Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:45 WIB
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
Ilustrasi SPBU (Pexels)
baca 10 detik
  • Australia mengakui kemungkinan penjatahan bahan bakar akibat gangguan distribusi minyak global karena konflik di Selat Hormuz.
  • Wakil PM Richard Marles meminta masyarakat tenang dan mengimbau pembelian dilakukan secara normal, bukan berlebihan.
  • Pemerintah Australia melonggarkan standar kualitas bensin dan melepaskan cadangan nasional untuk stabilitas pasokan.

Suara.com - Pemerintah Australia kini tengah berupaya meredam kekhawatiran publik setelah mengakui bahwa kemungkinan opsi penjatahan bahan bakar akan dilakukan oleh pemerintah. Ketegangan konflik yang melibatkan Iran di Selat Hormuz menjadi pemicu utama terganggunya jalur distribusi minyak dunia yang membuat pasokan bahan bakar global ikut terganggu. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bensin pertama kali di Australia sejak tahun 1979.

Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles menyatakan bahwa situasi ini sangat bergantung pada durasi konflik yang terjadi di wilayah tersebut.

“Jelas [kemungkinan penjatahan] adalah opsi dari berapa lama konflik ini berlanjut, dan itu bukan sesuatu yang dapat saya jawab soal apa yang akan terjadi,” ungkap Marles, dikuti dari Carscoops, Jumat (20/3/2026).

Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru akan memperburuk keadaan.

“Kami mengambil langkah-langkah yang sedang kami lakukan saat ini, dan ini hanya masalah bagaimana orang-orang menjalankan aktivitas mereka seperti biasa dan dengan tenang,” tambah Marles untuk meyakinkan stok bahan bakar sebenarnya masih mencukupi jika digunakan secara normal.

Fenomena kehabisan stok di beberapa SPBU lokal dilaporkan bukan karena kelangkaan murni melainkan akibat lonjakan permintaan atau panic buying dari para pengemudi. Guna menjaga stabilitas mobilitas masyarakat, otoritas setempat telah melepaskan sekitar 20 persen dari cadangan bahan bakar nasional ke pasar.

Selain itu, aturan kualitas bensin juga dilonggarkan sementara dengan mengizinkan kandungan sulfur yang lebih tinggi agar pasokan tetap tersedia di pompa pengisian.

Di sisi lain, Komisi Persaingan dan Konsumen Australia mulai memperketat pengawasan terhadap para pengecer bensin besar. Langkah ini diambil setelah terjadi lonjakan harga tajam di berbagai wilayah yang sangat membebani para pemilik kendaraan.

Pemerintah memperingatkan akan menjatuhkan sanksi berat bagi pihak yang memanfaatkan situasi krisis ini untuk meraup keuntungan tidak wajar. Denda bagi pelanggar dikabarkan telah meningkat dua kali lipat sejak konflik tersebut pecah demi melindungi konsumen dari praktik nakal bahan bakar di tengah ancaman krisis energi dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Brebet saat Digas? Ini 8 Penyebab dan Cara Praktis Mengatasinya

Motor Brebet saat Digas? Ini 8 Penyebab dan Cara Praktis Mengatasinya

Otomotif | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:24 WIB

Daftar Rest Area yang Menyediakan BBM Pertamax Turbo di Jalur Mudik, Catat Lokasinya!

Daftar Rest Area yang Menyediakan BBM Pertamax Turbo di Jalur Mudik, Catat Lokasinya!

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:49 WIB

Taruhan Mahal BYD Hadirkan Baterai Generasi Kedua di Tengah Lesunya Pasar Otomotif

Taruhan Mahal BYD Hadirkan Baterai Generasi Kedua di Tengah Lesunya Pasar Otomotif

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×