- Pertamina menaikkan harga solar non-subsidi per 4 Mei 2026, yang membebani biaya operasional pemilik kendaraan diesel modern.
- Mobil diesel modern wajib menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi guna menghindari kerusakan mesin akibat sistem common rail sensitif.
- Kenaikan harga BBM menyebabkan penurunan harga jual unit bekas dan melemahkan permintaan pasar mobil diesel secara drastis.
Suara.com - Pertamina kembali mengerek harga solar non-subsidi. Per 4 Mei 2026, Dexlite naik Rp2.400 menjadi Rp26.000 per liter, sementara Pertamina Dex melonjak Rp4.000 ke posisi Rp27.900 per liter.
Di SPBU swasta seperti BP AKR dan Vivo, harga solar bahkan sudah menyentuh Rp30.890 per liter. Yang bikin situasi makin sulit buat pemilik mobil diesel modern adalah mereka tidak bisa sembarangan downgrade ke Biosolar subsidi (Rp6.800/liter) karena risiko kerusakan mesin yang serius dan mahal. Lantas, mobil siapa yang paling terpukul?
Kenapa Mobil Diesel Modern Tidak Boleh Pakai Biosolar?
Poin ini penting dipahami sebelum masuk ke daftar. Mesin diesel modern sudah dibekali sistem common rail dengan tekanan injeksi sangat tinggi. Injektor pada sistem ini sangat sensitif terhadap kandungan sulfur tinggi yang ada di Biosolar.
Irvan Ardhi, salah seorang inspektor mobil di Jogja, menjelaskan ke salah satu media online di tanah air bahwa Biosolar memang dapat menekan biaya operasional jangka pendek, tapi dalam jangka panjang filter bahan bakar jadi lebih cepat kotor, injektor berpotensi tersumbat atau rusak, dan biaya perbaikannya bisa menguras kantong.
5 Mobil yang Kena Pukulan Telak Akibat Kenaikan Solar Non-Subsidi
1. Toyota Fortuner Diesel

Toyota Fortuner, terutama varian bermesin 2.4 VNT dan 2.8 VRZ, adalah salah satu raja di segmen SUV ladder frame yang kini paling terpukul. Mesin seri GD modern-nya menuntut solar dengan cetane number tinggi demi menjaga performa dan kebersihan turbo. Biaya isi penuh tangki bikin siapa pun mikir dua kali: kapasitas 80 liter dikali Rp27.900 sudah hampir Rp2,2 juta per tangki.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp250–450 juta (tergantung tahun)
- Varian Mesin 2.4L/2.8L Diesel Common Rail
- Rekomendasi BBM Minimal Pertamina Dex (CN 53)
- Dampak Penurunan Harga Anjlok hingga Rp40 juta untuk unit 2021
(+) Performa mesin bertenaga besar dengan torsi melimpah; ketangguhan di berbagai medan tetap jadi daya tarik utama.
(-) Biaya isi penuh tangki hampir Rp2,2 juta; stok bekas menumpuk di showroom karena penjualan merosot drastis.
2. Mitsubishi Pajero Sport

Pajero Sport bernasib serupa dengan seteru abadinya. Mesin 4N15 MIVEC yang digunakan mobil ini sangat sensitif terhadap kandungan sulfur tinggi, sehingga mutlak membutuhkan Dexlite atau Pertamina Dex.
Sejumlah sumber informasi menyebutkan bahwa, Pajero Sport 2.4 Dakar 4x2 AT 2021 kini dijual Rp250 juta, turun Rp20 juta dari harga sebelumnya Rp270 juta.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp245–490 juta (tergantung tahun)
- Varian Mesin 2.4L MIVEC Diesel Common Rail
- Rekomendasi BBM Minimal Dexlite (CN 51)
- Dampak Penurunan Harga Turun Rp20–40 juta tergantung tahun
(+) Kabin nyaman dan fitur keselamatan lebih lengkap dibanding Fortuner sekelas; handling lebih stabil di kecepatan tinggi.
(-) Sama seperti Fortuner, biaya operasional membengkak; pedagang mulai menahan diri untuk tidak menambah stok unit diesel bekas.