Suara.com - Mobil listrik seharga motor untuk mahasiswi kini tersedia dalam berbagai merek dengan performa dan fasilitas mumpuni. Pengguna tidak hanya menikmati kepraktisan berkendara tapi juga kenyamanan tiada duanya.
Sebagai moda transportasi pribadi untuk mobilitas harian, mobil listrik bukan sekedar kendaraan semata.
Namun, memberikan nilai lebih seperti bebas ganjil genap, biaya operasional serta perawatan murah dan mudah, ramah lingkungan. Apalagi mobil-mobil listrik juga punya desain yang lucu dan unik.
Berbagai keunggulan yang ditawarkan membuat lonjakan penjualan mobil listrik meningkat, target marketnya pun meluas sampai kalangan mahasiswa. Meskipun populer, harga belinya terjangkau loh.
Ada beberapa brand yang harganya setara motor buat mahasiswa. Apa sajakah itu? Berikut uraian singkatnya.
1. Mobil Listrik Haka Motors

Mobil listrik Haka Motors merupakan pilihan tepat untuk customer yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan harga terjangkau.
Haka Motors termasuk produsen mobil listrik yang didirikan oleh Halim Kalla, adik Jusuf Kalla. Sebagai pendiri, ia memiliki ambisi kuat menghadirkan kendaraan roda empat yang cocok untuk masyarakat Indonesia dengan harga terjangkau.
Awal kemunculannya sudah berhasil mendongkrak popularitas mobil listrik lokal asli Indonesia dengan performa handal sekaligus harga bersahabat.
Ada beberapa tipe mobil yang diluncurkan Haka Motors seperti Trolis (kendaraan roda tiga), Erolis (mobil kota mini), Smuth EV (pick up mini).
Baca Juga: 5 Pilihan Mobil Murah untuk Atasi Masalah Garasi Sempit 3x4m, Solusi Cerdas untuk Keluarga
Masing-masing jenis mobil desainnya hampir mirip satu sama lain, cenderung kotak dengan pilihan warna nyentrik. Meskipun bentuknya seragam, soal performa tidak diragukan lagi.
Unit Trolis dan Erolis mampu menempuh jarak sampai 150 km, berkat dukungan performa baterai handal yaitu 7,6 Kwh 72V.
Selanjutnya, untuk tipe Smuth EV yang cenderung premium sudah dibekali kapasitas baterai besar ukuran 15,4 Kwh, dapat menempuh jarak sampai 175 km.
Harga pasarannya antara lain untuk tipe Trolis Rp 60 juta, Erolis Rp 85 juta sampai Rp 95 juta, Smuth EV Rp 140 juta hingga Rp 150 juta.
2. K-Upgrade

Opsi kendaraan listrik roda empat selanjutnya ada brand K-Upgrade yang merupakan mobil listrik mini diimpor dari China, dilakukan oleh PT Kurnia EVCBU International.
Harga belinya tergolong murah di tengah geliat mobil listrik mahal yang beredar di Indonesia. Anda hanya perlu menyiapkan dana senilai Rp 75 juta, sudah bisa membawa pulang kendaraan praktis ramah lingkungan.
Meskipun harganya murah meriah, tapi jarak tempuh luar biasa bisa panjang yaitu 336 km dan mampu melaju dengan kecepatan fantastis maksimal mencapai 155 km/jam.
Fitur mobil ramah lingkungan yang satu ini sudah adopsi teknologi canggih contohnya seperti penggerak All Wheel Drive (AWD), panel surya di bagian atap kendaraan sebagai pengisi daya baterai tambahan dan mampu menampung 4 orang.
Keistimewaan K-Upgrade dalam hal jarak tempuh maupun kecepatan, sedikit banyak dipengaruhi oleh penggunaan baterai lead-acid dengan kapasitas 26,7 kWh.
Selain itu, mobil sudah dirancang untuk kenyamanan maksimal seperti lampu LED, 4 pintu, interior untuk efisiensi ruang contohnya head unit dilengkapi bluetooth serta slot USB.
Setiap customer yang sudah membeli mobil K-Upgrade otomatis mendapatkan layanan purna jual, termasuk garansi suku cadang dan baterai selama 5 tahun.
3. Panda Mini EV

Mobil listrik mungil seharga Rp 88 jutaan ini, cocok untuk sarana mobilitas jarak dekat. Yang mana diproduksi oleh Geely di Tiongkok dalam naungan merek Geometry.
Panda Mini EV memang dirancang sebagai pesaing sehat mobil Wuling Hongguang Mini EV, dengan beberapa fitur menarik.
Contohnya seperti desain lucu dan menggemaskan, sisi depan menyerupai wajah panda, menggunakan kombinasi warna hitam dan putih.
Lalu, interiornya dilengkapi dengan dua layar digital pada kabin, berupa panel instrumen 9,2 inci dan layar multimedia 8 inci.
Sedangkan fitur keselamatannya terdiri dari dual airbag, kamera belakang, radar parkir belakang, sistem ESP. Tersedia juga dua mode berkendara berupa sport dan normal.
Soal performa mesin juga tidak diragukan lagi berbekal baterai LFP dengan kapasitas 17 kWh, mobil mampu menempuh jarak 200 km hingga 210 km dalam satu kali pengecasan.
Kontributor : Damayanti Kahyangan