Kendaraan Listrik Berpotensi Tak Lagi Bebas Pajak, Pengguna Soroti Konsistensi Pemerintah

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Selasa, 21 April 2026 | 09:36 WIB
Kendaraan Listrik Berpotensi Tak Lagi Bebas Pajak, Pengguna Soroti Konsistensi Pemerintah
Ilustrasi mobil listrik. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Pemerintah menerbitkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang menghapus pembebasan otomatis pajak kendaraan listrik mulai April 2026.
  • Pemerintah daerah kini berwenang menetapkan insentif pajak kendaraan listrik sehingga besaran beban biaya berbeda di setiap wilayah.
  • Perubahan kebijakan ini berpotensi menyetarakan beban pajak mobil listrik dengan mobil bensin dan memicu kekhawatiran terkait adopsi pengguna.

Suara.com - Pemerintah menetapkan aturan baru terkait pajak kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 yang berlaku April 2026. Dalam aturan ini, kendaraan listrik tidak lagi otomatis dibebaskan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan untuk memberikan insentif berupa pengurangan atau pembebasan pajak. Artinya, besaran pajak yang dibayarkan pengguna kendaraan listrik dapat berbeda di setiap daerah.

Akibat perubahan aturan ini, beban pajak mobil listrik berpotensi setara dengan mobil berbahan bakar bensin. Hal ini pun akhirnya menuai beragam tanggapan dari pengguna.

Salah pengguna mobil listrik, Susilo Wardana, menilai perubahan kebijakan dalam waktu relatif singkat menunjukkan kurangnya konsistensi pemerintah dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.

“Menurut saya hal ini menunjukkan bahwa pemerintah RI tidak konsisten dalam kebijakan. Pajak ringan EV sepertinya belum lima tahun tapi sudah mau diubah,” ujar pengguna BYD Atto 1 tersebut kepada Suara.com, Selasa (21 April 2026).

Sementara, pengguna BYD Atto 1 lainnya, Kiko Sibarani menilai kebijakan baru ini berpotensi menghambat pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia yang saat ini masih berkembang.

“Sangat disayangkan karena fenomena maraknya orang beli EV itu baru berjalan beberapa tahun dan rasanya masih bisa tumbuh di masyarakat umum,” kata Kiko.

Menurutnya, insentif masih dibutuhkan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik terutama di luar wilayah Jabodetabek yang infrastrukturnya belum merata. Ia juga menilai kebijakan ini dapat berdampak pada minat investasi industri kendaraan listrik di dalam negeri.

“Bisa saja tidak banyak lagi brand mobil EV luar yang mau membuka pabrik di sini karena pasar pembelinya mengecil,” ujarnya.

baca juga

Selain itu, ia menilai berkurangnya berbagai keuntungan yang selama ini dinikmati pengguna kendaraan listrik berpotensi membuat masyarakat kembali ke kendaraan berbahan bakar minyak. Padahal, kondisi geopolitik sedang membuat harga minyak dunia tidak stabil.

Pendapat serupa disampaikan pengguna Chery Omoda E5, Hendra Lukman. Ia menilai perubahan kebijakan yang terlalu cepat tidak sejalan dengan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik yang saat ini sedang dipercepat.

“Pemerintah tidak konsisten, belum sampai lima tahun sudah berubah, tidak sejalan dengan infrastruktur charger yang sudah dibangun banyak-banyak,” kata Hendra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Jenis Mobil Listrik dan Cara Kerjanya, Ketahui sebelum Memutuskan Beli

4 Jenis Mobil Listrik dan Cara Kerjanya, Ketahui sebelum Memutuskan Beli

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 07:47 WIB

Toyota Indonesia Gelontorkan Rp 1,3 Triliun Perkuat Produksi Baterai Mobil Listrik Bareng CATL

Toyota Indonesia Gelontorkan Rp 1,3 Triliun Perkuat Produksi Baterai Mobil Listrik Bareng CATL

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 18:35 WIB

Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif

Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Cara Melacak HP Android yang Hilang dalam Keadaan Mati: Ini Langkah Praktis yang Bisa Dilakukan

Cara Melacak HP Android yang Hilang dalam Keadaan Mati: Ini Langkah Praktis yang Bisa Dilakukan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Sepekan Mengudara, Alas Roban The Series Melesat Masuk Top 10 Program TV Nasional

Sepekan Mengudara, Alas Roban The Series Melesat Masuk Top 10 Program TV Nasional

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Susahnya Cegah Bullying di Indonesia, Perlukah UU Anti-Perundungan?

Susahnya Cegah Bullying di Indonesia, Perlukah UU Anti-Perundungan?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Baju Terkena Genangan Air Hujan di Jalan Apakah Najis? Ini Penjelasan Fiqihnya

Baju Terkena Genangan Air Hujan di Jalan Apakah Najis? Ini Penjelasan Fiqihnya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak

Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak

Batam | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Pengamat: Menstruasi Siklus Alami Perempuan

Viral Pembalut Kena Pajak, Pengamat: Menstruasi Siklus Alami Perempuan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?

Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Raih Dana Rp570 Miliar, Bank Mandiri Lepas Bisnis Asuransi Inhealth

Raih Dana Rp570 Miliar, Bank Mandiri Lepas Bisnis Asuransi Inhealth

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang

Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus

Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:27 WIB

×