Suara.com - Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia, pertanyaan tentang biaya charge mobil listrik di rumah menjadi semakin relevan. Banyak calon pengguna ingin mengetahui apakah biaya pengisian daya benar-benar lebih hemat dibandingkan bahan bakar konvensional, serta berapa daya listrik yang dibutuhkan di rumah.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan terbaru mengenai biaya charge mobil listrik di rumah, mulai dari tarif listrik, kebutuhan daya, hingga simulasi perhitungan yang mudah dipahami.
Tarif Listrik untuk Charge Mobil Listrik di Rumah
Biaya charge mobil listrik sangat bergantung pada tarif listrik per kWh (kilowatt hour). Hingga 2025–2026, tarif listrik rumah tangga non-subsidi di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp1.650 hingga Rp1.725 per kWh, dengan rata-rata sekitar Rp1.699/kWh. Tarif ini berlaku untuk golongan rumah tangga umum seperti 1.300 VA hingga 5.500 VA.
Sebagai perbandingan, biaya pengisian di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) bisa mencapai Rp2.500 hingga Rp3.500 per kWh, bahkan lebih untuk fast charging. Artinya, charging di rumah secara umum lebih hemat dibandingkan charging di fasilitas umum.
Rumus Menghitung Biaya Charge Mobil Listrik
Untuk menghitung biaya charging mobil listrik di rumah, digunakan rumus sederhana:
- Biaya Charge = Kapasitas Baterai (kWh) × Tarif Listrik (Rp/kWh)
Rumus ini menjadi dasar utama dalam menentukan estimasi biaya penggunaan mobil listrik sehari-hari.
Simulasi Biaya Charge Mobil Listrik
1. Contoh Mobil Listrik 40 kWh
- Kapasitas baterai: 40 kWh
- Tarif listrik: Rp1.699/kWh
- Biaya charge penuh: 40 × 1.699 = sekitar Rp67.960
Artinya, untuk sekali isi penuh hanya sekitar Rp68 ribu.
2. Contoh Mobil Listrik 50 kWh
- Kapasitas baterai: 50 kWh
- Estimasi biaya: Rp75.000 – Rp125.000 (tergantung tarif dan kondisi pengisian)
3. Contoh Mobil Listrik Kecil (±26–27 kWh)
- Biaya charge penuh: Sekitar Rp38.000 – Rp45.000
Cocok untuk mobil listrik city car seperti Wuling Air EV.
Kebutuhan Daya Listrik di Rumah
Selain biaya, faktor penting lainnya adalah kapasitas daya listrik di rumah. Untuk charging dasar, minimal diperlukan daya sekitar 2.200 VA. Namun, untuk penggunaan yang lebih optimal:
- Charging normal: 3.500 VA
- Fast charging rumahan (wallbox): 7.000 VA ke atas
Semakin besar daya listrik, semakin cepat waktu pengisian baterai mobil.
Biaya Instalasi Charger di Rumah
Selain biaya listrik, pengguna juga perlu mempertimbangkan biaya pemasangan charger (wallbox). Estimasi biaya instalasi: Rp10 juta – Rp20 juta. Biaya ini mencakup:
- Perangkat wall charger
- Instalasi listrik
- Penambahan daya (jika diperlukan)
Beberapa produsen mobil listrik bahkan menyediakan fasilitas wall charger gratis saat pembelian kendaraan.
Tips Menghemat Biaya Charge Mobil Listrik
- Charge di malam hari. PLN menyediakan program diskon hingga 30% untuk pengisian malam (off-peak).
- Tidak selalu isi 100%. Mengisi hingga 80–90% sudah cukup untuk penggunaan harian dan lebih hemat.
- Gunakan home charging dibanding SPKLU. Tarif rumah lebih murah hingga sekitar 30% dibanding SPKLU.
- Sesuaikan daya listrik rumah. Daya yang sesuai membantu efisiensi waktu dan biaya.
Perbandingan Biaya: Mobil Listrik vs Mobil Bensin
Sebagai gambaran, biaya operasional mobil listrik sekitar Rp200–Rp300 per km, jauh lebih murah dibanding mobil bensin yang bisa mencapai Rp1.500 per km atau lebih. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa mobil listrik semakin diminati.
Biaya charge mobil listrik di rumah tergolong sangat terjangkau. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.650–Rp1.700 per kWh, biaya pengisian penuh rata-rata hanya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp100.000 tergantung kapasitas baterai.
Untuk mendukung penggunaan mobil listrik di rumah, dibutuhkan daya listrik minimal 2.200 VA, idealnya 3.500 VA ke atas untuk kenyamanan. Selain itu, investasi awal seperti pemasangan wall charger juga perlu dipertimbangkan.
Secara keseluruhan, charging di rumah tidak hanya lebih hemat dibanding SPKLU, tetapi juga lebih praktis dan efisien untuk penggunaan sehari-hari.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama