Masa Kejayaan BYD Mulai Goyah, Laba Anjlok dan PHK Ribuan Karyawan

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 06 April 2026 | 11:15 WIB
Masa Kejayaan BYD Mulai Goyah, Laba Anjlok dan PHK Ribuan Karyawan
Ilustrasi Logo BYD. (Ist)
baca 10 detik
  • Perusahaan otomotif BYD mencatat penurunan laba bersih sebesar 19 persen menjadi 32,6 miliar yuan pada April 2026.
  • Persaingan ketat dari kompetitor domestik menyebabkan BYD merosot ke peringkat empat pasar otomotif di China tahun ini.
  • BYD melakukan efisiensi dengan memangkas 10 persen karyawan serta merilis 11 model baru berteknologi pengisian daya kilat.

Suara.com - Raksasa otomotif listrik asal China, BYD, kini tengah menghadapi badai besar setelah melaporkan penyusutan laba yang signifikan. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba bersih BYD merosot hingga 19 persen menjadi 32,6 miliar yuan atau setara Rp 74,6 triliun. 

Penurunan ini menjadi catatan merah pertama perusahaan dalam empat tahun terakhir yang menandakan berakhirnya pertumbuhan instan mereka.

Masa keemasan seri Dynasty dan Ocean yang sempat mendominasi jalanan kini mulai goyah. Penjualan BYD di China melempem karena digempur habis-habisan oleh kompetitor kuat seperti Geely dan Leapmotor.

Para kompetitor berhasil mengejar ketertinggalan teknologi dari sang penguasa pasar yang selama ini sulit tertandingi.

Dampak persaingan ini sangat terasa pada posisi pasar perusahaan. BYD yang semula menjadi penguasa otomotif China harus merosot ke peringkat empat pada periode Januari hingga Februari 2026. 

Penjualan mereka terjun bebas ke level terendah sejak masa pandemi COVID-19. Kondisi krisis ini diperburuk dengan langkah efisiensi perusahaan yang memangkas 10 persen karyawannya. Saat ini jumlah pekerja yang tersisa berada di angka 869.622 orang.

Chairman BYD, Wang Chuanfu, mengakui kondisi industri kendaraan energi baru saat ini berada dalam tahap yang sangat sulit. 

"Kami menyadari persaingan di industri ini sudah mencapai titik didih dan sedang menjalani 'eliminasi' yang brutal," kata Wang, dikutip Senin (6 April 2026).

Selama ini BYD mengandalkan mobil murah di bawah Rp 340 jutaan untuk menguasai pasar dengan kontribusi penjualan mencapai 61 persen. Namun penghapusan insentif pajak dari pemerintah China membuat margin keuntungan perusahaan semakin tipis dan sulit dipertahankan. 

baca juga

Sebagai langkah penyelamatan, BYD merilis 11 model baru dengan teknologi pengisian daya kilat atau flash charging.

Eugene Hsiao selaku analis dari Macquarie memberikan pandangannya terkait strategi bertahan perusahaan tersebut. 

"Fokus pada peningkatan teknologi akan membantu mendorong daya saing dibandingkan harga, sementara penjualan di luar negeri dan lokalisasi tetap menjadi fokus utama pertumbuhan tahun ini," pungkas Eugene.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil Listrik Garansi Baterai Terpanjang, Laris Manis di Pasar Tanah Air

5 Mobil Listrik Garansi Baterai Terpanjang, Laris Manis di Pasar Tanah Air

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 17:00 WIB

VinFast Daftarkan Paten Mobil SUV 7 Penumpang Baru di Indonesia, Tantang BYD M6?

VinFast Daftarkan Paten Mobil SUV 7 Penumpang Baru di Indonesia, Tantang BYD M6?

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Awas Terjebak! Pindah ke EV Saat Krisis BBM Cuma Pindah Masalah

Awas Terjebak! Pindah ke EV Saat Krisis BBM Cuma Pindah Masalah

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox

Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:15 WIB

Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung

Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:36 WIB

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:58 WIB

Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta

Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:21 WIB

5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga

5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:42 WIB

Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026

Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:27 WIB

Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan

Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 20:25 WIB

Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor

Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 18:42 WIB

Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman

Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 17:12 WIB

Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara

Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 16:52 WIB

×