-
Jaga RPM stabil di level 2.000 hingga 2.500 saat berkendara.
-
Gunakan teknik menginjak pedal gas secara halus dan hindari akselerasi mendadak.
-
Pindahkan transmisi ke posisi Netral saat berhenti lebih dari 10 detik.
Suara.com - Mobil transmisi otomatis atau matic sering kali dianggap lebih boros bahan bakar dibandingkan mobil manual.
Padahal, boros atau tidaknya konsumsi BBM sangat bergantung pada gaya mengemudi dan perawatan kendaraan itu sendiri.
Bagi Anda pengguna mobil matic, Anda perlu tahu cara menghemat BBM ketika berkendara.
Langkah ini perlu dilakukan di tengah ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi dan memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.
Berikut ini, 10 cara menghemat bensi untuk mobil matic di tengah ketegangan geopolitik global.
1. Jaga RPM Tetap Stabil
Kunci utama menghemat bensin pada mobil matic adalah menjaga putaran mesin atau RPM (Revolutions Per Minute).
Usahakan jarum RPM berada di angka 2.000 hingga 2.500. Karena semakin tinggi RPM, semakin besar pula bensin yang disedot oleh mesin.
Jika sedang terburu-buru, pastikan RPM tidak melampaui angka 3.000 agar pembakaran tetap efisien.

2. Injak Pedal Gas Secara Halus
Hindari kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak atau kick-down.
Menginjak gas terlalu dalam secara tiba-tiba akan memicu transmisi turun gigi dan membuat bensin terkuras lebih banyak.
Lakukan akselerasi secara bertahap dan konsisten.
3. Aktifkan Mode ECO
Jika mobil Anda dilengkapi dengan fitur ECO Mode, jangan ragu untuk mengaktifkannya.
Fitur ini secara otomatis akan mengatur sistem komputer mobil untuk memprioritaskan efisiensi bahan bakar, termasuk mengatur perpindahan gigi agar lebih hemat.
4. Pindahkan ke Gigi Netral (N) saat Berhenti
Banyak pengemudi matic tetap membiarkan posisi gigi di D (Drive) sambil menginjak rem saat di lampu merah.
Kebiasaan ini bikin boros, karena mesin terus berusaha mendorong mobil maju.
Jika berhenti lebih dari 10 detik, segera pindahkan transmisi ke posisi N (Netral) agar beban mesin berkurang.
5. Matikan Mesin jika Berhenti Lama
Jika Anda sedang menunggu seseorang atau terjebak macet total lebih dari satu menit, sebaiknya matikan mesin mobil.
Kondisi mesin yang menyala saat mobil diam (idle) dalam waktu lama hanya akan membuang-buang bensin secara percuma.
6. Cek Tekanan Ban Secara Rutin
Tekanan ban yang kurang akan menambah beban mesin karena gesekan ban dengan aspal menjadi lebih besar.
Pastikan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar mobil melaju lebih ringan dan konsumsi BBM tetap terjaga.
7. Hindari Membawa Muatan Berlebih
Semakin berat beban yang dibawa, semakin keras pula mesin bekerja.
Seleksi kembali barang-barang di bagasi Anda.
Jangan jadikan mobil sebagai gudang berjalan untuk barang yang jarang digunakan.
8. Manfaatkan Teknik Engine Brake
Alih-alih mengerem mendadak saat mendekati lampu merah atau di jalan menurun, gunakan teknik engine brake.
Kurangi gas perlahan dan manfaatkan momentum untuk melambat (gliding).
Anda juga bisa memindahkan gigi dari D ke 2 atau L untuk membantu pengereman secara alami.
9. Gunakan AC Seperlunya
Anda perlu memahami bahwa AC salah satu penyedot tenaga mesin terbesar.
Karena itu, gunakan suhu AC yang wajar, misalnya di posisi tengah atau seperempat untuk menghemat energi.
Hindari menyetel suhu paling dingin secara terus-menerus karena kompresor AC akan bekerja tanpa henti dan menambah beban mesin.
10. Jangan Malas Servis Rutin
Mobil yang jarang diservis cenderung lebih boros.
Pastikan Anda rutin melakukan tune-up, mengganti oli, dan mengecek radiator.
Mesin yang dalam kondisi prima akan melakukan pembakaran dengan lebih sempurna, sehingga setiap tetes bensin tidak terbuang sia-sia.