Kolaborasi dengan Kemenkop, DJKI Kemenkum Targetkan 8.000 Koperasi Merah Putih Daftarkan Merek

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:18 WIB
Kolaborasi dengan Kemenkop, DJKI Kemenkum Targetkan 8.000 Koperasi Merah Putih Daftarkan Merek
Seremonial Seminar Nasional dan penandatanganan MoU antara DJKI Kemenkum dengan Kemenkop dalam Memperkuat Ekosistem Inovasi Industri Pangan. (Dok: DJKI Kemenkum)

Suara.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum) menandatangani kerja sama dengan Kementerian Koperasi untuk mempercepat pendaftaran merek kolektif bagi koperasi di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi ini, DJKI menargetkan sedikitnya 8.000 Koperasi Desa Merah Putih dapat segera mendaftarkan merek produk unggulannya.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat perlindungan hukum terhadap produk-produk koperasi di berbagai daerah. Menurutnya, kepemilikan merek menjadi faktor penting agar produk koperasi memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun global.

"Kita sudah menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan Kementerian Koperasi. Harapan kita, 81.000 koperasi di Indonesia bisa memiliki merek kolektif. Dalam tahap awal, kami menargetkan sekitar 10 persen dari total koperasi tersebut sudah mengajukan pendaftaran merek,” ujar Razilu.

Dengan target 10 persen dari total 81.000 koperasi, DJKI menaksir sekitar 8.000 koperasi akan menjadi prioritas utama dalam proses pendaftaran. Setiap koperasi bahkan berpeluang memiliki lebih dari satu merek, tergantung pada ragam produk yang dihasilkan.

Razilu menjelaskan, biaya pendaftaran merek bagi koperasi tergolong ringan karena dikategorikan sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Untuk koperasi, biaya pendaftaran hanya sebesar Rp500 ribu karena termasuk dalam tarif UMKM. Ini menjadi kesempatan besar bagi koperasi untuk segera memiliki identitas merek yang sah dan terlindungi," jelasnya.

Lebih lanjut, Razilu menuturkan bahwa sektor koperasi yang berpotensi paling banyak mendaftarkan merek bergantung pada karakteristik wilayah masing-masing. Misalnya, koperasi di daerah pegunungan banyak bergerak di sektor kopi, sementara daerah pesisir cenderung menghasilkan produk perikanan.

“Ada yang bergerak di sektor kopi, kain tenun, ikan, produk pertanian primer, hingga olahan pangan dan jasa. Semua punya potensi besar untuk dilindungi melalui merek kolektif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum, Supartman Andi Agtas menjelaskan, kementeriannya siap memberikan kemudahan dan percepatan dalam proses pendaftaran merek kolektif melalui sistem digital yang telah disiapkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI)

baca juga

"Kami memastikan proses pendaftaran akan lebih sederhana, transparan, dan terintegrasi dengan sistem data koperasi di Kemenkop," ujar Supratman.

Supratman menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi koperasi yang berdaya saing dan berorientasi pada perlindungan hak kekayaan intelektual. Upaya pendaftaran merek kolektif ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, namun menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha koperasi di masa depan.

"Pendaftaran merek kolektif ini akan sangat membantu bukan hanya untuk sesaat, tetapi untuk memberi perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual yang merupakan produk-produk dari Koperasi Desa Merah Putih itu akan mempunyai daya untuk menggerakkan perekonomian di kemudian hari," pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koperasi Kelola Tambang, Kebijakan Menkop Ferry Juliantono Dinilai Gebrakan Revolusioner, Mengapa?

Koperasi Kelola Tambang, Kebijakan Menkop Ferry Juliantono Dinilai Gebrakan Revolusioner, Mengapa?

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:46 WIB

DJKI Kemenkum Permudah Pendaftaran Merek Kolektif untuk Koperasi Merah Putih

DJKI Kemenkum Permudah Pendaftaran Merek Kolektif untuk Koperasi Merah Putih

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:35 WIB

Proyek Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun 15 Oktober, Ini Sumber Anggarannya

Proyek Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun 15 Oktober, Ini Sumber Anggarannya

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Bahlil Jawab Keraguan Kapasitas UMKM dan Koperasi Kelola Tambang: SDM Bisa Diperkuat Sambil Berjalan

Bahlil Jawab Keraguan Kapasitas UMKM dan Koperasi Kelola Tambang: SDM Bisa Diperkuat Sambil Berjalan

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 15:53 WIB

Bahlil: Permen Minerba akan Prioritaskan UMKM dan Koperasi Lokal, Bukan dari Jakarta

Bahlil: Permen Minerba akan Prioritaskan UMKM dan Koperasi Lokal, Bukan dari Jakarta

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 19:54 WIB

Atasi Konflik Tambang, Menkop Usul IUP Timah Dikelola Koperasi Merah Putih

Atasi Konflik Tambang, Menkop Usul IUP Timah Dikelola Koperasi Merah Putih

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:57 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×