- Peneliti Chinese Academy of Sciences mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan kepadatan energi tinggi mencapai 451,5 Wh/kg.
- Teknologi baru ini memungkinkan pengisian daya ultra-cepat dalam waktu tiga menit serta menjaga stabilitas selama 700 siklus.
- Inovasi ini meningkatkan keamanan baterai dan menawarkan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan teknologi baterai LFP yang ada.
Suara.com - Sebuah terobosan besar datang dari Chinese Academy of Sciences. Tim peneliti di sana mengumumkan keberhasilan mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan kepadatan energi mencapai 451,5 Wh/kg.
Hebatnya, baterai mobil listrik jenis ini tetap stabil meski diisi ulang dengan kecepatan ultra-fast charging setara 20C rate, yang berarti siklus isi dan buang energi bisa berlangsung hanya dalam 3 menit, menurut Car News China.
Latar Belakang Riset
Penelitian ini dipublikasikan di Journal of the American Chemical Society dengan judul “Polymer-modulated solvation chemistry via compatibilizing-solvent plasticization for stable high-energy lithium metal batteries.”
Fokus riset ada pada elektrolit polimer berbasis PVDF (polyvinylidene fluoride), material yang dikenal punya stabilitas oksidasi dan konduktivitas ion tinggi.
Masalah utama elektrolit PVDF selama ini adalah penggunaan plasticiser konvensional yang mudah terdegradasi di antarmuka elektroda.
Tim peneliti mengembangkan strategi baru bernama compatibilizing-solvent plasticization, yang memungkinkan terbentuknya lapisan interfacial kaya lithium fluoride. Hasilnya, reaksi samping berkurang drastis dan baterai lebih stabil.
Performa dan Uji Ketahanan
Dalam pengujian, baterai ini mampu bertahan hingga 700 siklus dengan retensi kapasitas 81,9% saat dipasangkan dengan katoda high-nickel 4,7V. Semua itu dilakukan di bawah kondisi pengisian ultra-cepat 20C.
Selain itu, tim juga mendemonstrasikan pouch cell dengan anoda lithium metal tipis dan rasio N/P 1,1. Hasilnya, kepadatan energi mencapai 451,5 Wh/kg, jauh di atas baterai LFP komersial saat ini yang rata-rata hanya 200 Wh/kg.
Pouch cell ini bahkan lolos uji penetrasi paku, menunjukkan tingkat keamanan intrinsik yang tinggi.
Perlombaan Menuju 500 Wh/kg
Terobosan ini menambah daftar panjang inovasi baterai solid-state dari China.
- Ganfeng Lithium sebelumnya melaporkan baterai 400 Wh/kg yang sanggup melewati 1.100 siklus.
- Pure Lithium mengklaim kapasitas produksi 500 MWh per tahun dengan baterai solid-state yang tetap berfungsi meski dipotong.
- CATL sudah memulai produksi percobaan untuk sel solid-state 500 Wh/kg, sementara Sunwoda dan Farasis Energy menargetkan pengembangan di kisaran 400–500 Wh/kg.
Target komersialisasi banyak perusahaan diperkirakan berlangsung antara 2026–2027, menandakan persaingan menuju baterai generasi baru semakin ketat.
Pasar LFP Masih Dominan