3 Alasan Sebaiknya Tidak Memilih Isuzu Panther Bekas buat di Kota Besar, Kalian Wajib Tahu

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 23 Juni 2025 | 10:50 WIB
3 Alasan Sebaiknya Tidak Memilih Isuzu Panther Bekas buat di Kota Besar, Kalian Wajib Tahu
Isuzu Panther 1995 (dok. Zigwheels Indonesia)

Suara.com - Isuzu Panther, mobil legendaris yang begitu melekat di hati masyarakat Indonesia.

Dijuluki "Rajanya Diesel", MPV ini punya sejarah panjang dan ketangguhan yang tak perlu diragukan.

Siapa yang tak ingat jargon ikoniknya, "Jakarta-Bali Cuma 44 Ribu", yang menunjukkan betapa iritnya konsumsi bahan bakar mobil ini di masa jayanya?

Namun, sejak Februari 2021, produksi dan penjualan Panther dihentikan selamanya, menandai akhir dari era "Si Kucing" ini.

Meski demikian, Isuzu Panther bekas masih banyak diburu, bahkan harganya cenderung stabil jika unitnya terawat.

Ini menunjukkan betapa kuatnya reputasi mobil ini, terutama di daerah pelosok yang membutuhkan kendaraan tangguh tanpa perawatan ekstra.

Namun, bagi Anda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, ada baiknya mempertimbangkan beberapa hal penting sebelum memutuskan untuk meminang Isuzu Panther bekas.

Sekilas Perjalanan Isuzu Panther: Dari Pikap hingga MPV Tangguh

Satu unit Isuzu Panther generasi kedua. Sebagai ilustrasi produk legendaris Panther [Wikipedia].
Satu unit Isuzu Panther generasi kedua. Sebagai ilustrasi produk legendaris Panther [Wikipedia].

Isuzu Panther pertama kali mengaspal di Indonesia pada tahun 1991, awalnya dalam wujud pick up ringan.

Barulah kemudian, PT Pantja Motor (ATPM Isuzu saat itu) menggandeng karoseri untuk mengubahnya menjadi MPV.

baca juga

Generasi pertama ini mengusung mesin C233 berkapasitas 2.238 cc 4 silinder indirect injection, menghasilkan tenaga 72 PS dan torsi 140 Nm.

Perubahan signifikan terjadi pada generasi ketiga (1996-2000) dengan mesin 2.500 cc berkode 4JA1 yang lebih efisien dan bertenaga, mampu menyemburkan 79 PS dan torsi 170 Nm.

Mesin ini bahkan tidak lagi memerlukan busi pemanas (glow plug) untuk menyala dalam kondisi dingin.

Konsumsi solarnya pun lebih irit, mencapai 12 kilometer per liter untuk rute dalam kota.

Pada generasi selanjutnya, Panther juga hadir dengan opsi mesin 2.500 cc 4 silinder direct injection turbo dan transmisi otomatis.

Sayangnya, perjalanan Panther terhenti karena tidak mampu memenuhi regulasi standar emisi gas buang Euro 4 yang ditetapkan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Mobil Tangguh Mulai Rp16 Jutaan: Tampilan Gagah dan Mesin Badak

5 Rekomendasi Mobil Tangguh Mulai Rp16 Jutaan: Tampilan Gagah dan Mesin Badak

Otomotif | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:06 WIB

Isuzu Panther: Legenda Diesel yang Belum Mati! Ini Harga Bekas dan Keunggulannya

Isuzu Panther: Legenda Diesel yang Belum Mati! Ini Harga Bekas dan Keunggulannya

Otomotif | Senin, 02 Juni 2025 | 16:30 WIB

4 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp80 Juta: Irit Bahan Bakar, Kabin Longgar

4 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp80 Juta: Irit Bahan Bakar, Kabin Longgar

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 16:31 WIB

Terkini

5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax

5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:00 WIB

100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK

100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:13 WIB

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:03 WIB

Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta

Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan

Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:23 WIB

Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:10 WIB

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:27 WIB

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:21 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

×