Boros Bensin bak Donatur SPBU: 5 Mobil Murah Memikat tapi Nggak Cocok untuk Kaum Income Pas-pasan

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:50 WIB
Boros Bensin bak Donatur SPBU: 5 Mobil Murah Memikat tapi Nggak Cocok untuk Kaum Income Pas-pasan
Ilustrasi mobil isi bensin di SPBU (Gemini AI)

Suara.com - Membeli mobil bekas sering dianggap solusi cerdas untuk mendapatkan kendaraan berkelas dengan harga terjangkau. Namun, ada satu konsekuensi yang sering luput dari perhatian, utamanya adalah bagian konsumsi bahan bakar. 

Beberapa mobil bekas murah saat dibeli, tapi bisa terasa "mahal" saat dipakai harian karena bensinnya boros. Umumnya, ini terjadi pada mobil dulunya merupakan kendaraan mewah dengan kapasitas mesin besar.

Harganya yang terjangkau membuat banyak orang terkecoh. Sehingga, jika Anda nekat meminang mobil jenis ini, Anda harus tahu konsekuensi bahwa konsumsi BBM-nya lebih terasa dibanding mobil pasaran dengan kapasitas mesin 1500cc yang banyak beredar di jalan.

Supaya Anda bisa menghindari pembelian mobil bekas murah tapi boros bensin,  berikut analisis 5 mobil bekas murah tapi terkenal boros bensin yang masih banyak beredar di pasar mobil seken Indonesia.

1. Honda Odyssey

Honda Odyssey 2013. (OLX)
Honda Odyssey 2013. (OLX)

Honda Odyssey generasi lama dikenal sebagai MPV premium dengan kenyamanan tinggi. Kabin luas, suspensi empuk, dan fitur lengkap jadi daya tarik utama. Namun, semua itu dibayar dengan konsumsi BBM yang cukup rakus.

Hal itu dapat terjadi karena Odyssey lawas dibekali mesin 2.4L naturally aspirated dengan bobot kendaraan yang berat. Mesin ini lebih difokuskan pada kenyamanan dan tenaga halus, bukan efisiensi. Penggunaan dalam kota dengan stop-and-go membuat konsumsi BBM-nya cepat turun.

Harga seken kendaraan Honda Odyssey sekitar Rp110–160 juta, harga bisa tergantung tahun dan kondisi. Sementara pajak tahunannya menelan biaya sekitar Rp3–4,5 juta.

2. Honda CR-V

baca juga
Honda CR-V 1995. (Honda Indonesia)
Honda CR-V 1995. (Honda Indonesia)

Honda CR-V generasi lama, terutama versi 2.4L, masih jadi incaran karena desainnya awet dan kenyamanannya baik. Tapi untuk urusan bensin, SUV ini bukan pilihan paling irit.

Itu karena mobil ini memiliki mesin 2.4L i-VTEC dipadukan dengan bodi SUV yang besar dan posisi duduk tinggi. Selain itu, rasio transmisi pada generasi lama belum dioptimalkan untuk efisiensi, sehingga konsumsi BBM dalam kota relatif boros.

Harga Honda CR-V di pasar mobil bekas sekitar Rp90–150 juta. Sedangkan pajak tahunannya sekitar Rp2,5–4 juta.

3. Nissan X-Trail

Nissan X-Trail 2005. (OLX)
Nissan X-Trail 2005. (OLX)

Nissan X-Trail generasi T30 dan T31 terkenal tangguh dan nyaman untuk perjalanan jauh. Namun, reputasinya sebagai SUV “haus bensin” juga cukup melekat. 

Itu karena bobot berat, mesin 2.0L atau 2.5L, serta setting CVT generasi awal membuat efisiensinya kurang optimal, terutama di dalam kota. Konsumsi BBM makin terasa boros saat digunakan harian dengan kondisi macet.

Harga seken Nissan X-Trail di pasaran saat ini sekitar Rp80–140 juta. Sedangkan pajak tahunannya sekitar  Rp2–3,5 juta.

4. Opel Blazer

Opel Blazer 1997-2003. (Carswp)
Opel Blazer 1997-2003. (Carswp)

Opel Blazer mungkin terlihat sangat murah di pasaran mobil bekas. Namun, murahnya harga beli sebanding dengan tingginya konsumsi BBM dan biaya perawatan.

Mesin 2.2L dan 2.4L Opel Blazer menggunakan teknologi lama dengan efisiensi rendah. Ditambah bobot kendaraan yang berat dan transmisi konvensional, konsumsi BBM-nya bisa sangat boros, terutama di kota.

Harga seken Opel Blazer sekitar Rp40–70 juta. Pajak tahunan sekitar Rp1,5–2,5 juta.

5. Toyota Alphard Lawas

Toyota Alphard 2014 (OLX)
Toyota Alphard 2014 (OLX)

Toyota Alphard generasi awal menjadi simbol kemewahan dengan harga bekas yang kini jauh lebih terjangkau. Dengan kapasitas interiornya yang luas, mobil Alphard memang memberikan kenyamanan berkendara bagi penumpangnya. Namun, MPV premium ini jelas bukan mobil irit.

Mobil ini memiliki mesin 2.4L atau 3.0L dipadukan dengan bodi sangat besar dan berat. Fokus Alphard adalah kenyamanan dan kemewahan, bukan efisiensi bahan bakar. 

Konsumsi BBM dalam kota saja bisa terasa sangat menguras dompet. Sehingga Alphard lawas juga bukan mobil yang cocok untuk melakukan perjalanan jauh. 

Harga seken Alphard lawas sekitar Rp150–250 juta. Pajak tahunan sekitar Rp4–6 juta. Terbilang cukup mahal juga dalam perawatannya. 

Demikian itu mobil bekas murah tapi boros bensin. Faktor utama penyebabnya adalah mesin besar, bobot kendaraan berat, dan teknologi lama yang belum mengutamakan efisiensi.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Agya 2025 Harganya Turun Berapa Banyak Dibanding yang Baru?

Toyota Agya 2025 Harganya Turun Berapa Banyak Dibanding yang Baru?

Otomotif | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:51 WIB

Bea Balik Nama Kendaraan Gratis Mulai Berlaku Kapan? Urusan Jual Beli Kendaraan Kini Makin Ringan

Bea Balik Nama Kendaraan Gratis Mulai Berlaku Kapan? Urusan Jual Beli Kendaraan Kini Makin Ringan

Otomotif | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:10 WIB

5 Mobil Honda Bekas Terbaik untuk Mudik Lebaran 2026, Anti Loyo dan Irit Bahan Bakar

5 Mobil Honda Bekas Terbaik untuk Mudik Lebaran 2026, Anti Loyo dan Irit Bahan Bakar

Otomotif | Kamis, 22 Januari 2026 | 12:15 WIB

Mau Angkut Keluarga Besar atau Kelayapan Sendiri? Ini 6 Mobil Bekas Awet tapi Ekonomis dari Nissan

Mau Angkut Keluarga Besar atau Kelayapan Sendiri? Ini 6 Mobil Bekas Awet tapi Ekonomis dari Nissan

Otomotif | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:49 WIB

Mesin Bandel untuk Kerja Rodi Harian: Ini 5 Mobil Mitsubishi Bekas, dari yang Irit hingga Offroad

Mesin Bandel untuk Kerja Rodi Harian: Ini 5 Mobil Mitsubishi Bekas, dari yang Irit hingga Offroad

Otomotif | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:11 WIB

Terkini

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:53 WIB

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:52 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru

GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI

Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 19:40 WIB

6 Cara Mengelola Gaji Rp3 Juta agar Bisa Nabung dan Investasi

6 Cara Mengelola Gaji Rp3 Juta agar Bisa Nabung dan Investasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:39 WIB

Media Korea Soroti Kesombongan Kim Gi-dong: Remehkan Persib Bandung Berujung Petaka

Media Korea Soroti Kesombongan Kim Gi-dong: Remehkan Persib Bandung Berujung Petaka

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 19:38 WIB

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

×