Jumpa Petinggi Eropa di Beijing Usai Investigasi Mobil Listrik, Presiden Xi Jinping Serukan Kemakmuran Global

Jum'at, 08 Desember 2023 | 07:04 WIB
Jumpa Petinggi Eropa di Beijing Usai Investigasi Mobil Listrik, Presiden Xi Jinping Serukan Kemakmuran Global
Mobil listrik sebagai ilustrasi (pixabay/andreas160578)

Suara.com - Menjelang berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 Tiongkok-Uni Eropa (UE), Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut dua petinggi Uni Eropa di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing. Keduanya adalah Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

KTT Tiongkok-UE ini adalah pertemuan resmi kedua belah pihak setelah terjadinya kompetisi tidak seimbang dalam pasarmobil listrik. Ursula von der Leyen pada September 2023 mengumumkan UE tengah melakukan penyelidikan atas dugaan subsidi pemerintah Tiongkok terhadap industri kendaraan listrik yang berkembang pesat. Ia menyebut mobil listrik buatan Tiongkok dijual dengan harga rendah di negara-negara UE dan hal ini mungkin terjadi karena adanya subsidi dari pemerintah.

Para pemimpin Eropa menyebutkan subsidi atas kendaraan listrik ini mengakibatkan kompetisi tidak adil dalam pasar otomotif Eropa. Sebagai pihak yang dituduh, Tiongkok mengkritik investigasi tadi dan memperingatkan langkah itu akan merusak hubungan dagang dengan UE.

Profil dan keluarga Ursula von der Leyen. (Twitter/@vonderleyen)
Ursula von der Leyen (Twitter/@vonderleyen)

Selain itu, Tiongkok juga mengungkit rencana investigasi UE atas subsidi Tiongkok atas industri baja. Beijing menyebut penyelidikan akan mengganggu rantai pasok dan memberikan pukulan terhadap perdagangan internasional.

Beijing juga keberatan dengan rencana UE untuk menerapkan Mekanisme Penyesuaian Pembatasan Karbon yang akan menetapkan tarif sebesar 20-35 persen atas barang-barang dengan harga karbon tinggi, seperti baja dan bijih besi.

Kekinian, UE telah menerapkan tarif tambahan terhadap 20 jenis baja dan produk baja tahan karat buatan Tiongkok serta menetapkan kuota impor sebagai langkah untuk melindungi pasarnya hingga pertengahan 2024.

Dikutip dari kantor berita Antara, dalam pertemuan Presiden Tiongkok dengan wakil-wakil Uni Eropa itu dibicarakan soal hubungan Tiongkok dengan Uni Eropa yang menurut pihak Presiden Xi Jinping tengah menikmati momentum konsolidasi dan pertumbuhan yang baik sesuai kepentingan kedua belah pihak dan memenuhi harapan masyarakat.

Presiden Joko WIdodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping (kiri) saat pertemuan bilateraL usai digelarnya KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11/2022). [ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/nym].
Presiden Xi Jinping saat jumpa Joko WIdodo (kanan) berjabat tangan  saat pertemuan bilateraL usai digelarnya KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11/2022). [ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/nym].

"Hari ini Presiden Xi menyambut Presiden Michel dan Presiden von der Leyen di Tingkok untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 Tiongkok-Uni Eropa (UE)," Kementerian Luar Negeri Tiongkok memberikan pernyataan tertulis.

"Kami harus terus memperkuat rasa saling percaya secara politis dari kedua arah, membangun konsensus strategis dan memperkuat ikatan kepentingan bersama. Kami harus menghindari berbagai macam campur tangan dan meningkatkan dialog dan kerja sama demi kebaikan rakyat kami," ungkap Presiden Xi Jinping sebagaimana dilansir dari keterangan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Baca Juga: Inovasi Astra Otoshop, Hamdhani Dzulkarnaen Salim Peroleh The Best Industry Marketing Champion 2023 Spare Parts Sector

Presiden Xi juga mengajak Presiden Michel dan Von der Leyen untuk dapat bekerja sama dalam mengatasi tantangan global serta mendorong stabilitas dan kemakmuran di seluruh dunia.

"Tiongkok dan Eropa adalah dua kekuatan besar yang memajukan multipolaritas, dua pasar utama yang mendukung globalisasi, dan dua peradaban besar yang memperjuangkan keberagaman. Hubungan antara Tiongkok dan Eropa sangat penting bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran global," begitu kelanjutan bunyi pernyataan Presiden Xi Jinping.

Disebutkan Presiden Xi Jinping, kedua belh pihak berkewajiban untuk memberikan stabilitas yang lebih besar bagi dunia, dorongan yang lebih kuat untuk pembangunan, dan lebih banyak inspirasi dan dukungan bagi tata kelola global.

"Tahun ini menandai peringatan 20 tahun kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-UE. Dalam titik awal baru hubungan Tiongkok-UE kami perlu mencermati sejarah, menavigasi tren dunia, bertindak dengan bijak dan bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi hubungan sebagai kemitraan strategis yang komprehensif. Tiongkok serta Uni Eropa harus menjadi mitra untuk kerja sama yang saling menguntungkan," tutup Presiden Xi Jinping.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI