Penjualan Mobil Anjlok: Industri Dorong Insentif Lebih Luas

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 21 Mei 2025 | 14:46 WIB
Penjualan Mobil Anjlok: Industri Dorong Insentif Lebih Luas
Ilustrasi industri otomotif. [Shutterstock/Rainer Plendl]

Suara.com - Penjualan mobil di Indonesia tahun 2025 diperkirakan akan jauh di bawah target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).

Riyanto, peneliti dari LPEM UI, memproyeksikan penjualan mobil baru 2025 ditafsir hanya akan berada dikisaran 756.000 unit.

Angka tersebut meleset jauh dari target GAIKINDO tahun ini sebesar 850.000 unit. Bahkan lebih rendah dari penjualan tahun 2024 yang mencapai 865.723 unit.

Deretan mobil-mobil baru yang akan diekspor pelabuhan di Yokohama, Jepang. [Dok.Antara]
Deretan mobil-mobil baru yang akan diekspor dari pelabuhan untuk menuju negara-negara tujuan. [Dok.Antara]

Menurut Riyanto, salah satu pemicu utama penurunan penjualan mobil adalah kebijakan pajak tambahan atau opsen di beberapa daerah, seperti Jakarta dan Jawa Barat, yang membebani daya beli masyarakat.

Selain itu, melemahnya daya beli dan pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai target (kuartal pertama hanya 4,7% dari target 5,2%) turut memperparah kondisi penjualan mobil.

Insentif Pemerintah

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO),  Kukuh Kumara mengharapkan pemerintah tidak hanya berfokus pada mobil listrik di tengah merosotnya penjualan mobil baru di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah jangan menutup mata ke mobil hybrid yang kini juga mulai dilirik oleh pabrikan China.
 
"Sebab pada prinsipnya, teknologi otomotif berkembang cepat. Sehingga kebijakan harus fleksibel dan bermanfaat," kata Kukuh, di Jakarta.

Pengunjung melihat mobil listrik yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat mobil listrik yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JIExpo Kemayoran.  [Suara.com/Alfian Winanto]

Sejauh ini, Kukuh menilai, kehadiran mobil listrik justru hanya memakan pasar mobil bensin (ICE) dan Low Cost Green Car (LCGC), belum menciptakan pasar baru.
 
"Pada titik ini insentif ke ICE dan LCGC bisa menambah volume pasar hingga 3 juta unit. Kalau ini tercapai, para brand otomotif akan menambah kapasitas pabrik, baik melalui perluasan atau pembangunan fasilitas baru. Ini akan menyerap tenaga kerja, sehingga positif bagi ekonomi," jelas Kukuh

baca juga

"Kalau otomotif menambah satu tenaga kerja, efeknya itu untuk dua orang. Jadi, efek pengungkitnya luar biasa. Otomotif adalah jembatan untuk memperkuat manfuaktur.  Jangan sampai manufaktur layu sebelum berkembang, karena kita punya potensi pasar 3 juta unit. Jadi, perluasan insentif otomotif diperlukan," sambungnya.  

Hyundai Ioniq 5 dipamerkan di GIIAS 2024. Berkat teknologi V2L, Bluelink dan pengisian daya yang fleksibel, mobil listrik ini cocok untuk mereka yang produktif. [Suara.com/Alfian Winanto]
Hyundai Ioniq 5 dipamerkan di GIIAS 2024. Berkat teknologi V2L, Bluelink dan pengisian daya yang fleksibel, mobil listrik ini cocok untuk mereka yang produktif. [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain itu, lanjut Kukuh, penjualan mobil baru terkendala di pajak, lantaran berkontribusi 50 persen. Padahal bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia yang PDB per kapita lebih tinggi dari Indonesia hanya 30 persen. Pajak tahunan di Indonesia juga lebih mahal dari Malaysia. 

"Jadi pemerintah, perlu mempertimbangkan fakta bahwa mobil di harga tertentu bukan lagi barang mewah, melainkan dipakai untuk mencari nafkah. Dengan begini, pengenaan PPnBM ke mobil-mobil tertentu bisa dikaji ulang," pungkasnya.

Penjualan Mobil 2025

Berdasarkan data GAIKINDO penjualan mobil sepanjang Januari-April 2025 mengalami penurunan. Total penjualan wholesales empat bulan pertama 2025 hanya 256.368 unit, lebih rendah dari capaian Januari-April 2024 yang mencapai 264.014 unit.

Penurunan juga terlihat dari sisi retail, di mana total penjualan mobil dari dealer ke konsumen hanya mencapai 267.514 unit, padahal tahun lalu dalam periode yang sama angkanya jauh lebih tinggi.

Berikut data penjualan mobil selama empat bulan pertama 2025 berdasarkan data Wholesales, Januari (61.932 unit), Februari (72.336 unit) Maret (70.895 unit), dan April (51.205 unit).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Listriknya Dihujani Isu Negatif, Xiaomi: Kami Diserang Buzzer

Mobil Listriknya Dihujani Isu Negatif, Xiaomi: Kami Diserang Buzzer

Otomotif | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:42 WIB

Pemerintah Fokus Insentif Mobil Listrik, Penjualan Mobil Baru Terus Merosot

Pemerintah Fokus Insentif Mobil Listrik, Penjualan Mobil Baru Terus Merosot

Otomotif | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:29 WIB

Xiaomi Benar-benar Apes, Kualitas Mobil Listrik Dicap Paling Rendah

Xiaomi Benar-benar Apes, Kualitas Mobil Listrik Dicap Paling Rendah

Otomotif | Rabu, 21 Mei 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia

Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:05 WIB

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:03 WIB

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:55 WIB

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:52 WIB

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty

Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:39 WIB

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:36 WIB

×