Hyundai Batasi Akses SPKLU untuk Mobil Listrik Merek Lain, BYD dan Kawan-kawan Gigit Jari

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 06 Agustus 2024 | 08:16 WIB
Hyundai Batasi Akses SPKLU untuk Mobil Listrik Merek Lain, BYD dan Kawan-kawan Gigit Jari
SPKLU Hyundai tak bisa lagi digunakan oleh merek lain (Instagram)

Suara.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membuat kebijakan baru yang cukup mengejutkan terkait penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) miliknya.

Jika sebelumnya SPKLU Hyundai yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk yang berlokasi di Plaza Indonesia, dapat digunakan oleh berbagai merek mobil listrik, kini akses tersebut dibatasi hanya untuk pengguna mobil listrik Hyundai. 

Hal ini diungkapkan dalam sebuah unggahan akun Instagram resmi Hyundai @hyundaimotorindonesia.

"Info penting untuk kamu pengguna Hyundai Charging Station. Mulai Agustus 2024 ini, akan ada beberapa pembaharuan info mengenai Hyundai Charging Station. Kamu bisa slide postingan ini untuk info selanjutnya," tulisnya.

"Mulai Agustus 2024,Hyundai akan memberlakukan skema penarikan biaya listrik untuk pengisian daya di Hyundai EV Charging Station dan terbatas hanya untuk mobil dengan merek Hyundai serta afiliasinya," tambahnya.

Keputusan Hyundai untuk membatasi akses SPKLU ini didasarkan pada Peraturan Presiden mengenai Instalasi Listrik Privat (ILP). Dengan kata lain, Hyundai ingin mengoptimalkan penggunaan SPKLU miliknya untuk pelanggan setianya.

Jadi para pengguna mobil listrik lainnya seperti BYD, Wuling dan lainnya tak bisa lagi nge-charge di SPKLU milik Hyundai lagi.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setianya, Hyundai menyediakan program EV Charging Service yang dapat diakses secara gratis melalui aplikasi myHyundai. Program ini berlaku untuk pelanggan yang melakukan pre-order All New Kona Electric dan model Hyundai lainnya pada ajang GIIAS 2024.

Kebijakan baru Hyundai ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, terutama para pengguna mobil listrik dari merek lain. Beberapa pihak menilai kebijakan ini terlalu eksklusif dan dapat menghambat perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

baca juga

"untuk merk selain hyundai tidak bisa pakai charger ygy," tulis salah seorang netizen.

"Merek lain ga bisa pakai berarti y?" ujar netizen.

Di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa setiap perusahaan berhak menentukan kebijakan sendiri terkait aset yang dimilikinya.

"I love you 3000 pokoknyaa," timpal netizen.

"kebijakan yang mantap nih, biar merek lain juga usaha dikit bikin SPKLU. Jangan cuma nebeng aja," celetuk netizen lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Global Toyota Turun, Skandal Pengujian Kendaraan Jadi Salah Satu Penyebab

Penjualan Global Toyota Turun, Skandal Pengujian Kendaraan Jadi Salah Satu Penyebab

Otomotif | Senin, 05 Agustus 2024 | 16:55 WIB

Mobil Listrik Mercedes Meledak di Parkiran, 21 Orang Luka

Mobil Listrik Mercedes Meledak di Parkiran, 21 Orang Luka

Otomotif | Senin, 05 Agustus 2024 | 14:10 WIB

Mobil Listrik China Banjiri Eropa sebelum Tarif Baru Berlaku

Mobil Listrik China Banjiri Eropa sebelum Tarif Baru Berlaku

Otomotif | Senin, 05 Agustus 2024 | 11:26 WIB

Terkini

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

×