Begini Nasib Brigadir DK, Usai 'Bentak' Sopir Taksi Saat Kawal Mobil RI 36

Muhammad Yunus

Selasa, 14 Januari 2025 | 09:25 WIB
Begini Nasib Brigadir DK, Usai 'Bentak' Sopir Taksi Saat Kawal Mobil RI 36
Aksi anggota Patwal tunjuk-tunjuk mobil Alphard saat kawal mobil dinas RI 36 di jalan raya [Suara.com.tangkapan layar]

Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya baru-baru ini memberikan sanksi teguran keras kepada salah satu anggotanya yang viral.

Karena dinilai arogan saat melakukan patroli dan pengawalan (patwal) untuk kendaraan berpelat nomor RI 36.

Peristiwa ini terekam dalam video yang diunggah ke media sosial X oleh akun @rieribet, memicu diskusi publik tentang etika dalam pengawalan lalu lintas.

Teguran untuk Brigadir DK

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Argo Wiyono, memastikan bahwa tindakan tegas telah diambil terhadap Brigadir DK, anggota yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Anggota yang bersangkutan sudah diberikan sanksi tindakan disiplin berupa teguran keras untuk memperbaiki perilaku,” jelas AKBP Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 13 Januari 2025.

Meski telah kembali bertugas seperti biasa, Brigadir DK kini berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan perilaku serupa tidak terulang.

Klarifikasi dari Sopir Taksi

Selain memberikan sanksi kepada anggotanya, pihak kepolisian juga meminta keterangan dari pengemudi taksi yang terlihat dalam video tersebut.

baca juga

Sopir taksi Silver Bird yang berinisial IK menjelaskan bahwa tidak ada ucapan arogan dari petugas patwal.

“Hasil klarifikasi saudara IK, pengemudi taksi, menyebutkan bahwa petugas hanya memberikan isyarat tangan untuk segera maju karena posisi kendaraan berhenti di tengah jalan,” terang AKBP Argo.

Namun, situasi tersebut memicu kesalahpahaman, terutama karena video yang beredar tidak memberikan gambaran lengkap mengenai konteks kejadian.

Evaluasi Pengawalan Lalu Lintas

Menanggapi insiden ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berjanji akan mengevaluasi prosedur pengawalan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sedang membuat nota ke jajaran terkait teknis pengawalan agar mematuhi SOP, terutama dalam hal yang bersifat humanis dan tidak arogan,” ujar AKBP Argo.

Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga citra kepolisian sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai dengan standar.

Kronologi Kejadian

Video yang viral memperlihatkan suasana lalu lintas padat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Sebuah mobil patwal terlihat mengawal kendaraan berpelat nomor RI 36.

Di tengah situasi tersebut, sebuah truk berhenti di depan taksi yang berusaha pindah jalur.

Namun, jalur yang ingin ditempati taksi sudah dipenuhi kendaraan lain, menyebabkan taksi tersebut berhenti di tengah jalan dan menghalangi laju mobil patwal.

Petugas patwal yang mengawal kendaraan tersebut kemudian terlihat menunjuk-nunjuk sopir taksi, yang menimbulkan kesan arogan di mata publik.

Respon Publik

Video yang diunggah di media sosial menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap petugas patwal yang dinilai kurang santun, meskipun beberapa juga memahami bahwa pengawalan sering kali dilakukan dalam situasi mendesak.

“Tugas patwal memang penting, tapi harus tetap sopan dan profesional,” tulis salah satu pengguna media sosial.

“Kalau aturan dilanggar demi kecepatan, apa yang bisa kita contoh dari itu?” komentar pengguna lainnya.

Pentingnya Etika dalam Bertugas

Kasus ini menjadi pengingat bahwa sikap humanis dan profesional dalam bertugas adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Sebagai pengayom dan pelayan masyarakat, petugas harus mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan integritas dan penghormatan kepada publik, bahkan dalam situasi mendesak.

Langkah tegas Polda Metro Jaya untuk mengevaluasi SOP pengawalan menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperbaiki layanan kepada masyarakat.

“Kesalahan mungkin terjadi, tapi yang penting adalah bagaimana kita belajar darinya,” tutup AKBP Argo.

Dengan adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang. Sekaligus memperkuat citra polisi sebagai pelayan masyarakat yang berintegritas dan profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Patwal Mobil Raffi Ahmad RI 36 Disebut Arogan, Klaim Dasco: Dia Cuma Menengahi Keributan Aja

Viral Patwal Mobil Raffi Ahmad RI 36 Disebut Arogan, Klaim Dasco: Dia Cuma Menengahi Keributan Aja

News | Senin, 13 Januari 2025 | 19:48 WIB

Etika Raffi Ahmad Dibandingkan dengan Tom Lembong, Ada yang Tak Minta Maaf Usai Pakai Patwal

Etika Raffi Ahmad Dibandingkan dengan Tom Lembong, Ada yang Tak Minta Maaf Usai Pakai Patwal

Entertainment | Senin, 13 Januari 2025 | 19:00 WIB

Prakiraan Pajak Mobil Raffi Ahmad yang Bikin Geger, Nilai Setara Yamaha XMAX Bekas

Prakiraan Pajak Mobil Raffi Ahmad yang Bikin Geger, Nilai Setara Yamaha XMAX Bekas

Otomotif | Senin, 13 Januari 2025 | 18:54 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×