3 Alasan Sebaiknya Tidak Memilih Isuzu Panther Bekas buat di Kota Besar, Kalian Wajib Tahu

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 23 Juni 2025 | 10:50 WIB
3 Alasan Sebaiknya Tidak Memilih Isuzu Panther Bekas buat di Kota Besar, Kalian Wajib Tahu
Isuzu Panther 1995 (dok. Zigwheels Indonesia)

Berbeda dengan Toyota Kijang yang terus berinovasi hingga lahirnya Innova Zenix dengan mesin hybrid, Panther harus pamit.

3 Alasan Mengapa Isuzu Panther Bekas Kurang Ideal untuk Kota Besar

Isuzu Panther. (pinterest.com)
Isuzu Panther. (pinterest.com)

Meskipun Isuzu Panther unggul dalam durabilitas, efisiensi bahan bakar diesel subsidi, dan suspensi yang lembut namun tangguh, ada beberapa faktor yang membuatnya kurang cocok sebagai kendaraan utama di kota metropolitan:

1. Harga Bekas yang Masih Terlalu Tinggi

Meskipun sudah discontinue, permintaan pasar terhadap Isuzu Panther bekas tetap tinggi, membuat harganya melambung dan cenderung stabil.

Bayangkan saja, sebuah Panther 2.5 LV transmisi manual tahun 2018 bisa dibanderol sekitar Rp140 juta sampai Rp190 juta-an.

Dengan bujet yang sama, Anda bisa mendapatkan pilihan lain yang lebih modern dan fitur lebih lengkap.

Misalnya, Toyota Kijang Innova diesel bekas tahun 2012 dengan transmisi otomatis, atau bahkan Toyota Fortuner diesel bekas tahun 2012 yang juga bertransmisi matic.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa dari segi value for money, Panther mungkin kalah bersaing di harga tersebut.

2. Fitur yang Terbatas dan Ketinggalan Zaman

baca juga

Dengan harga bekas yang masih di atas Rp180 juta untuk model-model tahun muda, Anda akan mendapatkan mobil dengan fitur yang sangat terbatas dibandingkan standar mobil modern saat ini.

Panther memang andal, tetapi kenyamanan dan teknologi yang ditawarkan sudah tertinggal jauh.

Di segmen harga yang setara, Anda bisa mendapatkan mobil bekas dengan fitur jauh lebih lengkap, seperti Toyota Sienta, Honda CR-V, atau bahkan Toyota Camry bekas yang menawarkan pengalaman berkendara lebih premium dan canggih.

Konsumen modern di perkotaan biasanya mengutamakan fitur keselamatan aktif, sistem infotainment terintegrasi, dan kenyamanan interior yang lebih baik.

3. Tantangan Ketersediaan Bahan Bakar Diesel Subsidi di Kota Besar

Salah satu alasan utama Panther tidak lagi diproduksi adalah karena mesinnya tidak memenuhi standar emisi Euro 4.

Ini berarti Panther dirancang untuk menenggak BBM bersubsidi jenis Solar.

Namun, di kota-kota besar seperti Jakarta, mencari SPBU Pertamina yang menjual Solar sudah semakin sulit.

Kalaupun ada, pembeliannya seringkali dibatasi atau harus melalui aplikasi tertentu.

Alternatifnya adalah menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex, yang harganya jauh lebih mahal.

Penggunaan BBMnon-subsidi secara terus-menerus tentu akan menjadi beban ekonomi yang cukup signifikan bagi pemilik Panther di kota besar.

Isuzu Panther bekas memang memiliki daya tarik tersendiri karena reputasi ketangguhannya.

Namun, bagi Anda yang tinggal di kota besar dan mencari kendaraan untuk mobilitas sehari-hari, Panther mungkin bukan pilihan paling bijak.

Harga yang tinggi, fitur yang ketinggalan zaman, dan kesulitan mendapatkan bahan bakar subsidi di perkotaan dapat menjadi kendala serius.

Panther mungkin lebih cocok sebagai kendaraan cadangan, koleksi nostalgia, atau untuk penggunaan di daerah pelosok yang memang membutuhkan kendaraan tangguh tanpa tuntutan fitur modern dan akses BBM yang lebih fleksibel.

Untuk konsumen di kota besar yang mengutamakan efisiensi, fitur modern, dan kenyamanan, mempertimbangkan opsi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini akan menjadi langkah yang lebih cerdas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Mobil Tangguh Mulai Rp16 Jutaan: Tampilan Gagah dan Mesin Badak

5 Rekomendasi Mobil Tangguh Mulai Rp16 Jutaan: Tampilan Gagah dan Mesin Badak

Otomotif | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:06 WIB

Isuzu Panther: Legenda Diesel yang Belum Mati! Ini Harga Bekas dan Keunggulannya

Isuzu Panther: Legenda Diesel yang Belum Mati! Ini Harga Bekas dan Keunggulannya

Otomotif | Senin, 02 Juni 2025 | 16:30 WIB

4 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp80 Juta: Irit Bahan Bakar, Kabin Longgar

4 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp80 Juta: Irit Bahan Bakar, Kabin Longgar

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 16:31 WIB

Terkini

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×