langsung bersama penggerak KBA Suntenjaya, Gunawan Azhari, di kampung yang terletak di kaki Gunung Bukit Tunggul.

Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, para warga di KBA Suntenjaya menanam tanaman hias, tanaman konsumsi, hingga tanaman herbal yang berkhasiat sebagai obat di atap dan pekarangan rumah mereka.

Selain menghijaukan lingkungan, tanaman yang ditanam juga bisa menjadi sumber pangan yang artinya juga meningkatkan ketahanan pangan warga sekitar. Sisa hasil panennya pun dapat dijual ke pengepul dan menambah penghasilan warga.

Dengan mata pencaharian utama warga sebagai buruh tani, petani, dan peternak, KBA Suntenjaya menerapkan sistem pertanian terintegrasi dengan menggabungkan sektor peternakan dan perkebunan untuk meningkatkan kualitas panen, menjaga tatanan alam dan masyarakat, serta membangun kesejahteraan masyarakat.

"Dengan adanya pembinaan dari Astra, warga mulai memahami dan mempraktikkan cara menghasilkan kebutuhan dasar dalam menjalankan usaha pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, seperti pupuk, makanan, dan pakan ternak dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi," jelas Gunawan Azhari salah satu penggerak warga untuk merawat lingkungan sekitar.

Contoh penerapan sistem pertanian terintegrasi di KBA Suntenjaya yaitu dengan pemanfaatan kotoran hewan ternak untuk diproses menjadi pupuk organik ramah lingkungan dengan metode vermicomposting yang dikenal dengan sebutan kascing (bekas cacing).

Kascing lalu dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam budidaya sayuran yang ramah terhadap lingkungan. Sedangkan limbah pertanian dapat digunakan untuk pakan ternak dan dikompos untuk menjadi sumber pupuk organik.

Selain ramah lingkungan, hasil dari usaha pertanian yang mengarah pada prinsip pertanian tanpa limbah (zero waste) ini mampu meningkatkan pendapatan petani. Pasalnya mengurangi biaya pembelian pakan ternak. Caranya dengan pemanfaatan limbah sayur sebagai sumber pakan ternak dan limbah ternak sebagai sumber pupuk organik untuk sayuran.

Guna meningkatkan nilai hasil panen dari kebun dan ternaknya, penduduk KBA Suntenjaya pun membuat berbagai produk olahan seperti sale pisang, keripik bayam, yoghurt, permen karamel, dan kopi.

KBA Suntenjaya juga sudah mengembangkan pengelolaan air yang baik dengan memanfaatkan air hujan sebagai cadangan air yang dapat dipergunakan untuk menyiram sayuran melalui tandon berkapasitas 5.000 L yang terletak di luar rumah warga.

Selain berguna saat musim kemarau datang, panen air hujan ini juga mampu menekan aliran permukaan tanah yang terlalu besar dan berpotensi menyebabkan terjadinya banjir dan erosi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Era Baru Otomotif Dunia Pabrikan Mobil asal China Geser Dominasi Pabrikan Jepang

Era Baru Otomotif Dunia Pabrikan Mobil asal China Geser Dominasi Pabrikan Jepang

Otomotif | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:35 WIB

Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal

Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:52 WIB

Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK

Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota

Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:45 WIB

QJMOTOR Gebrak Pasar Motor Premium Indonesia Lewat Dua Jagoan Baru

QJMOTOR Gebrak Pasar Motor Premium Indonesia Lewat Dua Jagoan Baru

Otomotif | Senin, 16 Maret 2026 | 08:23 WIB

Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China, Dampaknya Merembet ke Eropa

Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China, Dampaknya Merembet ke Eropa

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 17:50 WIB

GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional

GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional

Otomotif | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:16 WIB

Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:40 WIB

Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:40 WIB

KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya

KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Jadwal MotoGP Amerika 2026, Nantikan Aksi Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Dini Hari Nanti

Jadwal MotoGP Amerika 2026, Nantikan Aksi Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Dini Hari Nanti

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:00 WIB

Arus Balik Anti Stres! Honda Kembali Berangkatkan Ribuan Konsumen Setia ke Ibu Kota

Arus Balik Anti Stres! Honda Kembali Berangkatkan Ribuan Konsumen Setia ke Ibu Kota

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:00 WIB

Lupakan BBM yang Makin Mahal, Ini Spesifikasi Lengkap Yamaha Aerox E: Baterai Bisa Dicopot Pasang

Lupakan BBM yang Makin Mahal, Ini Spesifikasi Lengkap Yamaha Aerox E: Baterai Bisa Dicopot Pasang

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:55 WIB

Perang Bikin Minyak Mahal, Vietnam Malah Obral BBM Jadi Belasan Ribu, Bagaimana Indonesia?

Perang Bikin Minyak Mahal, Vietnam Malah Obral BBM Jadi Belasan Ribu, Bagaimana Indonesia?

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:42 WIB

Cek Harga Mitsubishi Destinator untuk Semua Tipe di Akhir Maret 2026

Cek Harga Mitsubishi Destinator untuk Semua Tipe di Akhir Maret 2026

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:40 WIB

5 Mobil Listrik Harga Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh, Mesin Kuat dan Bandel

5 Mobil Listrik Harga Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh, Mesin Kuat dan Bandel

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:06 WIB

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah yang Kuat Jarak Jauh sampai 120 Km, Baterai Tangguh

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah yang Kuat Jarak Jauh sampai 120 Km, Baterai Tangguh

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:52 WIB

Gugatan Desain Paten Bayangi Masa Depan Xiaomi SU7 dan YU7 di Industri Mobil Listrik

Gugatan Desain Paten Bayangi Masa Depan Xiaomi SU7 dan YU7 di Industri Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:50 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Termurah di Pasaran: Ini Merek yang Paling Gacor

Daftar Harga Mobil Listrik Termurah di Pasaran: Ini Merek yang Paling Gacor

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:25 WIB

Huawei dan Chery Rilis Mobil Listrik Mewah Luxeed Edisi 2026, Jarak Tempuh 1.250 Km

Huawei dan Chery Rilis Mobil Listrik Mewah Luxeed Edisi 2026, Jarak Tempuh 1.250 Km

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:05 WIB