Hari Kesepuluh Gempa Cianjur, Rekayasa Arus Lalu-Lintas Buka Tutup Tidak Diberlakukan Lagi

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 01 Desember 2022 | 07:00 WIB
Hari Kesepuluh Gempa Cianjur, Rekayasa Arus Lalu-Lintas Buka Tutup Tidak Diberlakukan Lagi
Kemacetan di jalan lokasi bencana gempa bumi, Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp]

Suara.com - Dinamika kehidupan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum sepenuhnya pulih usai Gempa Cianjur pada pekan menuju pengujung November (21/11/2022). Akan tetapi, situasi lalu lintas mulai berkurang dan situasi jalan raya ramai lancar, setelah 1 hari pascabencana gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo.

Dikutip dari kantor berita Antara, pantauan di titik gempa sekitar Tapal Kuda dan Warung Sate Shinta Jalan Raya Cianjur-Cipanas tampak lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan berkisar 20-40 km per jam.

Area longsor setinggi 10 m di dekat Warung Sate Shinta telah dirapikan untuk mengantisipasi longsor susulan. Caranya dengan meratakan gundukan tanah.

Jalan Raya Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, macet seiring tingginya volume kendaraan pendatang dengan tujuan Bogor, sehingga petugas melakukan sejumlah rekayasa arus untuk antisipasi macet total, Sabtu (1/1).ANTARA POTO. ANTARA/Ahmad Fikri.
Jalan Raya Cipanas, Cianjur, Jawa Barat disaat libur akhir pekan sebelum Gempa Cianjur [ANTARA POTO. ANTARA/Ahmad Fikri].

Rekayasa arus lalu lintas dengan cara buka tutup juga tidak diberlakukan lagi. Alat berat yang semula menghambat arus lalu lintas di bahu jalan, sudah seluruhnya disterilkan.

Volume kendaraan yang melintas di wilayah itu tidak sebanyak beberapa hari sebelumnya. Jika semula lokasi menjadi simpul kemacetan, kini arus lalu lintas cenderung ramai lancar dengan dominasi kendaraan bermotor dan minibus.

Situasi serupa juga tampak di sekitar Jalan Siliwangi dan Jalan Siti Jenab. Sebagian aktivitas distribusi bantuan menuju gudang logistik, dan posko di Kompleks Pemda Cianjur mulai berkurang.

Petugas lalu lintas dari unsur Kepolisian serta Dinas Perhubungan setempat masih bersiaga di beberapa simpul kemacetan, seperti pertigaan hingga yang menuju pusat keramaian.

Ruas jalan menuju ke Jambu Dipa yang semula mengalami kelebihan kapasitas karena aktivitas kendaraan melebihi lebar jalan dan parkir di bahu jalan, sebagian telah disterilkan oleh petugas.

Petugas juga tampak mengalihkan parkiran kendaraan milik para relawan yang mendistribusikan bantuan di bahu jalan. Petugas mengarahkan bantuan menuju posko yang berada di Kompleks Pemda Cianjur.

baca juga

Sejumlah tenda pengungsi yang dibangun secara swadaya oleh korban gempa di bahu jalan juga telah dibongkar secara mandiri.

Sementara itu, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, tampak terjadi kepadatan yang didominasi kendaraan pengantar bantuan kemanusiaan serta ambulans.

Keramaian lalu lintas mengarah ke Jalan Nasional arah lokasi terdampak bencana di Cugeunang, serta yang menuju Kecamatan Nagrak ke arah Desa Benjot, dan Jalan Rancagoong ke Warung Jengkol.

Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, sempat macet dengan ekor antrian mencapai belasan kilometer menunju arah Boogor, Minggu (2/1) [Antara/Ahmad Fikri]
Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat di masa sebelum Gempa Cianjur adalah jalur panas utamanya wisata akhir pekan [Antara/Ahmad Fikri]

Pusat perbelanjaan City Mall di Simpang Tugu Gentur tampak belum beroperasi untuk publik. Akses masuk ditutup menggunakan rantai dan spanduk larangan masuk.

Sejumlah warung kelontong di sekitarnya sebagian masih tutup, demikian pula gedung-gedung perkantoran.

Lain halnya Pasar Ramayana Cianjur mulai kembali bergeliat. Pengunjung mulai memadati area di sekitar pasar untuk berbelanja.

Melintas di lokasi gempa Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, masih terlihat kerumunan warga korban gempa yang menyerbu kendaraan distribusi logistik. Bantuan berasal dari sejumlah yayasan maupun komunitas di luar Kabupaten Cianjur, seperti Jabodetabek, Bandung, Sukabumi, hingga Palembang.

Iring-iringan kendaraan minibus pengantar bantuan rata-rata sebanyak dua hingga lima unit kendaraan. Satu kendaraan rata-rata diisi lebih dari empat penumpang.

Pendatang di lokasi juga terlihat Warga Negara Asing. Sejumlah tim evakuasi melarang mereka berswafoto di lokasi kejadian karena tidak dilengkapi alat pelindung diri, seperti helm maupun rompi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam perjalanan menembus kemacetan menuju posko Gempa Cianjur, menggunakan sepeda motor trail [Instagram: ridwankamil].
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam perjalanan menembus kemacetan menuju posko Gempa Cianjur, menggunakan sepeda motor trail. Ia menyuarakan tentang tidak eloknya melakukan wisata bencana, mengetuk nurani siapa saja yang datang hanya untuk wefie, selfie atau swafoto bencana sebaiknya tidak datang ke lokasi [Instagram: ridwankamil].

Spanduk bertuliskan "Di sini bukan area selfie dan wisata gempa" tampak terpasang di sejumlah pintu masuk menuju lokasi pengungsian penduduk di Jalan Nagrak Salahuni.

Area perkampungan padat penduduk itu masih menjadi daerah tujuan distribusi bantuan, menyusul jumlah korban gempa yang mencapai 9.000-an jiwa.

Sebagian besar korban tampak mencari sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan pada puing bangunan yang runtuh. Sebagian lainnya memperbaiki bangunan yang masih layak secara swadaya.

Koordinator Misi Pencarian Basarnas Jumaril menyebut aktivitas wisata bencana menjadi salah satu pemicu hambatan mobilitas petugas penyelamat karena memicu kemacetan lalu lintas.

"Wisata bencana kalau bisa dihindari. Mobilitas logistik kami terhambat, bukan hanya makanan, juga peralatan," jelas Jumaril.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa proses pencarian korban yang seharusnya berakhir pada Rabu kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan atau sampai Sabtu (3/12/2022).

Perpanjangan waktu pencarian korban gempa Cianjur diputuskan karena hingga Rabu (30/11/2022) masih ada laporan warga hilang yang belum diketemukan.

Misi pencarian korban yang melibatkan Tim SAR gabungan sudah berakhir Rabu, namun melihat kondisi di lapangan dan mengamati masukan para ahli, warga masih ada yang berharap bisa menemukan korban.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyarankan kepada Bupati Cianjur Herman Suherman, agar pencarian korban gempa bumi di kabupaten itu diperpanjang hingga Sabtu (3/12/2022).

Jika dalam kurun waktu dua pekan proses pencarian korban masih belum ditemukan, maka warga yang kehilangan anggota keluarganya akibat gempa bisa mengikhlaskan.

Sebelumnya dua kepala desa, yakni Kepala Desa Cijedil dan Kepala Desa Mangunkerta, Kabupaten Cianjur, melaporkan ada delapan warganya hilang. Laporan dari kepala desa tersebut disampaikan dalam proses pencarian hari kesembilan korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

Catatan terkini Gempa Cianjur, tercatat 703 orang korban luka akibat gempa ini, terdapat 39.985 titik pengungsian, 108.720 orang pengungsi terdiri dari 52.987 lelaki dan 55.733 perempuan, 327 orang meninggal dunia, dan 13 orang masih dalam pencarian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:39 WIB

BMKG Ungkap Pemicu Gempa Cianjur Terasa hingga Jakarta, Aktivitas Sesar Aktif di Kedalaman 4 Km

BMKG Ungkap Pemicu Gempa Cianjur Terasa hingga Jakarta, Aktivitas Sesar Aktif di Kedalaman 4 Km

News | Selasa, 01 September 2026 | 21:01 WIB

Gempa M4,3 Cianjur Terasa hingga Lantai 9 Gedung di Jakarta, Pekerja: Lantainya Goyang

Gempa M4,3 Cianjur Terasa hingga Lantai 9 Gedung di Jakarta, Pekerja: Lantainya Goyang

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:36 WIB

Gempa M 4,4 Guncang Cianjur Terasa Hingga Jakarta dan Bandung, Warga: Kayak Ada yang Banting Pintu

Gempa M 4,4 Guncang Cianjur Terasa Hingga Jakarta dan Bandung, Warga: Kayak Ada yang Banting Pintu

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:25 WIB

TVS Indonesia Edukasi Keselamatan Jalan Raya dengan Bagikan Ratusan Helm Anak

TVS Indonesia Edukasi Keselamatan Jalan Raya dengan Bagikan Ratusan Helm Anak

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan

Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

Macet Panjang Masih Terjadi Jalan Raya Cakung-Cilincing, Kendaraan Dialihkan ke U-Turn Polsek

Macet Panjang Masih Terjadi Jalan Raya Cakung-Cilincing, Kendaraan Dialihkan ke U-Turn Polsek

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:10 WIB

Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum

Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 06:05 WIB

Negara Ini Siapkan Aturan yang Perbolehkan Berkendara Dalam Pengaruh Ganja Medis

Negara Ini Siapkan Aturan yang Perbolehkan Berkendara Dalam Pengaruh Ganja Medis

Otomotif | Senin, 08 Juni 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×