Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Naik Oktober 2025

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Kamis, 02 Oktober 2025 | 09:43 WIB
Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Naik Oktober 2025
Ilustrasi SPBU Shell (Suara.com/Yaumal)
baca 10 detik
  • Harga BBM di Semua SPBU Alami Kenaikan Harga
  • Harga BBM Subsidi Pertamina Tidak Berubah
  • Shell, BP, Vivo Lakukan Kenaikan Harga BBM

Suara.com - Harga BBM (bahan bakar minyak) di Indonesia kembali mengalami penyesuaian pada awal Oktober 2025. 

Hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai dari Pertamina, Shell, Vivo, hingga BP, tercatat melakukan kenaikan harga jual BBM.

Di Pertamina, penyesuaian terjadi pada jenis BBM diesel non-subsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Dex. 

- Dexlite : Naik dari Rp13.600 menjadi Rp13.700 per liter

- Pertamina Dex : Naik dari Rp13.850 menjadi Rp14.000 per liter

Sementara, harga BBM bensin non subsidi premium pertamina terpantau stabil dan tidak berubah sejak September 2025.

Sehingga untuk Oktober ini, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.200 per liter, Pertamax Green Rp13.000 per liter, dan Pertamax Turbo Rp13.100 per liter. Adapun Solar subsidi masih di angka Rp6.800 per liter.

Shell juga melakukan penyesuaian harga pada seluruh produk BBM nya. Kenaikan tertinggi terjadi pada Shell Super yang naik Rp310 per liter, dari Rp12.580 menjadi Rp12.890 per liter. 

Jenis V-Power naik Rp280 per liter menjadi Rp13.420, V-Power Nitro+ naik Rp290 menjadi Rp13.590, dan V-Power Diesel naik Rp140 menjadi Rp14.270 per liter.

baca juga

Namun di tengah kenaikan harga tersebut, pasokan BBM di sejumlah SPBU Shell justru terpantau terbatas. Bahkan, untuk jenis Shell Super di kawasan Jabodetabek dilaporkan banyak yang kosong, menandakan adanya lonjakan permintaan atau kendala pasokan.

Untuk SPBU Vivo, kenaikan harga rata-rata mencapai Rp280 per liter untuk Revvo 90, Revvo 92, dan Revvo 95. 

- Revvo 90 : Naik dari Rp12.530 menjadi Rp12.810 per liter

- Revvo 92 : Naik dari Rp12.610 menjadi Rp12.890 per liter

- Revvo 95 : Naik dari Rp13.140 menjadi Rp13.420 per liter. 

Sementara, jenis Diesel Primus Plus mengalami kenaikan Rp130 per liter dari Rp14.140 menjadi Rp14.270.

BP Indonesia juga terpantau menyesuaikan harga seluruh produknya. Kenaikan tertinggi tercatat pada BP Ultimate yang naik Rp300 per liter, dari Rp13.120 menjadi Rp13.420 per liter. Selain itu, harga BP 92 kini menjadi Rp12.890 per liter, sementara BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp14.270 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Busi Radioaktif Pernah Bikin Geger, Sejarah Gila Produk Otomotif Bikin Keder

Busi Radioaktif Pernah Bikin Geger, Sejarah Gila Produk Otomotif Bikin Keder

Otomotif | Rabu, 01 Oktober 2025 | 20:45 WIB

Pembalap MotoGP Sebut Sirkuit Mandalika Miliki Daya Magis, Seperti Berada di Tempat Liburan...

Pembalap MotoGP Sebut Sirkuit Mandalika Miliki Daya Magis, Seperti Berada di Tempat Liburan...

Otomotif | Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:20 WIB

Bergabung dengan Sejumlah Merek Otomotif Asal China, Geely Memulai Perakitan Lokal di Indonesia

Bergabung dengan Sejumlah Merek Otomotif Asal China, Geely Memulai Perakitan Lokal di Indonesia

Otomotif | Selasa, 30 September 2025 | 16:41 WIB

Terkini

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:25 WIB

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:52 WIB

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:12 WIB

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:35 WIB

Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta

Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:24 WIB

×