Kendaraan Sejuta Umat, Kenali Masalah Khas Motor Bekas Honda Vario 125 Sebelum Beli

Yasinta Rahmawati

Minggu, 03 Agustus 2025 | 14:13 WIB
Kendaraan Sejuta Umat, Kenali Masalah Khas Motor Bekas Honda Vario 125 Sebelum Beli
Honda Vario 125 Idling Stop. [Astra-Honda.com]

Suara.com - Honda Vario 125 tak diragukan lagi adalah salah satu motor matic terlaris Indonesia, baik untuk unit baru maupun bekas. Desainnya yang sporty, performa yang andal, dan efisiensi bahan bakar yang irit menjadikannya primadona.

Namun, seperti halnya membeli motor bekas, ada beberapa "penyakit" atau masalah khas yang perlu diwaspadai, terutama pada Honda Vario 125 generasi pertama (keluaran 2012-2015) yang sering disebut Vario 125 "Bohlam" atau kode KZR.

Mengetahui potensi masalah ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar Anda lebih teliti saat memeriksa dan bisa menyiapkan dana cadangan untuk perbaikan.

Berikut adalah rangkuman masalah khas yang sering menghinggapi motor bekas Honda Vario 125, berdasarkan pengalaman pengguna dan mekanik bengkel spesialis.

1. Sektor Mesin: Waspada Asap Putih dan Oli Boros

Salah satu masalah paling umum pada Vario 125 yang usianya sudah lebih dari 7-10 tahun adalah kondisi ring piston yang mulai aus. Gejala yang paling mudah dideteksi adalah munculnya asap putih tipis dari knalpot saat mesin langsam atau digas.

Oni adalah tanda bahwa ring piston sudah lemah, menyebabkan oli mesin ikut masuk ke ruang bakar dan terbakar.

Jika belum sampai mengeluarkan asap, gejala awalnya adalah oli mesin yang cepat berkurang atau susut padahal tidak ada kebocoran yang terlihat.

2. Area CVT: Penyakit Klasik "Gredek"

baca juga

Ini adalah masalah yang hampir menjadi ciri khas skutik Honda, tak terkecuali Vario 125.

Sensasi "gredek" atau getaran berlebih saat akselerasi awal dari kondisi diam adalah keluhan yang sangat lazim.

Hal ini biasanya disebabkan oleh kotoran yang menumpuk di area CVT, khususnya pada mangkok dan kampas ganda.

Meskipun membersihkan area CVT bisa mengurangi gejala ini untuk sementara, tak jarang masalah kembali muncul.

Beberapa pengguna memilih untuk mengganti komponen CVT dengan produk aftermarket untuk menghilangkan gredek secara permanen, namun ini tentu memerlukan biaya tambahan.

Honda Vario 125. [Antara]
Honda Vario 125. [Antara]

3. Bodi dan Rangka: Getar dan Mudah Retak

Pengguna Vario 125 sering mengeluhkan kualitas material bodi plastiknya yang terasa "getas" atau rapuh. Hal ini membuat beberapa bagian bodi rentan bergetar dan menimbulkan suara yang mengganggu, terutama setelah motor dibongkar-pasang.

Bagian yang paling sering menjadi korban adalah cover knalpot dan dek bawah setang yang bersinggungan dengan lutut.

Bagian ini gampang retak atau pecah hanya karena senggolan ringan di parkiran.

Selain itu, masalah pada laher atau bantalan kemudi (komstir) juga kerap terjadi pada motor yang sudah berumur, ditandai dengan setang yang terasa oblak atau kaku saat berbelok.

4. Kaki-kaki: Velg Rentan Peyang

Meskipun desain velg Vario 125 dinilai sporty, banyak yang berpendapat bahwa materialnya kurang kokoh.

Velg bawaan Vario 125 dikenal cukup rentan "peyang" atau bengkok, terutama setelah menghantam lubang di jalan meski dalam kecepatan yang tidak terlalu tinggi.

Saat melakukan test ride, pastikan motor berjalan lurus dan tidak terasa oleng, yang bisa menjadi indikasi velg bermasalah.

5. Sistem Injeksi dan Kelistrikan: Fuel Pump Lemah

Khusus untuk Vario 125 generasi pertama yang sudah mengadopsi sistem injeksi, komponen fuel pump atau pompa bensin menjadi salah satu titik lemah seiring bertambahnya usia.

Fuel pump yang melemah akan membuat tekanan bahan bakar menurun.

Dampaknya, motor akan terasa brebet atau bahkan mati saat tuas gas diputar untuk berakselerasi, meskipun bisa menyala normal saat stasioner. Ini tentu sangat berbahaya dan mengganggu mobilitas.

6. Knalpot yang Berisik

Beberapa pemilik Vario 125 melaporkan adanya suara "ngeter" atau kasar yang berasal dari knalpot, terutama saat motor berjalan pelan.

Suara ini bisa timbul secara tiba-tiba dan biasanya disebabkan oleh las-lasan internal di dalam sekat knalpot yang lepas. Akibatnya, terjadi getaran dan gesekan antar-logam di dalam silencer.

Membeli motor bekas Honda Vario 125 adalah pilihan cerdas untuk mendapatkan kendaraan yang efisien dan andal. Namun, statusnya sebagai "kendaraan sejuta umat" tidak membuatnya luput dari masalah, terutama unit yang usianya sudah tidak muda lagi.

Karena itu, teliti sebelum membeli adalah keharusan. Dengan mengetahui daftar "penyakit" di atas, Anda bisa lebih siap dan teliti saat memeriksa unit motor incaran.

Selalu siapkan dana ekstra untuk potensi perbaikan agar Vario 125 bekas pilihan Anda bisa kembali prima dan menjadi rekan setia di jalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Harga Honda BeAT Bekas Tahun 2010? Tetap Sangar di Tahun 2025

Berapa Harga Honda BeAT Bekas Tahun 2010? Tetap Sangar di Tahun 2025

Otomotif | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 19:45 WIB

8 Motor Bekas di Bawah Rp10 Juta untuk Anak Kuliah, Irit BBM dan Stylish

8 Motor Bekas di Bawah Rp10 Juta untuk Anak Kuliah, Irit BBM dan Stylish

Otomotif | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 15:20 WIB

10 Motor Bekas yang Sebaiknya Dihindari: Kalang Saing, Performa Pas-pasan

10 Motor Bekas yang Sebaiknya Dihindari: Kalang Saing, Performa Pas-pasan

Otomotif | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 11:21 WIB

Terkini

Konsumen Berhak Dapat Ganti Rugi Soal Kasus Beras Fortifikasi

Konsumen Berhak Dapat Ganti Rugi Soal Kasus Beras Fortifikasi

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:01 WIB

Menyusuri Duka dan Kehilangan Melalui Novel The Year of Magical Thinking

Menyusuri Duka dan Kehilangan Melalui Novel The Year of Magical Thinking

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 13:00 WIB

Tiga Pelajar Didampingi Usai Dugaan Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi

Tiga Pelajar Didampingi Usai Dugaan Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 13:00 WIB

Hati Jay Idzes Hancur Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Hati Jay Idzes Hancur Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 12:57 WIB

Warga RI Makin Melek Keuangan, Tapi yang Punya Dana Pensiun Cuma 5,37%

Warga RI Makin Melek Keuangan, Tapi yang Punya Dana Pensiun Cuma 5,37%

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:57 WIB

Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:55 WIB

Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Emas 74 Kg di Rumahnya: Saya Minta Diclearkan

Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Emas 74 Kg di Rumahnya: Saya Minta Diclearkan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:50 WIB

Buku Fiksi vs Self-Improvement: Mana yang Lebih Mengasah Empati?

Buku Fiksi vs Self-Improvement: Mana yang Lebih Mengasah Empati?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:50 WIB

Ngaku Sakit Saat Dipanggil, Bebizie Ternyata Sudah Serahkan Uang Rp 895 Juta ke KPK

Ngaku Sakit Saat Dipanggil, Bebizie Ternyata Sudah Serahkan Uang Rp 895 Juta ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:47 WIB

Persija Dijatuhi 4 Sanksi Buntut Duel Kontra Persib di GBK, Terusir dari Jakarta dan Denda Jutaan

Persija Dijatuhi 4 Sanksi Buntut Duel Kontra Persib di GBK, Terusir dari Jakarta dan Denda Jutaan

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 12:46 WIB

×